Airlangga Ungkap Cara Menentukan Desil Bansos
Lenterafakta.com – Airlangga Ungkap Cara Menentukan Desil Bansos bukan semata-mata berdasarkan besaran gaji atau penghasilan bulanan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (20/8/2026). Ia menegaskan bahwa pemerintah kini memakai pendekatan multidimensi untuk menempatkan setiap keluarga ke dalam kelompok desil yang sesuai, dengan mengacu pada dua sumber data utama: survei ekonomi yang tengah berlangsung serta Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Landasan Data: DTSEN dan Survei Ekonomi Berjalan
Dalam penjelasannya, Airlangga menekankan bahwa klasifikasi desil ekonomi sebelumnya bertumpu pada satu basis data, yakni DTSEN. Namun, untuk keperluan bantuan sosial (bansos) saat ini, pemerintah menggabungkan DTSEN dengan hasil survei ekonomi yang sedang dilaksanakan di lapangan. Pendekatan ganda ini dimaksudkan agar gambaran kesejahteraan warga tidak membeku pada satu titik waktu tertentu.
“Saat ini sedang dilakukan survei ekonomi. Kemarin, khusus untuk desil ekonomi itu basisnya di DTSEN, dan sekarang kebijakan untuk bansos itu menggunakan satu data dari DTSEN.”
Airlangga menambahkan bahwa data sosial-ekonomi bersifat dinamis. Pergeseran pekerjaan, perubahan status tempat tinggal, perolehan atau kehilangan aset, serta faktor kesejahteraan lainnya dapat menggeser posisi seseorang dari satu desil ke desil lain dalam waktu singkat. Karena itu, pemerintah memilih menunggu hasil survei terkini sebelum melakukan pembaruan klasifikasi, sehingga kebijakan bansos tetap selaras dengan kondisi riil masyarakat.
“Sekarang survei ekonomi sedang dilakukan, nanti kita lihat datanya seperti apa. Data, kan, sifatnya dinamis. Surveinya sedang dilakukan.”
Variabel yang Diperhitungkan di Balik Angka Desil
Berdasarkan data Cek Bansos yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos), penentuan desil tidak pernah berdiri di atas satu variabel tunggal. Sejumlah indikator dinilai secara simultan, meliputi jenis pekerjaan yang ditekuni, tingkat pendidikan kepala keluarga maupun anggota rumah tangga, kondisi fisik tempat tinggal, kapasitas daya listrik yang terpakai, serta kepemilikan aset produktif maupun konsumtif. Dengan menggabungkan seluruh variabel tersebut, pemerintah memperoleh potret kesejahteraan keluarga secara utuh, bukan sekadar satu angka pendapatan bulanan.
Airlangga Ungkap Cara Menentukan Desil Bansos dengan pendekatan ini agar tidak ada keluarga yang terlewat dari jaring pengaman sosial, sekaligus mencegah penyalahgunaan program oleh pihak yang sebenarnya tidak membutuhkan. Transparansi variabel juga memudahkan masyarakat memahami mengapa satu rumah tangga masuk ke desil tertentu sementara rumah tangga lain dengan penghasilan serupa justru berada di desil berbeda.
Peta Desil dan Implikasi Kebijakan Perlindungan Sosial
Setiap kelompok desil membawa konsekuensi kebijakan yang spesifik. Warga yang terklasifikasi pada desil 1 hingga desil 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta program sembako bulanan. Mereka yang menempati desil 5 berpeluang menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), sehingga iuran BPJS Kesehatan mereka ditanggung negara. Adapun desil 6 sampai desil 10 menandakan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi; desil 10 secara khusus mewakili 10 persen keluarga berkecukupan tertinggi di Indonesia.
Pembaruan peta desil dilakukan secara berkala seiring selesainya siklus survei ekonomi. Dengan demikian, keluarga yang kondisinya memburuk dapat masuk kembali ke desil bawah dan memperoleh akses program perlindungan, sementara keluarga yang kesejahteraannya meningkat akan keluar dari daftar penerima secara otomatis.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Penentuan Desil Bansos
Apakah penghasilan satu-satunya faktor yang menentukan desil? Bukan. Selain penghasilan, pemerintah mempertimbangkan jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, kapasitas daya listrik, dan kepemilikan aset secara bersamaan.
Bagaimana jika kondisi ekonomi keluarga berubah drastis? Data bersifat dinamis. Pemerintah menunggu hasil survei ekonomi terbaru sebelum memperbarui klasifikasi, sehingga perubahan kondisi akan tercermin pada siklus pembaruan berikutnya.
Apakah masyarakat dapat mengecek posisi desil keluarganya? Ya. Warga dapat menggunakan layanan Cek Bansos milik Kemensos untuk melihat apakah rumah tangganya terdaftar sebagai penerima program bansos dan pada desil berapa ia terklasifikasi.
Kapan pembaruan data desil dilakukan? Pembaruan mengikuti siklus survei ekonomi yang dilaksanakan secara berkala oleh pemerintah. Airlangga menegaskan bahwa survei sedang berjalan dan hasilnya akan menjadi dasar pembaruan klasifikasi berikutnya.
