Nasional

Sudaryono Benarkan Kantor BGN Bakal Pindah ke Gedung Grha Merah Putih Telkom

khrisna-gen-1788463905-0f1350958a

BGN Resmi Akan Tinggalkan Kantor Sewa, Pindah ke Grha Merah Putih dalam Hitungan Bulan

Lenterafakta.com – Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera meninggalkan kantor sewanya dan menempati Gedung Grha Merah Putih di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kepastian ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam forum resmi di parlemen, sekaligus menandai berakhirnya fase transisi lembaga yang selama ini beroperasi dari ruang sewa sementara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis (3/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa proses perpindahan sedang berjalan dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

“Saya akan menyampaikan yang terkait kantor dulu. Betul, kami sedang berkoordinasi dengan Danantara dan dalam waktu dekat ini Badan Gizi Nasional akan menempati Grha Merah Putih yang saat ini menjadi Kantor Telkom dan orang yang menempati Grha Merah Putih itu akan menempati Gedung Telkom yang di belakangnya, gedungnya lebih tinggi Pak.”

Koordinasi dengan Danantara dan Rencana Relokasi Telkom

Meskipun Grha Merah Putih saat ini masih menjadi markas operasional PT Telkom Indonesia, Sudaryono memastikan bahwa skema perpindahan bersifat simetris. Karyawan dan manajemen Telkom yang kini menduduki gedung tersebut akan dialihkan ke bangunan Telkom lain yang terletak di belakang Grha Merah Putih. Menurut penjelasan Sudaryono, gedung pengganti itu memiliki ketinggian lebih besar sehingga mampu menampung seluruh aktivitas operasional Telkom.

Peran Danantara sebagai pemegang kendali atas aset BUMN menjadi kunci dalam proses ini. Sudaryono menyebut bahwa negosiasi teknis mengenai jadwal, akses, dan kesiapan infrastruktur gedung masih berlangsung secara intensif.

“Jadi memang kami ajukan atau kami sedang koordinasi dengan Danantara dan Insyaallah dalam satu dua bulan ini kami akan pindah kantor ke Grha Merah Putih.”

Pertanyaan DPR: Efisiensi dan Status Sewa

Konfirmasi rencana pindah ini tidak muncul dari ruang hampa. Sebelumnya, sejumlah anggota Komisi IX DPR RI telah menyuarakan kekhawatiran atas status kantor BGN yang masih berstatus sewa. Wakil Ketua Komisi IX Yahya Zaini secara eksplisit mempertanyakan mengapa lembaga negara yang menangani program gizi nasional—salah satu prioritas pembangunan manusia—masih bergantung pada ruang sewa komersial.

“Yang terakhir, saya melihat kantor BGN itu masih menyewa. Betul pak ya? Apakah tidak ada kantor pemerintah atau kantor BUMN yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi kantor BGN sehingga lebih efisien ke depan.”

Yahya kemudian menyinggung kabar yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan pemanfaatan gedung Telkom di Gatot Subroto sebagai markas baru BGN. Ia mengaku belum dapat memverifikasi kebenaran informasi tersebut dan meminta klarifikasi langsung dari pihak BGN.

“Saya dapat informasi, yang beredar di medsos nih. Katanya Gedung Telkom yang di Gatot Subroto itu bisa dipakai untuk gedung BGN? Saya tidak tahu betul apa nggak nih. Ini yang beredar di medsos, Pak ya.”

Anggaran Rp 7 Triliun dan Dugaan Kaitannya dengan Pemindahan Gedung

Anggota Komisi IX lainnya, Nuroji, mengangkat isu yang lebih spesifik terkait angka anggaran. Dalam dokumen anggaran BGN yang dibagikan kepada komisi, pos nomor 4—yang mencakup urusan keuangan, tata usaha, arsip, rumah tangga, dan protokol—tercantum dengan nilai mencapai Rp 7 triliun. Nuroji mempertanyakan apakah besaran tersebut memiliki kaitan langsung dengan rencana perpindahan ke gedung baru.

“Kemudian, saya melihat anggaran di nomor 4, urusan keuangan serta tata usaha arsip rumah tangga dan protokol ada 7 triliun. Ini apakah ada hubungannya dengan pemindahan gedung pak?”

“Saya dengar pindah gedung ke gedung merah putih. Apakah termasuk itu?”

Pertanyaan ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa biaya logistik dan operasional pemindahan gedung berskala besar dapat membengkak dan menggerus anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk program inti BGN, yakni distribusi makanan bergizi bagi kelompok rentan.

Implikasi dan Konteks Kebijakan

Pemindahan BGN ke Grha Merah Putih bukan sekadar urusan tata ruang kantor. Sebagai lembaga yang baru dibentuk dan diberi mandat nasional untuk mengatasi masalah gizi—mulai dari stunting hingga kekurangan mikronutrien—BGN membutuhkan basis operasional yang stabil, representatif, dan efisien. Penggunaan ruang sewa dalam jangka panjang menimbulkan dua persoalan: beban fiskal berulang dan citra kelembagaan yang kurang sesuai dengan skala tugas negara.

Pemanfaatan aset BUMN yang sudah tersedia juga sejalan dengan prinsip efisiensi belanja pemerintah. Daripada mengalokasikan anggaran untuk sewa tahunan, pemerintah dapat mengoptimalkan bangunan yang sudah dimiliki negara melalui mekanisme koordinasi antar-lembaga. Dalam hal ini, Danantara sebagai holding investasi BUMN menjadi jembatan administratif yang memungkinkan perpindahan aset tanpa perlu pengadaan baru.

Dari sisi operasional, Grha Merah Putih terletak di kawasan pusat bisnis Jakarta Selatan dengan akses transportasi publik yang memadai. Lokasi ini dinilai strategis untuk memudahkan koordinasi lintas-kementerian, pertemuan dengan mitra pembangunan, serta mobilitas staf yang menangani program di seluruh provinsi. Gedung yang lebih tinggi dan berlantai banyak juga memberikan fleksibilitas tata ruang bagi divisi-divisi BGN yang menangani distribusi logistik pangan, pemantauan gizi daerah, dan kerja sama internasional.

Jika target satu hingga dua bulan tercapai, perpindahan ini akan menjadi salah satu relokasi kantor lembaga negara terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Prosesnya tentu melibatkan pemindahan ribuan dokumen, perangkat teknologi informasi, serta penyesuaian sistem keamanan gedung—semuanya harus berjalan tanpa mengganggu kelancaran program gizi nasional yang sedang berjalan di lapangan.

Frequently Asked Questions

What is Sudaryono Benarkan Kantor BGN Bakal Pindah?

Sudaryono Benarkan Kantor BGN Bakal Pindah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sudaryono Benarkan Kantor BGN Bakal Pindah matter?

Sudaryono Benarkan Kantor BGN Bakal Pindah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *