5 Sekolah dan Kampus Baru Dibangun di Era Presiden Prabowo
Pemerintah Indonesia tengah melaksanakan pembangunan besar-besaran di bidang pendidikan selama masa jabatan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini merupakan
Lima Institusi Pendidikan Baru Muncul di Masa Kepemimpinan Prabowo
Lenterafakta.com – Pemerintah Indonesia tengah melaksanakan pembangunan besar-besaran di bidang pendidikan selama masa jabatan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita ke-4 yang bertujuan menciptakan generasi sumber daya manusia berkualitas tinggi. Pernyataan tegas mengenai hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat memperingati Hari Guru Nasional tahun 2025. Melalui keputusan politik tersebut, sektor pendidikan ditetapkan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
“Memang pembangunan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di bangsa itu. Karena itu setiap negara yang berhasil harus investasi besar-besaran dalam bidang pendidikan, dan sesungguhnya elit politik bangsa Indonesia sudah mengambil keputusan politik untuk investasi besar-besaran di bidang pendidikan,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari situs resmi presiden pada Jumat (28/11/2026).
Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu
Program Sekolah Rakyat modern mulai dirintis pada 14 Juli 2025 setelah didirikan secara resmi pada 27 Maret 2025, lalu diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026. Konsep utamanya adalah sistem asrama yang menampung siswa berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi desil 1 hingga 2. Kementerian Sosial mencatat bahwa jumlah peserta didik mencapai sekitar 45.000 orang pada tahun 2026, setelah pemerintah menambah alokasi sebanyak 30.000 siswa untuk tahun ajaran baru.
“Tahun lalu ada lebih dari 15 ribu siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini kita menambah alokasi menjadi 30 ribu siswa. Sampai tahun ini diperkirakan ada sekitar 45 ribu siswa Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas,” katanya, dikutip dari Antara, Kamis (23/6/2026).
Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan yang belum bersekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah. Hingga saat ini, 100 titik pembangunan telah berjalan dengan kapasitas setiap gedung dapat menampung lebih dari 2.000 hingga sekitar 2.500 siswa.
SMA Unggul Garuda dan SMA Terintegrasi Nasional
SMA Unggul Garuda merupakan program pendidikan menengah atas unggulan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini bertujuan mencetak talenta berdaya saing global di bidang sains dan teknologi (STEM) agar bisa menembus perguruan tinggi terbaik dunia. Program ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda Transformasi. Seluruhnya untuk menjaring siswa berprestasi. Sekolah berbasis asrama dengan kurikulum internasional ini sudah memiliki 30 sekolah yang terdaftar.
Di sisi lain, SMA Terintegrasi Nasional (SNT) menawarkan model pembelajaran yang berbeda. Berbeda dengan Sekolah Rakyat dan SMA Unggul Garuda yang berbasis asrama, SMA Terintegrasi Nasional hanya belajar sesuai jam reguler. Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Jumat (30/7/2026), persamaan dengan dua sekolah di atas, sama-sama tidak dipungut biaya. Namun, sekolah ini ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari seluruh kelompok masyarakat secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang sosial ekonomi. Sekolah ini sasarannya adalah siswa SMP dan SMA.
Kampus Baru untuk Calon Pemimpin BUMN
Pada era Presiden Prabowo Subianto ini, juga ada rencana membangun perguruan tinggi. Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia menyiapkan talenta unggul melalui Danantara Corporate University. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan ia berharap akan lahir generasi pemimpin BUMN yang profesional dan berintegritas.
“Kita siapkan talenta unggul, berwawasan global, dan mampu membawa BUMN Indonesia menjadi pemain kelas dunia,” kata Dony, dikutip dari Antara pada Rabu (10/7/2026).
Baru-baru ini Presiden Prabowo melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia. Universitas Republik Indonesia (URI) akan berfokus pada penguatan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) guna mendukung pengemban
