Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Ahli Saraf UCLA Ungkap 6 Kebiasaan Sederhana agar IQ Tinggi dan Pikiran Tetap Tajam

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Alex Korb, seorang profesor sekaligus ahli saraf terkemuka dari University of California, Los Angeles (UCLA), telah mengidentifikasi beberapa rutinitas harian

Ahli Saraf UCLA Ungkap 6 Kebiasaan Sederhana agar IQ Tinggi dan Pikiran Tetap Tajam

Ahli Saraf UCLA Ungkap 6 Kebiasaan untuk IQ Tinggi

Lenterafakta.com – Alex Korb, seorang profesor sekaligus ahli saraf terkemuka dari University of California, Los Angeles (UCLA), telah mengidentifikasi beberapa rutinitas harian yang diyakini dapat meningkatkan kemampuan kognitif secara signifikan. Pendekatan yang ia kembangkan ini mencakup berbagai aspek fungsi otak yang berkaitan langsung dengan kecerdasan intelektual serta menjaga ketajaman pikiran dalam jangka panjang. Menurut hasil penelitiannya, pola-pola kebiasaan sederhana ini mampu menekan tingkat stres secara efektif, mempertahankan kesehatan mental, dan memastikan fokus serta motivasi tetap stabil sepanjang hari.

Temuan menarik ini muncul di tengah maraknya tren media sosial yang terus-menerus mendorong masyarakat untuk bangun pukul 05.00 pagi, berendam air dingin, dan menjalani jadwal harian yang sangat ketat tanpa terkecuali. Korb berpendapat bahwa memaksakan diri mengikuti rutinitas yang terlalu kaku justru dapat memicu tekanan berlebihan dan meningkatkan potensi burnout secara drastis. Otak sebenarnya tidak memerlukan disiplin yang berlebihan untuk berfungsi secara optimal dan mencapai potensi maksimalnya.

1. Aktivitas Fisik Ringan yang Konsisten

Berbeda dengan anggapan umum yang sering dikaitkan dengan olahraga berat untuk kesehatan otak, Korb tidak bergantung pada latihan intensif untuk menjaga kesehatan kognitifnya. Ia lebih memilih melakukan gerakan fisik ringan secara rutin setiap hari sebagai bagian dari gaya hidupnya. Dalam tulisannya yang populer, ia menyebutkan:

“Hampir setiap pagi, saya melakukan yoga selama sekitar satu setengah menit dan 20 kali push-up sebelum sarapan.”

Selain itu, ia memanfaatkan waktu istirahat kerja untuk berjalan kaki singkat. Aktivitas sehari-hari seperti naik tangga, membawa belanjaan, atau membersihkan rumah juga ia anggap sebagai bentuk latihan yang sangat bermanfaat. Gerakan kecil yang dilakukan secara konsisten dinilai dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus fungsi kognitif otak secara bersamaan.

2. Menikmati Aktivitas yang Disukai Setiap Hari

Korb menyarankan agar kegiatan yang menyenangkan tidak selalu ditunda sebagai hadiah setelah semua pekerjaan selesai. Sebaliknya, ia menganjurkan setiap orang meluangkan waktu harian untuk melakukan hal yang disukai, seperti membaca buku, bermain musik, menonton film, atau berolahraga ringan. Pengalaman menyenangkan ini dapat mengaktifkan sistem penghargaan di otak sekaligus menurunkan hormon stres, sehingga membantu menjaga motivasi secara alami.

3. Pekerjaan yang Memiliki Tujuan dan Makna

Menurut Korb, tidak semua aktivitas bernilai akan terasa menyenangkan ketika dijalani. Namun, pekerjaan yang memiliki tujuan dan makna dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang. Ia mencontohkan membangun bisnis, membantu orang lain, atau menulis buku sebagai aktivitas bermakna. Meski sering terasa sulit dan membutuhkan waktu lama, aktivitas tersebut dapat memberikan rasa tujuan hidup yang lebih kuat dibandingkan kepuasan sesaat.

4. Membagi Target Menjadi Langkah Kecil

Korb menilai banyak orang kehilangan motivasi karena hanya berfokus pada hasil akhir yang jauh. Padahal, kemajuan kecil juga merupakan bagian dari proses yang patut diapresiasi setiap hari. Untuk membantu menjaga motivasi, ia membagi target besar menjadi tugas-tugas yang lebih kecil dan terukur. Salah satu metode yang digunakan adalah teknik Pomodoro, yakni bekerja fokus selama 25 menit, kemudian beristirahat sejenak. Menurutnya, setiap tugas yang berhasil diselesaikan merupakan pencapaian yang dapat mendorong otak tetap termotivasi.

5. Menjaga Hubungan Sosial

Di tengah tuntutan untuk selalu produktif, Korb mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang lain secara konsisten. Menurutnya, manusia membutuhkan interaksi sosial untuk menjaga kesehatan mental yang optimal. Menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, atau orang terdekat dapat membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menjaga kestabilan emosi sepanjang hari.

6. Istirahat yang Cukup

Korb menegaskan bahwa istirahat bukanlah tanda kemalasan atau kelemahan. Ia mengibaratkan otak seperti tubuh seorang atlet yang membutuhkan waktu pemulihan agar dapat bekerja secara optimal setiap hari. Karena itu, tidur yang cukup dan waktu untuk beristirahat merupakan bagian penting dalam menjaga fungsi otak dan mencegah kelelahan mental.

Di tengah budaya hustle yang mengagungkan kesibukan tanpa henti, Korb menilai seseorang tidak perlu memiliki rutinitas yang sempurna agar tetap tajam secara mental. Kebiasaan sederhana seperti rutin bergerak, melakukan aktivitas yang bermakna dan menyenangkan, menjaga hubungan sosial, serta beristirahat dengan cukup justru lebih penting bagi kesehatan otak dibandingkan sekadar bangun sebelum Matahari terbit setiap hari.

Join the discussion