Megapolitan

Sulit Cari Kerja Bergaji Layak di Dalam Negeri, Sena Lirik Peluang ke Luar Negeri

codex-add326812b994b34b434a2bf5631c03f

Lowongan Bergaji Rendah Dorong Sena Mempertimbangkan Karier di Luar Negeri

Lenterafakta.com – Di tengah ramainya Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di Convention Hall SMESCO, Jumat (23/10/2026), Sena (23) datang dengan harapan menemukan pekerjaan yang selaras dengan keterampilannya. Lulusan baru Desain Komunikasi Visual itu tidak sendiri. Ia didampingi ibunya, Eli (53), yang aktif menyusuri area pameran dan berbincang dengan perwakilan perusahaan maupun lembaga pelatihan.

Bagi Sena, kunjungan ke bursa kerja tersebut menjadi pengalaman baru. Ia mengaku sempat merasa canggung karena baru kali ini menghadiri acara pencarian kerja bersama sang ibu. Berbeda dengan putrinya, Eli terlihat bersemangat menanyakan peluang yang tersedia dari satu booth ke booth lainnya.

Pencarian kerja Sena bukan tanpa hasil. Ia telah beberapa kali menemukan posisi yang berkaitan dengan desain grafis dan multimedia, bidang yang sejalan dengan latar belakang pendidikannya. Namun, kesempatan yang muncul belum selalu dapat diterima karena persoalan imbalan yang ditawarkan.

“Sebenarnya nyari kerjanya gampang. Cuma yang enggak gampang tuh adalah negosiasi gajinya,” kata Sena.

Sena pernah berada di tahap hampir menerima pekerjaan yang sesuai minatnya. Keputusan itu akhirnya dibatalkan setelah ia menilai besaran gajinya tidak sebanding dengan tanggung jawab yang perlu dijalankan. Pengalaman tersebut membuat proses memilih pekerjaan menjadi lebih rumit daripada sekadar menemukan iklan lowongan.

Posisi Kreatif dan Harapan atas Upah Minimum

Dalam penelusurannya, Sena menemukan sejumlah peluang untuk tenaga desain grafis dan multimedia. Meski begitu, banyak penawaran yang dinilainya belum memenuhi harapan dasar pekerja, terutama karena nominalnya masih berada di bawah upah minimum regional atau UMR.

“Kebanyakan tuh di background yang desain grafis, multimedia, itu tuh gajinya masih di bawah UMR gitu. Padahal kan udah seharusnya kalau posisi pekerjaan itu udah minimal udah UMR gitu. Kebanyakan masih di bawah itu, Rp 2 juta, Rp 3 juta,” tutur dia.

Keluhan Sena memperlihatkan bahwa pencari kerja muda tidak hanya mempertimbangkan ada atau tidaknya lowongan. Mereka juga menilai apakah pendapatan dari pekerjaan tersebut dapat menopang kebutuhan sehari-hari. Bagi lulusan baru, kesempatan untuk memulai karier memang penting, tetapi beban kerja, ruang berkembang, serta kepastian penghasilan juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Persoalan gaji rendah dapat menempatkan pencari kerja dalam pilihan yang sulit. Di satu sisi, mereka membutuhkan pengalaman profesional untuk membangun rekam jejak. Di sisi lain, menerima pekerjaan dengan upah yang terlalu kecil berisiko tidak memberi ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Kondisi ini menjadikan negosiasi penghasilan sebagai tahap penting dalam pencarian kerja.

Dalam bidang kreatif, keterampilan seperti desain grafis dan multimedia dapat digunakan di berbagai jenis pekerjaan. Meski demikian, kecocokan antara kebutuhan perusahaan, kapasitas pekerja, dan nilai kompensasi tetap menjadi penentu apakah suatu tawaran layak diterima. Sena memilih tidak meneruskan beberapa proses lamaran ketika nilai yang ditawarkan belum sesuai dengan pertimbangannya.

Membuka Pandangan ke Peluang Internasional

Pengalaman mencari pekerjaan di dalam negeri kemudian membuat Sena mulai melihat kemungkinan bekerja di luar Indonesia. Ia memandang pilihan tersebut sebagai jalan untuk memperoleh penghidupan yang lebih layak, bukan semata-mata untuk mengejar gaya hidup yang berlebihan.

Untuk mendukung rencana itu, Sena telah membekali diri dengan kemampuan bahasa Inggris. Penguasaan bahasa menjadi salah satu bekal yang ia persiapkan saat mempertimbangkan peluang kerja lintas negara. Langkah tersebut mencerminkan upayanya untuk memperluas pilihan karier ketika kesempatan dengan penghasilan yang dianggap memadai belum mudah ditemukan di dalam negeri.

“Bukan kita maunya buat foya-foya, tapi buat memenuhi kebutuhan standar aja kita harus memiliki gaji yang tinggi, gitu. UMR aja bahkan untuk satu keluarga aja itu masih belum cukup,” ujar Sena.

Pernyataan itu menegaskan bahwa ukuran pekerjaan yang layak bagi Sena berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan standar. Upah tidak dipandang hanya sebagai angka dalam kontrak kerja, melainkan sebagai dasar untuk menjalani hidup secara mandiri dan merencanakan masa depan.

Pilihan untuk melirik pekerjaan ke luar negeri juga tidak berarti Sena meninggalkan keahliannya. Ia tetap berupaya mencari pekerjaan yang berkaitan dengan bidang DKV yang telah dipelajarinya. Yang berubah adalah cakupan pencariannya: dari peluang lokal menuju kemungkinan yang lebih luas.

Dukungan Ibu untuk Kemandirian Anak

Keinginan Sena mengejar pekerjaan yang lebih baik mendapat dukungan dari Eli. Sebagai anak perempuan pertama, Sena diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi mandiri dan tidak menggantungkan hidup pada orang lain.

Kehadiran Eli di bursa kerja menunjukkan bentuk dukungan langsung terhadap proses pencarian karier putrinya. Ia tidak hanya menemani, tetapi juga aktif mencari informasi dari perusahaan dan lembaga pelatihan yang mengikuti kegiatan tersebut. Sikap itu memberi Sena ruang untuk mempertimbangkan pilihan kerja dengan lebih percaya diri.

Bagi Sena, perjalanan mencari pekerjaan masih berlanjut. Bursa kerja memberi kesempatan untuk bertemu pemberi kerja dan mengenali berbagai jalur karier, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada kesesuaian antara kemampuan, beban kerja, serta penghasilan yang ditawarkan. Dengan bekal pendidikan DKV, kemampuan bahasa Inggris, dan dukungan keluarganya, ia terus menimbang peluang yang dapat membawanya pada kehidupan yang lebih mandiri dan layak.

Frequently Asked Questions

What is Sulit Cari Kerja Bergaji Layak?

Sulit Cari Kerja Bergaji Layak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sulit Cari Kerja Bergaji Layak matter?

Sulit Cari Kerja Bergaji Layak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *