Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan, Indonesia Dekati Peringkat 100

Barbara Rodriguez - lenterafakta.com 3 mins read

Penilaian global terbaru mengungkapkan bahwa Indonesia berada di posisi 96 dari total negara yang diukur dalam indeks kesejahteraan perempuan. Laporan ini

30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan, Indonesia Dekati Peringkat 100

30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan: Indonesia di Peringkat 96

Lenterafakta.com – Penilaian global terbaru mengungkapkan bahwa Indonesia berada di posisi 96 dari total negara yang diukur dalam indeks kesejahteraan perempuan. Laporan ini menyoroti bahwa 30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan didominasi oleh negara-negara Nordik yang konsisten meraih skor tinggi. Georgetown Institute for Women, Peace, and Security (GIWPS) menerbitkan Woman Peace and Security Index atau WPS Index yang menggunakan 13 indikator kunci untuk mengevaluasi kondisi perempuan di seluruh dunia.

Indeks ini mengukur tiga dimensi utama, yaitu inklusi, keadilan, dan keamanan. Setiap negara diberikan nilai antara nol hingga satu, dengan satu sebagai representasi kondisi ideal dan nol menunjukkan situasi terburuk. Denmark memimpin peringkat dengan skor impresif sebesar 0,939, diikuti oleh Islandia, Norwegia, Swedia, dan Finlandia. Kelima negara Nordik ini menunjukkan performa luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan perempuan.

Analisis Posisi Indonesia dalam Indeks Global

Indonesia mencatatkan nilai 0,678 yang menempatkan negara di peringkat ke-96. Posisi ini berada di bawah beberapa negara seperti Seychelles, Suriname, Malaysia, Laos, Tonga, dan Gabon. Meskipun belum masuk dalam kategori 30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan, skor Indonesia menunjukkan tren positif dibandingkan negara-negara di bagian bawah tabel. Kondisi ini mencerminkan kemajuan yang telah dicapai dalam berbagai sektor penting.

Di sisi lain, negara-negara Afrika mendominasi peringkat terbawah dalam indeks ini. Uganda, Malawi, dan Mauritania menjadi contoh negara dengan skor yang relatif rendah. Selain itu, negara yang mengalami konflik bersenjata seperti Myanmar dan Suriah juga menempati posisi bawah. Afghanistan tercatat sebagai negara dengan peringkat paling rendah, hanya meraih skor 0,279 dari total skor maksimal.

Indikator dan Metodologi Penilaian

Menurut VisualCapitalist yang memuat laporan pada Minggu (26/7/2026), negara-negara Nordik juga memiliki tingkat kekerasan yang relatif rendah. Lembaga publik yang kuat serta jaring pengaman sosial yang luas turut berkontribusi terhadap kesetaraan gender sepanjang siklus hidup perempuan. 13 indikator yang digunakan mencakup berbagai aspek mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga partisipasi politik perempuan.

Indeks WPS memberikan gambaran komprehensif tentang sejauh mana suatu negara mendukung perempuan dalam menjalani kehidupan, berkarier, dan berkembang. Skor mendekati satu menunjukkan lingkungan yang sangat kondusif, sementara skor mendekati nol mencerminkan tantangan besar yang dihadapi perempuan di negara tersebut. Indonesia masih memiliki ruang untuk peningkatan dalam beberapa indikator kunci.

Indeks tersebut menggunakan 13 indikator yang mencakup inklusi, keadilan, dan keamanan perempuan untuk menghasilkan skor akhir yang komprehensif.

Berikut rangkuman 30 negara dengan kesejahteraan perempuan terbaik beserta skor indeks masing-masing. Data ini memberikan gambaran jelas tentang standar global yang perlu dicapai oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan.

Berbagai faktor seperti akses pendidikan, kesempatan kerja, perlindungan hukum, dan representasi politik menjadi penentu utama dalam peringkat ini. Indonesia masih perlu memperkuat beberapa aspek untuk mendekati posisi yang lebih baik dalam kategori 30 Negara Terbaik untuk Kesejahteraan Perempuan.

Dan untuk informasi lebih lengkap mengenai peringkat Indonesia serta perbandingan dengan negara lain, data dari GIWPS dapat diakses melalui laman resmi lembaga tersebut. Laporan ini menjadi referensi penting bagi para pembuat kebijakan dan masyarakat umum dalam memahami kondisi perempuan secara global.

Join the discussion