16 Makanan Paling Bau di Dunia, Ada Durian dan Petai dari Indonesia
16 Makanan Paling Bau di Dunia telah menjadi topik hangat di kalangan pecinta kuliner internasional. Bagi sebagian orang, aroma kuat pada beberapa hidangan
16 Makanan Paling Bau di Dunia: Dari Durian hingga Hakarl
Lenterafakta.com – 16 Makanan Paling Bau di Dunia telah menjadi topik hangat di kalangan pecinta kuliner internasional. Bagi sebagian orang, aroma kuat pada beberapa hidangan bisa membuat nafsu makan berkurang secara drastis. Namun bagi penduduk setempat, kuliner dengan bau khas ini justru menjadi pilihan favorit yang tak tergantikan dalam kehidupan sehari-hari. TasteAtlas, platform panduan kuliner terpercaya, telah menyusun rangkuman terbaru untuk tahun 2026 mengenai enam belas jenis makanan yang dikenal memiliki bau paling tajam di seluruh dunia.
Dalam unggahan resmi melalui platform media sosialnya, lembaga panduan kuliner tersebut membagi kategori intensitas aroma menjadi empat tingkatan yang jelas. Urutannya dimulai dari extreme atau ekstrem, very high atau sangat tinggi, medium-high atau cukup tinggi, hingga moderately strong atau sedang. Klasifikasi ini membantu pembaca memahami tingkat keparahan aroma setiap makanan dengan lebih akurat.
Dua Makanan Indonesia Masuk Daftar Global
Di antara belasan hidangan ekstrem yang berasal dari berbagai penjuru dunia, dua bahan pangan yang sangat akrab bagi lidah Indonesia berhasil menembus daftar ini. Durian dan petai menjadi bukti nyata bahwa kekayaan kuliner Nusantara diakui secara internasional. Kedua makanan ini mewakili tradisi kuliner Asia Tenggara yang telah ada sejak ratusan tahun lalu.
Durian, yang dijuluki sebagai “raja buah” di Asia Tenggara, memiliki aroma yang begitu khas sehingga bisa dikenali dari jarak jauh. Sementara itu, petai atau stink bean juga tidak kalah terkenal dengan bau menyengatnya yang berasal dari senyawa sulfur yang terkandung di dalamnya. Kehadiran kedua makanan ini dalam daftar 16 Makanan Paling Bau di Dunia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kontribusi signifikan dalam dunia kuliner global.
Fermentasi sebagai Kunci Aroma Ekstrem
Kelompok dengan intensitas aroma paling tinggi didominasi oleh produk fermentasi yang telah lama dikenal karena baunya yang menusuk. Surstromming dari Swedia merupakan contoh paling terkenal, berupa ikan haring yang difermentasi dan sering kali harus dibuka di luar ruangan karena aromanya yang begitu menyengat. Proses fermentasi ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.
Islandia juga berkontribusi dengan hakarl, yaitu daging hiu yang melalui proses fermentasi selama berbulan-bulan. Metode ini melibatkan penguburan daging hiu di dalam pasir selama beberapa bulan sebelum dikeringkan. Sementara itu, Korea Selatan menghadirkan hongeo-hoe yang terbuat dari daging ikan pari dengan aroma amonia yang sangat pekat. Greenland tidak kalah dengan kiviak, hidangan tradisional yang berisi ratusan burung laut yang difermentasi di dalam kantong kulit anjing laut yang dikubur di dalam tanah.
Akar Sejarah di Balik Aroma Kuat
Mayoritas makanan dalam daftar ini merupakan hasil fermentasi. Proses ini muncul karena kebutuhan manusia purba untuk mengawetkan hasil tangkapan maupun panen agar tidak membusuk. Tanpa teknik ini, kelaparan bisa menjadi ancaman nyata bagi kehidupan mereka, terutama di daerah dengan musim dingin yang panjang.
Menurut TasteAtlas, sebelum adanya teknologi lemari pendingin, masyarakat mengandalkan fermentasi, penggaraman, atau penguburan makanan sebagai cara bertahan hidup. Hal ini juga tercermin dalam kebiasaan lokal yang telah berlangsung selama berabad-abad. Setiap daerah mengembangkan metode fermentasi unik sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia di wilayah mereka.
“Para pembuat anggur di Prancis membasuh pinggiran keju hingga ditumbuhi bakteri. Para pemburu di Kutub Utara memasukkan burung laut ke dalam kulit anjing laut (kiviak) agar dapat bertahan melewati musim dingin,” tulis TasteAtlas pada Instagram resminya @tasteatlas yang dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Tidak hanya makanan fermentasi, buah-buahan dan biji-bijian yang memiliki bau alami juga turut masuk dalam kategori ini. Aroma tajam tersebut merupakan upaya murni manusia untuk bertahan hidup sekaligus warisan kebiasaan lokal yang tak lekang oleh waktu. Setiap makanan memiliki cerita unik yang berkaitan dengan sejarah dan budaya masyarakat asalnya.
Frequently Asked Questions
Apa itu TasteAtlas? TasteAtlas adalah platform panduan kuliner internasional yang menyediakan informasi tentang makanan dan minuman dari berbagai negara di dunia.
Mengapa durian dan petai masuk dalam daftar makanan paling bau? Durian dan petai mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan aroma khas dan kuat. Durian memiliki aroma yang sangat khas, sementara petai mengandung senyawa sulfur yang menghasilkan bau menyengat.
Berapa lama proses fermentasi surstromming? Proses fermentasi surstromming bisa berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung pada metode dan kondisi penyimpanan.
Apakah semua makanan dalam daftar ini berasal dari negara yang sama? Tidak, 16 Makanan Paling Bau di Dunia mencakup berbagai negara dari seluruh dunia, termasuk Swedia, Islandia, Korea Selatan, Greenland, Prancis, dan Indonesia.
Bagaimana cara mengatasi bau makanan fermentasi? Beberapa cara untuk mengatasi bau makanan fermentasi termasuk membuka jendela untuk sirkulasi udara, menggunakan masker, atau mengonsumsi makanan di luar ruangan. Beberapa orang juga terbiasa dengan aroma tersebut setelah beberapa waktu.
