Megapolitan

Demo Mahasiswa Trisakti, Jalan Medan Merdeka Selatan Ditutup, Lalu Lintas Macet

codex-96ffb53d739f4ede8aca49dbfda57697

Aksi Mahasiswa Trisakti Picu Penutupan Jalan Medan Merdeka Selatan

Lenterafakta.com – Unjuk rasa mahasiswa Universitas Trisakti di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 29 Oktober 2026, menyebabkan Jalan Medan Merdeka Selatan tidak dapat dilalui secara normal. Massa menempati sisi utara jalan di depan BSI Tower, sehingga perjalanan dari arah Balai Kota Jakarta menuju Bundaran Patung Kuda di kawasan Monas terhambat.

Situasi di lokasi sekitar pukul 17.20 WIB memperlihatkan mahasiswa memadati badan jalan. Mereka membentuk barisan di depan BSI Tower, sementara aparat memasang penghalang besi di bagian depan massa. Kombinasi blokade peserta aksi dan barikade kepolisian membuat seluruh lajur pada titik tersebut tertutup.

Penutupan itu berdampak langsung pada kendaraan dari arah Balai Kota yang hendak melanjutkan perjalanan ke Patung Kuda. Pengguna jalan tidak bisa melewati rute tersebut dan harus menyesuaikan arah perjalanan dengan pengalihan lalu lintas yang diterapkan di sekitar lokasi aksi.

Pengendara Dialihkan ke Jalan H. Agus Salim

Kendaraan yang semula menuju Bundaran Air Mancur Thamrin diarahkan berbelok ke kiri di depan Menara Danareksa. Dari titik itu, arus kendaraan bergerak menuju Jalan H. Agus Salim dan kawasan Kebon Sirih.

Pengalihan rute tersebut menimbulkan penyempitan arus di jalur menuju Kebon Sirih. Ketika sejumlah kendaraan dari beberapa arah masuk ke koridor yang sama, pergerakan lalu lintas menjadi lebih lambat. Motor, mobil pribadi, dan bus Transjakarta ikut tersendat dalam antrean kendaraan.

Panjang kemacetan dilaporkan mencapai kurang lebih 700 meter hingga mendekati akses masuk Balai Kota Jakarta. Kepadatan juga terlihat di pertemuan Jalan H. Agus Salim dengan Jalan Kebon Sirih. Kendaraan yang ingin bergerak lurus ke arah Gondangdia maupun berbelok menuju Jalan MH Thamrin dan Tugu Tani sama-sama menghadapi perlambatan.

Di tengah situasi itu, bunyi klakson dari kendaraan terdengar berulang kali dan bercampur dengan orasi dari mobil komando peserta aksi. Kondisi tersebut menggambarkan tingginya tekanan lalu lintas pada jam sore, ketika banyak warga mulai meninggalkan kawasan perkantoran dan pusat aktivitas di Jakarta Pusat.

Kepadatan Menjalar ke Sejumlah Ruas Utama

Dampak kemacetan tidak hanya terasa di Jalan Medan Merdeka Selatan. Arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, hingga Jalan Jenderal Sudirman juga tampak bergerak padat dan perlahan. Area Bundaran Patung Kuda menjadi salah satu titik dengan penumpukan kendaraan yang cukup terlihat.

Bagi pengendara, gangguan pada satu ruas di pusat kota dapat memengaruhi jalur-jalur di sekitarnya. Jalan Medan Merdeka Selatan berada dekat dengan beberapa simpul penting, termasuk kawasan Monas, Balai Kota, Kebon Sirih, serta koridor menuju Thamrin. Karena itu, pengalihan kendaraan dari satu arah berpotensi menambah beban pada persimpangan dan jalan alternatif lain.

Pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut perlu memperhitungkan tambahan waktu perjalanan. Pilihan rute dapat berubah mengikuti pengaturan di lapangan, terutama bagi kendaraan yang bergerak dari arah Balai Kota menuju Monas atau dari kawasan pusat pemerintahan ke arah Thamrin dan Kebon Sirih.

Mahasiswa Mengenakan Almamater Biru Tua

Aksi mahasiswa Trisakti berlangsung setelah massa melakukan long march dari arah Tugu Tani. Peserta terlihat mengenakan jas almamater berwarna biru tua yang menjadi identitas Universitas Trisakti. Rombongan kemudian memenuhi ruas jalan di kawasan Medan Merdeka Selatan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa bendera hitam. Mereka juga mengibarkan bendera abu-abu dengan tulisan “TRITURA Tiga Tuntutan Rakyat”. Bendera itu dilengkapi lambang Garuda Pancasila dengan latar berwarna hitam.

Tritura merupakan tajuk yang digunakan mahasiswa untuk menyampaikan tiga tuntutan utama dalam demonstrasi itu. Kehadiran simbol dan tulisan tersebut menjadi penanda pesan yang dibawa massa selama aksi berlangsung di pusat Jakarta.

“TRITURA Tiga Tuntutan Rakyat”

Demonstrasi di ruang publik dapat memengaruhi aktivitas warga di sekitarnya, khususnya saat berlangsung di jalan dengan volume kendaraan tinggi. Dalam kondisi seperti ini, pengendara perlu mengikuti arahan petugas dan memperhatikan perubahan akses jalan agar perjalanan tetap lebih terukur.

Kawasan Medan Merdeka dan Thamrin sendiri merupakan area yang menghubungkan berbagai fasilitas pemerintahan, perkantoran, ruang publik, dan jalur angkutan umum. Ketika salah satu akses utama ditutup, kendaraan dari beberapa arah dapat berkumpul di titik pengalihan dan menyebabkan antrean yang lebih panjang.

Hingga sore hari, mahasiswa masih melanjutkan aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan. Sementara itu, lalu lintas di sekitar Gambir, Kebon Sirih, Patung Kuda, MH Thamrin, dan Jenderal Sudirman tetap mengalami kepadatan akibat penutupan serta perubahan arus kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.

Frequently Asked Questions

What is Demo Mahasiswa Trisakti Jalan Medan Merdeka?

Demo Mahasiswa Trisakti Jalan Medan Merdeka is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Demo Mahasiswa Trisakti Jalan Medan Merdeka matter?

Demo Mahasiswa Trisakti Jalan Medan Merdeka matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *