Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

AHA: Minum Kopi hingga 5 Cangkir Sehari Aman, Bisa Turunkan Risiko Penyakit

Susan Jones - lenterafakta.com 3 mins read

AHA - Profesor Nutrisi dan Epidemiologi Fredrick J. Stare, Frank Hu dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyampaikan pandangan penting mengenai

AHA: Minum Kopi hingga 5 Cangkir Sehari Aman, Bisa Turunkan Risiko Penyakit

Konsumsi Kopi hingga Lima Cangkir Sehari: Pandangan Terbaru dari AHA

Lenterafakta.com – AHA – Profesor Nutrisi dan Epidemiologi Fredrick J. Stare, Frank Hu dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menyampaikan pandangan penting mengenai kebiasaan minum kopi. Ia menekankan bahwa temuan terbaru tidak serta-merta mengajak mereka yang belum terbiasa mengonsumsi kopi untuk langsung memulai.

“Saya kira kita belum sampai pada tahap merekomendasikan orang yang tidak minum kopi untuk mulai minum kopi sebagai strategi pencegahan,” jelas Hu dalam pernyataannya.

Menurut Hu, data yang ada justru memberikan kelegaan bagi para penikmat kopi yang sudah memiliki kebiasaan tersebut. Ia menambahkan bahwa konsumsi dua hingga lima cangkir setiap hari bukan hanya aman, tetapi juga berpotensi menyehatkan dalam konteks menurunkan risiko penyakit kronis tertentu.

Hasil Studi Jangka Panjang

Para peneliti AHA memanfaatkan data dari studi kohort berskala besar, termasuk Nurses Health Study dan Health Professionals Follow-Up Study. Pengamatan selama beberapa dekade ini menunjukkan bahwa partisipan yang membatasi asupan kopi mereka dalam rentang dua hingga lima cangkir per hari tidak mengalami dampak negatif jangka panjang terhadap tekanan darah maupun irama jantung.

Berdasarkan pernyataan resmi AHA yang dirilis pada Rabu (29/7/2026), konsumsi kopi berkafein hingga lima cangkir ukuran 8 ons (sekitar 235 ml) per hari dikaitkan dengan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, gagal jantung, hingga stroke.

Mekanisme Manfaat Kesehatan

Hu menjelaskan bahwa terdapat beberapa hipotesis di balik munculnya manfaat kopi untuk kesehatan ini, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan mekanisme pastinya.

“Kopi tidak hanya mengandung kafein, tetapi juga berbagai senyawa bioaktif seperti polifenol yang mungkin memiliki manfaat kesehatan,” kata Hu.

“Studi telah menunjukkan bahwa metabolisme polifenol oleh bakteri usus menghasilkan metabolit yang bermanfaat, yaitu senyawa kimia molekul kecil yang dihasilkan oleh bakteri, yang dapat mengurangi stres oksidatif dan mengurangi peradangan kronis, serta bahkan mungkin memiliki efek menguntungkan pada sensitivitas insulin,” lanjutnya.

Selain polifenol, kopi juga mengandung asam klorogenat (chlorogenic acid) dalam jumlah tinggi. Senyawa kimia ini terbukti mampu mengurangi penyerapan glukosa dan meningkatkan metabolisme glukosa di dalam tubuh. Menurut Hu, kandungan senyawa bermanfaat ini ditemukan baik pada kopi biasa maupun varian kopi tanpa kafein (decaf).

Minuman Berenergi Tidak Termasuk Rekomendasi

Di sisi lain, Hu menegaskan bahwa manfaat kopi untuk kesehatan ini tidak berlaku untuk minuman berenergi (energy drinks), meskipun minuman tersebut juga menjadi sumber kafein yang populer bagi banyak orang. Minuman berenergi tidak termasuk dalam rekomendasi positif AHA.

“Minuman berenergi biasanya mengandung kafein dalam jumlah yang jauh lebih tinggi dan juga gula tambahan dalam jumlah yang sangat tinggi, taurin, serta zat stimulasi lainnya, sehingga potensi bahayanya tidak hanya berasal dari kafein dosis tinggi, tetapi juga komponen lainnya,” tutur Hu.

“Selain itu, jenis minuman tersebut tidak mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi bermanfaat seperti polifenol,” jelasnya.

Panduan Praktis Konsumsi

Untuk orang dewasa yang sehat, AHA menyarankan batas asupan kafein harian tidak melebihi maksimal 400 miligram per hari. Sebagai perbandingan, satu kaleng minuman berenergi merek Bang Energy ukuran 16 ons mengandung 300 miligram kafein. Sementara merek populer lainnya seperti Celsius dan Prime Energy mengandung sekitar 200 miligram kafein per porsi.

Hu juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan ukuran porsi serta bahan campuran saat meracik atau membeli kopi.

“Jika Anda menggunakan cangkir standar 12 ons, itu akan setara dengan tiga cangkir per hari. Tidak seperti latte berukuran besar yang Anda dapatkan dari Starbucks,” kata Hu.

Penambahan pemanis atau krimer secara berlebihan juga dinilai dapat merusak nilai gizi dari minuman kopi itu sendiri.

“Dan kami telah menemukan bahwa jika Anda menambahkan terlalu banyak gula dan krimer, Anda dapat mengencerkan manfaat kesehatan dari kopi. Hal ini, sesuatu yang menurut saya perlu kita waspadai,” ujar Hu.

Join the discussion