Desakan Pemilu di Tengah Perang: Mantan Menteri Pertahanan Ukraina Tantang Status Quo
Lenterafakta.com – Sebuah pidato video yang diunggah ke YouTube pada Selasa (18/8/2026) mengguncang lanskap politik Ukraina. Mykhailo Fedorov, mantan Menteri Pertahanan berusia 35 tahun, secara terbuka menyerukan pelaksanaan pemilihan umum presiden meskipun negara itu masih terjebak dalam konflik bersenjata. Seruan ini menjadi tuntutan pertama dari seorang tokoh politik utama Ukraina sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022.
Perlu dicatat bahwa hukum Ukraina secara eksplisit melarang penyelenggaraan pemilu selama masa perang berlaku. Namun Fedorov berargumen bahwa justru kondisi inilah yang menuntut pembaruan demokrasi. Ia menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi politik dan tata kelola pemerintahan di negaranya.
“Demokrasi tidak boleh disandera oleh Rusia,” ujar Fedorov, sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (18/8/2026).
“Kita harus menemukan mekanisme hukum yang aman dan realistis yang memungkinkan Ukraina memperbarui proses demokrasi secara penuh, bahkan dalam kondisi perang yang berkepanjangan,” tambahnya.
Korupsi dan Krisis Pemerintahan
Tanpa menyebut nama spesifik, Fedorov melontarkan kritik tajam terhadap praktik korupsi di kalangan pejabat yang dinilainya menghambat upaya perang Ukraina. Ia juga menyebut negara itu tengah dilanda krisis pemerintahan yang bersifat sistemik.
“Sistem lama terlalu sering hidup dengan aturannya sendiri. Sistem itu melindungi dirinya sendiri dan takut akan perubahan,” katanya mengakhiri pidato tersebut.
Jejak Politik dan Pemecatan
Fedorov merupakan sekutu lama Presiden Volodymyr Zelenskiy dan satu-satunya anggota tersisa dari kabinet pertama Zelenskiy yang dibentuk pada 2019. Perannya memimpin Kementerian Transformasi Digital menjadikannya salah satu pelopor pemanfaatan perang nirawak (drone) yang mengubah dinamika pertempuran di Ukraina sejak 2022.
Profil nasionalnya melonjak drastis setelah penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan pada bulan Januari. Berbeda dengan pendahulunya, ia secara terbuka memaparkan strategi mengalahkan Rusia melalui perang konfrontatif (attrition) dan keunggulan teknologi, sekaligus berjanji melakukan pembenahan berbasis data.
“Rakyat kita sudah lama siap untuk negara yang berbeda. Kini negara kita harus menjadi pantas bagi rakyatnya,” katanya.
Namun, hanya enam bulan setelah pengangkatannya, Fedorov dipecat pada bulan Juli. Ia sendiri menyatakan bahwa tanggung jawab Kementerian Pertahanan atas pembelian peralatan bernilai miliaran dolar turut memicu pemecatannya. Zelenskiy menjelaskan bahwa pemecatan itu disebabkan ketidakmampuan Fedorov bekerja sama dengan Panglima Angkatan Bersenjata Oleksandr Syrskyi.
Keretakan dan Reaksi Publik
Tak lama setelah dipecat, Fedorov secara terbuka mengkritik Syrskyi, membongkar keretakan tajam di antara keduanya serta perbedaan visi mengenai jalannya perang. Pemecatan itu memicu gelombang reaksi publik: ribuan warga Ukraina turun ke jalan menuntut pemberhentian Syrskyi, yang dinilai bersalah atas besarnya korban jiwa di garis depan. Di bawah tekanan publik, Zelenskiy kemudian memecat sang panglima militer.
Unjuk rasa mendukung Fedorov terus berlangsung selama sebulan terakhir. Meski intensitas awalnya sedikit mereda, aksi tersebut masih rutin dihadiri sekitar dua ribu orang di Kyiv. Jajak pendapat terbaru menunjukkan mantan menteri tersebut dapat dengan mudah mengalahkan Zelenskiy dalam pemungutan suara putaran kedua (head-to-head), meskipun ia tidak menyatakan dalam pidatonya bahwa akan bertarung dalam pemilu.
Pernyataan Fedorov muncul hanya beberapa jam setelah Zelenskiy mengonfirmasi bahwa ia telah meminta parlemen mengesahkan Menteri Pertahanan baru, Yevhenii Khmara, pada hari Rabu (19/8/2026). Kantor Presiden Zelenskiy tidak segera memberikan komentar terkait pidato Fedorov tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Alasan Mantan Menteri Ukraina Minta Ada Pemilu?
Alasan Mantan Menteri Ukraina Minta Ada Pemilu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Alasan Mantan Menteri Ukraina Minta Ada Pemilu matter?
Alasan Mantan Menteri Ukraina Minta Ada Pemilu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
