2 Tol di Jawa Disiapkan Jadi Landasan Darurat Jet Tempur, Ini Lokasinya
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mempersiapkan dua ruas jalan tol di Pulau Jawa untuk keperluan uji coba pendaratan pesawat
Dua Jalan Tol di Jawa Siap Jadi Landasan Pesawat Tempur Saat Darurat
Lenterafakta.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mempersiapkan dua ruas jalan tol di Pulau Jawa untuk keperluan uji coba pendaratan pesawat tempur dalam keadaan darurat. Menteri PUPR, Dody Hanggodo, mengonfirmasi bahwa kedua ruas tersebut berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Lokasi Pertama: Tol Prosiwangi di Situbondo
Ruas jalan tol pertama yang dipilih adalah Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi, atau yang lebih dikenal dengan nama Tol Prosiwangi. Fokus persiapan saat ini berada di kawasan Situbondo. Dody Hanggodo menyampaikan perkembangan terbaru mengenai persiapan tersebut:
“Terus kemudian Situbondo di (Tol) Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) itu sedang kita siapkan,” ujar Dody, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/7/2026).
Lokasi Kedua: Japek II Selatan
Selain Prosiwangi, ruas lainnya yang diproyeksikan sebagai lokasi uji coba adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Menurut penjelasan Dody, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menyediakan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan nasional ketika situasi darurat terjadi.
Menurut menteri tersebut, terdapat beberapa ruas jalan tol yang memang telah diamanatkan untuk dapat digunakan sebagai landasan pendaratan jet tempur. Hal ini dilakukan khusus manakala kondisi darurat melanda.
Pertimbangan Teknis dan Manfaat Tambahan
Meskipun demikian, Dody menegaskan bahwa tidak seluruh jalan tol di Indonesia dapat digunakan sebagai landasan darurat. Pemilihan ruas tol harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis, termasuk keberadaan jalan layang atau overpass yang berpotensi menghambat proses pendaratan maupun lepas landas pesawat.
Uji coba pendaratan jet tempur juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penilaian kelayakan jalan tol. Dody menjelaskan bahwa keberhasilan pengujian berpotensi meningkatkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bagi ruas jalan tol yang menjadi lokasi uji coba.
Uji Coba Sebelumnya dan Rencana Pengembangan
Sebelumnya, uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara telah dilaksanakan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung atau yang dikenal sebagai Tol Terpeka. Setelah uji coba tersebut berhasil, Menteri Pertahanan meminta agar pengujian serupa dilakukan di ruas lain di Sumatera.
Salah satu lokasi yang kemungkinan akan dipilih adalah Jalan Tol Sigli-Banda Aceh. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebelumnya menilai bahwa keberhasilan uji coba di Tol Terpeka menunjukkan pentingnya perancangan infrastruktur yang memiliki lebih dari satu fungsi.
Selain mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi, jalan tol juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang pertahanan negara dalam kondisi tertentu. Menurut AHY, Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah yang luas. Oleh sebab itu, setiap daerah dan pulau dinilai perlu mengoptimalkan keberadaan infrastruktur untuk mendukung kebutuhan strategis nasional.
Perencanaan pembangunan yang matang menjadi faktor penting agar infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Sumatera dapat memiliki fungsi tambahan di luar fungsi utamanya sebagai jalur transportasi.
