Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

5 Kebiasaan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar, Salah Satunya Duduk Terlalu Lama

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

```html 5 Kebiasaan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

5 Kebiasaan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar, Salah Satunya Duduk Terlalu Lama

Lenterafakta.com – “`html 5 Kebiasaan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar

5 Kebiasaan Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar: Kenali Sejak Dini

Kanker usus besar atau kanker kolorektal merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sering kali tidak menunjukkan gejala signifikan pada tahap awal perkembangannya. Banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor risiko menjadi sangat penting untuk pencegahan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 5 kebiasaan bisa tingkatkan risiko kanker usus besar secara signifikan. Pashtoon Kasi, Direktur Medis Onkologi Gastrointestinal di City of Hope’s Orange County Lennar Foundation Cancer Center, menekankan bahwa deteksi dini memegang peranan krusial mengingat sifat penyakit yang sering kali asimtomatik.

“Penting untuk diingat bahwa seringkali kanker kolorektal tidak memiliki gejala, itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter Anda sangat penting,” kata Kasi, dikutip dari Antara, Jumat (24/7/2026).

1. Duduk Terlalu Lama dan Kurang Bergerak

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik dan kebiasaan duduk berkepanjangan telah dikaitkan dengan naiknya peluang terkena kanker kolorektal. Steven A. Lee-Kong, Kepala Bedah Kolorektal di Hackensack University Medical Center, menjelaskan bahwa kurang bergerak dapat menyebabkan resistensi insulin, peradangan kronis tingkat rendah, serta penumpukan lemak tubuh. Semua kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan usus besar. American Cancer Society merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit setiap minggunya. Selain itu, periode duduk yang panjang sebaiknya diselingi dengan berdiri, melakukan peregangan, atau berjalan kaki singkat.

2. Pola Makan Rendah Serat

Konsumsi serat yang kurang dapat menyebabkan sisa makanan bertahan lebih lama di dalam usus besar. Hal ini memberikan kesempatan lebih besar bagi senyawa berbahaya untuk berinteraksi dengan sel-sel usus. Selain itu, kurangnya serat juga menurunkan produksi asam lemak rantai pendek seperti butirat yang berfungsi menjaga kesehatan sel usus besar dan mengatur peradangan.

“Serat menyediakan energi untuk sel-sel usus besar kita dan membantu menjaga kelancaran saluran pencernaan,” ujar ahli gastroenterologi Lance Uradomo.

Untuk meningkatkan asupan serat, disarankan mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, dan gandum utuh secara rutin. Pola makan tinggi serat tidak hanya membantu mencegah kanker, tetapi juga meningkatkan kesehatan pencernaan secara keseluruhan.

3. Konsumsi Alkohol Secara Rutin

Minum anggur, bir, atau minuman beralkohol lainnya secara teratur dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal. Proses pemecahan etanol oleh tubuh menghasilkan asetaldehida, senyawa karsinogenik yang berpotensi merusak DNA. Alkohol juga meningkatkan stres oksidatif dan mengganggu fungsi folat yang berperan dalam perbaikan DNA. Walaupun risiko tertinggi ditemukan pada orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, konsumsi dalam jumlah ringan dan sedang juga tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko. Mengurangi konsumsi alkohol menjadi salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan.

4. Kebiasaan Merokok

Zat karsinogen dalam rokok tidak hanya memengaruhi paru-paru, tetapi juga jaringan tubuh lainnya, termasuk usus besar. Lee-Kong mengatakan, bahan kimia dalam rokok dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan polip prakanker. Orang yang kesulitan berhenti merokok disarankan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker mengenai terapi, obat-obatan, maupun konseling. Merokok merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dikendalikan untuk menurunkan peluang terkena berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus besar.

5. Menunda Pemeriksaan Medis

Keterlambatan dalam menjalani pemeriksaan dapat membuat perubahan prakanker atau kanker stadium awal berkembang tanpa diketahui. American Cancer Society merekomendasikan skrining kanker kolorektal bagi orang dewasa dengan risiko rata-rata mulai usia 45 tahun. Pemeriksaan juga perlu dilakukan lebih awal apabila seseorang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal, polip, penyakit radang usus, atau sindrom genetik tertentu. Gejala seperti darah pada tinja, perubahan kebiasaan buang air besar, nyeri perut berkepanjangan, dan penurunan berat badan tanpa sebab perlu segera diperiksakan ke dokter, berapa pun usia penderitanya.

Dengan memahami bahwa 5 kebiasaan bisa tingkatkan risiko kanker usus besar, kita dapat mengambil langkah preventif yang tepat. Perubahan gaya hidup sederhana seperti meningkatkan aktivitas fisik, memperbaiki pola makan, dan menjalani pemeriksaan rutin dapat membantu menurunkan risiko secara signifikan. Kesehatan usus besar adalah investasi jangka panjang yang perlu dijaga sejak dini.

“`

Join the discussion