Antrean BBM Subsidi di Buleleng Tetap Panjang pada Awal Aturan Ganjil Genap
Lenterafakta.com – Penerapan pembatasan pengisian bahan bakar minyak bersubsidi berdasarkan angka terakhir pelat nomor belum langsung mengurai kepadatan di sejumlah SPBU Kabupaten Buleleng, Bali. Pada Sabtu pagi, 17 Oktober 2026, antrean kendaraan masih tampak memanjang di beberapa titik, membuat banyak pengendara harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh BBM.
Kebijakan tersebut dijalankan pada hari pertama dari skema tiga hari yang direncanakan berlangsung hingga Senin, 19 Oktober 2026. Untuk Sabtu, kesempatan pengisian dijadwalkan bagi kendaraan dengan pelat nomor ganjil. Namun, di lapangan kendaraan berpelat genap masih terlihat dapat melakukan pengisian pada hari pertama pelaksanaan aturan itu.
Antrean Menjalar hingga Area Pasar
Situasi paling mencolok terlihat di SPBU Banyuasri. Barisan sepeda motor tidak hanya memenuhi area pengisian, tetapi juga berputar dan menjalar ke arah depan Pasar Banyuasri. Sementara itu, antrean kendaraan roda empat di lokasi tersebut disebut mencapai kurang lebih satu kilometer.
Di SPBU Kaliuntu, kepadatan juga belum mereda. Antrean kendaraan roda dua terpantau sepanjang sekitar 300 meter. Panjangnya barisan membuat proses mendapatkan BBM menjadi kegiatan yang menyita waktu, terutama bagi warga yang datang sejak dini hari.
Putu Nova, warga Desa Baktiseraga, Buleleng, mengaku menghabiskan hampir empat jam di antrean SPBU Kaliuntu. Ia mulai menunggu sejak pukul 04.15 Wita dan baru memperoleh BBM sekitar pukul 08.00 Wita.
“Dari jam 04.15 sampai 08.00. Parah banget antreannya,” kata Nova.
Pengalaman serupa dialami Putu Rika. Ia mengantre di SPBU Gajah Mada, Buleleng, sejak Jumat malam. Rika datang sekitar pukul 20.00 Wita, tetapi pelayanan di SPBU itu sempat berhenti pada pukul 01.00 Wita. Pengisian kembali dibuka pukul 06.00 Wita, sehingga ia harus kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 04.00 Wita.
“Dari kemarin nunggu jam 20.00 Wita, jam 01.00 tutup. Tadi jam 06.00 baru buka. Sekitar jam 04.00 saya ke sana lagi,” ujar Rika.
Skema Berlaku Tiga Hari
Pola ganjil genap untuk pembelian BBM subsidi di SPBU diminta oleh Gubernur Bali I Wayan Koster. Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan permintaan penerapan skema itu kepada Pertamina untuk periode 17 hingga 19 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, hari pertama ditetapkan untuk kendaraan berpelat ganjil. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa pengaturan itu digunakan selama tiga hari berturut-turut.
“Pengisian BBM dengan menerapkan nomor polisi kendaraan ganjil genap, selama tiga hari, dimulai hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026 sampai dengan hari Senin tanggal 19 Oktober 2026, mulai dengan pelat nomor ganjil pada hari Sabtu tanggal 17 Oktober 2026,” kata Ahad Rahedi pada Jumat malam, 16 Oktober 2026.
Aturan nomor polisi pada dasarnya dimaksudkan untuk mengatur giliran kendaraan ketika pengisian BBM subsidi menjadi sangat padat. Bagi pengendara, ketentuan tersebut berarti perlu memperhatikan angka terakhir pelat nomor serta jadwal yang berlaku sebelum menuju SPBU. Meski demikian, kondisi di sejumlah lokasi Buleleng pada hari pertama menunjukkan bahwa antrean tetap menjadi persoalan utama.
Barisan yang panjang tidak hanya terjadi di satu SPBU. Kepadatan di Banyuasri, Kaliuntu, dan Gajah Mada memperlihatkan bahwa waktu tunggu dapat berbeda-beda, bergantung pada lokasi dan jam kedatangan. Warga yang memilih datang sangat pagi pun belum tentu langsung mendapatkan pelayanan karena antrean telah terbentuk sejak sebelum SPBU beroperasi kembali.
Keadaan ini juga menuntut pengendara untuk menyiapkan waktu lebih panjang dibanding hari biasa. Mereka yang membutuhkan BBM untuk mobilitas harian perlu mempertimbangkan kemungkinan antrean berjam-jam, terutama ketika lokasi pengisian telah dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kendaraan Pelat Genap Masih Terlihat Mengisi
Di tengah jadwal Sabtu yang diperuntukkan bagi pelat ganjil, pengamatan di lapangan menunjukkan kendaraan dengan angka pelat genap masih dapat melakukan pengisian BBM. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan awal kebijakan yang berlangsung di tengah antrean panjang.
Penerapan ganjil genap selama tiga hari menjadi perhatian bagi masyarakat yang menggunakan BBM subsidi di Buleleng. Pengendara perlu mengikuti perkembangan aturan di SPBU tujuan dan menyesuaikan waktu perjalanan, sebab panjang antrean dapat berubah seiring jumlah kendaraan yang datang.
Hingga Sabtu pagi, kebijakan pembatasan pelat nomor belum membuat antrean di sejumlah SPBU Buleleng berkurang secara nyata. Warga seperti Nova dan Rika tetap harus menunggu lama, bahkan ada yang menanti sejak malam hingga pagi, demi mendapatkan pasokan BBM untuk kebutuhan mereka.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Antrean di SPBU Masih Mengular saat?
Antrean di SPBU Masih Mengular saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Antrean di SPBU Masih Mengular saat matter?
Antrean di SPBU Masih Mengular saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

