Uji Coba MBG Prasmanan di SDN 5 Ngawen Hadirkan Makanan Hangat dan Pilihan Porsi bagi Siswa
Lenterafakta.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pola prasmanan mulai diuji coba di SDN 5 Ngawen, Kabupaten Blora, pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam skema ini, hidangan tidak langsung dibagikan dalam porsi yang telah disiapkan dari awal. Anak-anak datang ke aula, mengantre secara bergiliran, memilih makanan, lalu memasukkannya ke dalam ompreng masing-masing.
Konsep tersebut mendapat respons positif dari siswa yang terlibat dalam pelaksanaan awal. Mereka dapat menentukan pilihan makanan dan mengambil porsi sesuai kebutuhan, dengan tetap mengikuti alur antrean yang telah diatur sekolah. Penyajian di satu lokasi juga membuat proses makan bersama menjadi lebih terorganisasi.
Makanan Disajikan dalam Kondisi Hangat
Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 1, Febrian Candra, menilai model prasmanan memberi keunggulan pada kondisi makanan saat tiba di sekolah. Hidangan dapat disalurkan dan disajikan ketika masih hangat serta segar untuk disantap para siswa.
“Kalau saya lebih suka metode yang seperti ini, makanan diantarkan dalam keadaan hangat segar,” ujar Candra.
Bagi pelaksanaan MBG di lingkungan sekolah, kondisi makanan menjadi bagian penting dari pengalaman penerima manfaat. Penyajian yang dilakukan mendekati waktu makan memungkinkan anak-anak menerima makanan tanpa harus menunggu terlalu lama setelah distribusi selesai. Pola ini juga menghadirkan suasana makan yang berbeda dibanding pembagian ompreng secara langsung ke kelas.
Candra juga melihat adanya nilai pendidikan dalam keterlibatan siswa saat mengambil makanan. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima makanan, tetapi belajar mengikuti giliran, menentukan porsi, dan menjaga keteraturan bersama teman-temannya.
“Siswa bisa ambil sendiri, dan ini bisa menumbuhkan budaya tertib dan disiplin dari siswa, sesuai konsep MBG Jepang, Kyushoku,” tambahnya.
Pengambilan makanan secara mandiri dalam konteks yang terarah dapat menjadi latihan sederhana bagi siswa untuk bertanggung jawab atas pilihan porsinya. Kegiatan tersebut tetap membutuhkan pengawasan agar antrean berjalan lancar dan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati menu yang tersedia.
SDN 5 Ngawen Masuk Lokasi Pelaksana Uji Coba
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, menyampaikan bahwa SDN 5 Ngawen dipilih untuk menjalankan skema ini melalui nota dinas Badan Gizi Nasional (BGN). Penetapan itu tercantum dalam nota dinas Nomor 43 tertanggal 30 September 2026 yang diterbitkan Deputi Sistem Tata dan Kelola.
Dokumen tersebut menetapkan 42 SPPG di berbagai wilayah Indonesia untuk melaksanakan MBG dengan sistem prasmanan. Dengan demikian, kegiatan di SDN 5 Ngawen menjadi bagian dari pengujian pola pelayanan makanan yang diterapkan pada sejumlah titik pelaksana program.
Di lokasi, Artika melihat siswa menyambut format baru tersebut dengan antusias. Kesempatan mengambil makanan sendiri tampak membuat anak-anak lebih tertarik mengikuti rangkaian kegiatan makan bersama di aula.
“Kalau kita lihat anak-anak lebih antusias, lebih senang ketika mereka dapat mengambil makanannya sendiri,” imbuh Artika.
Antusiasme itu juga berkaitan dengan kesempatan siswa menyesuaikan makanan yang diambil. Dalam sistem prasmanan, pilihan porsi dapat disesuaikan dengan kemampuan makan anak, selama prosesnya mengikuti ketentuan pelayanan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi makanan yang tersisa dan tidak habis dikonsumsi.
“Karena bisa disesuaikan sama keinginan ya. Jadi mengambilnya sesuai enggak dibuang-buang atau mubazir,” tambahnya.
Evaluasi Dilakukan Setelah Dua Pekan
Penerapan MBG prasmanan di SDN 5 Ngawen belum menjadi pola permanen. Kegiatan ini masih berada pada tahap uji coba yang dijadwalkan berlangsung selama dua minggu. Selama periode tersebut, pelaksana di lapangan akan mengamati jalannya penyajian, respons siswa, serta hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pengaturan distribusi makanan.
Evaluasi nantinya menjadi dasar laporan dari lokasi pelaksanaan. Keputusan mengenai kelanjutan skema prasmanan berada pada BGN setelah hasil uji coba dihimpun dan ditelaah.
“Untuk uji coba ini dilaksanakan dua minggu. Jadi setelahnya kita akan evaluasi juga, kita laporkan hasil dari lapangan,” ucapnya.
“Untuk selanjutnya kita dari BGN yang langsung untuk melanjutkan atau gimana,” ungkap Artika.
Masa percobaan memberi ruang untuk melihat apakah alur antre, penataan makanan, dan pengambilan porsi dapat berjalan efektif dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Pengalaman siswa, guru, serta petugas penyedia makanan menjadi unsur penting dalam menilai penerapan model tersebut.
Selain mendorong keterlibatan siswa, konsep prasmanan juga diarahkan untuk meminimalkan kejadian yang menonjol, termasuk gangguan pencernaan. Karena itu, pelaksanaan perlu menjaga kebersihan, ketertiban penyajian, dan pengawasan selama makanan dibagikan hingga dikonsumsi.
Uji coba di Blora memperlihatkan bahwa program pemenuhan gizi dapat diterapkan dengan pendekatan yang melibatkan anak secara langsung. Hasil evaluasi dua pekan ke depan akan menentukan apakah pola prasmanan ini dapat dilanjutkan dalam pelaksanaan MBG berikutnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mitra SPPG Blora Suka MBG Prasmanan?
Mitra SPPG Blora Suka MBG Prasmanan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mitra SPPG Blora Suka MBG Prasmanan matter?
Mitra SPPG Blora Suka MBG Prasmanan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

