Regional

Lahan di Sisi Tol di Lampung Kembali Terbakar, 1,5 Hektare Hangus dalam 1 Jam

khrisna-gen-1788462995-1416895632

Lahan di Sisi Tol di Lampung Terbakar

Lenterafakta.com – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sekitar 1,5 hektare vegetasi di sisi Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) terjadi pada Kamis malam, 3 September 2026, di sekitar kilometer 86 jalur A. Kobaran api melahap seluruh area dalam waktu kurang dari satu jam sebelum petugas Damkarmat Lampung Selatan berhasil memadamkannya. Insiden ini menambah daftar panjang kebakaran lahan di sisi tol di Lampung yang berulang setiap musim kemarau.

Kondisi cuaca kering yang berkepanjangan membuat sisa vegetasi di bahu jalan tol menjadi bahan bakar mudah. Sekali api menyala, hembusan angin mempercepat penjalaran dalam hitungan menit. Asap yang terangkat ke badan jalan turut mengancam jarak pandang pengemudi yang melaju pada kecepatan tinggi, sehingga penanganan harus dilakukan sebelum kobaran mencapai dimensi yang sulit dikendalikan.

Timeline Respons: 82 Menit dari Laporan hingga Api Padam

Pengelola tol mendeteksi titik api dan meneruskan laporan ke Posko Damkarmat Jati Agung pada pukul 18.28 WIB. Unit pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 18.45 WIB setelah menerima informasi. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam, dan api dinyatakan padam sepenuhnya sekitar pukul 19.50 WIB. Total durasi dari pelaporan hingga situasi terkendali tercatat sekitar 82 menit.

Kecepatan respons tersebut menjadi faktor krusial. Jarak antara lahan yang terbakar dan badan jalan di kilometer 86 relatif pendek; setiap menit keterlambatan berpotensi mengubah skala kerusakan secara drastis dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Imbauan Resmi: Laporkan Dini, Jangan Bertindak Mandiri

Rully Fikriansyah, Kepala Damkarmat Lampung Selatan, menegaskan bahwa prioritas penanganan kebakaran di sisi tol bukan sekadar menyelamatkan lahan, melainkan melindungi keselamatan pengendara dari paparan asap tebal.

“Kalau terjadi kebakaran di sisi tol, yang paling kami khawatirkan bukan hanya lahan yang terbakar, tetapi asap yang bisa mengganggu jarak pandang pengendara.”

Ia mengimbau masyarakat sekitar maupun pengemudi yang melintas untuk segera menghubungi petugas atau pengelola tol begitu melihat asap atau percikan api. Warga diminta tidak mencoba memadamkan api secara mandiri ketika kobaran sudah besar, karena tindakan tanpa peralatan memadai justru berisiko mengancam keselamatan pelapor.

“Jangan menunggu api membesar baru dilaporkan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas bisa melakukan penanganan sehingga api tidak meluas.”

Agustinus Leonardo, Manager Operasi PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun protokol khusus untuk merespons kebakaran lahan di sepanjang koridor tol. Petugas patroli melakukan pemantauan visual rutin, sementara kamera CCTV di berbagai titik berfungsi sebagai lapisan deteksi tambahan. Begitu asap atau titik api teridentifikasi, petugas terdekat langsung dimobilisasi dan berkoordinasi dengan Damkarmat setempat.

“Begitu terlihat asap atau titik api, petugas terdekat langsung dimobilisasi dan kami berkoordinasi dengan Damkarmat setempat agar penanganannya bisa dilakukan bersama-sama.”

Koordinasi lintas lembaga ini telah diterapkan berulang kali sepanjang musim kemarau. Dengan berbagi informasi secara real-time antara operator tol dan dinas pemadam, waktu respons dapat dipangkas secara substansial dibandingkan penanganan yang dilakukan satu pihak secara terpisah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kebakaran Lahan di Sisi Tol di Lampung

Apakah kebakaran lahan di tepi tol Bakter merupakan kejadian baru? Bukan. Setiap tahun, ketika musim kering menurunkan kelembapan tanah dan mengeringkan sisa vegetasi, titik api kecil di bahu jalan tol dapat menjalar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Insiden pada 3 September 2026 merupakan salah satu dari rangkaian kejadian serupa yang berulang di sepanjang koridor tersebut.

Bagaimana warga atau pengemudi dapat melaporkan kebakaran di sisi tol? Segera hubungi petugas pengelola tol Bakter atau Damkarmat setempat begitu melihat asap atau percikan api. Jangan menunggu api membesar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat petugas dapat bertindak sebelum kobaran mencapai dimensi yang sulit dikendalikan.

Apakah warga boleh memadamkan api sendiri? Tidak disarankan, terutama ketika kobaran sudah besar atau asap mulai merembes ke badan jalan. Tindakan tanpa peralatan memadai justru berisiko mengancam keselamatan pelapor. Biarkan penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki peralatan dan pelatihan memadai.

Bagaimana dampak kebakaran lahan terhadap lalu lintas di tol Bakter? Asap yang terangkat dapat mengurangi jarak pandang pengemudi yang melaju pada kecepatan tinggi. Selain itu, jika api menjalar mendekati badan jalan, risiko kebakaran kendaraan atau gangguan operasional tol meningkat. Itulah mengapa protokol respons cepat antara operator tol dan Damkarmat menjadi mekanisme standar setiap musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *