Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dan Jejak Kerjanya Selama 1,5 Bulan

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Keputusan Nanik S Deyang untuk mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi diumumkan pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Pengumuman

Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dan Jejak Kerjanya Selama 1,5 Bulan

Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN dan Rencana Kedepannya

Lenterafakta.com – Keputusan Nanik S Deyang untuk mengundurkan diri dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah resmi diumumkan pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Pengumuman ini disampaikan oleh Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden untuk bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan. Sebelum mengambil langkah tersebut, Nanik telah menyampaikan pamitan secara pribadi kepada Presiden Prabowo Subianto. Alasan Nanik S Deyang Mundur utamanya berkaitan dengan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih intensif.

Menurut penjelasan Dirgayuza, Nanik berencana menjalani perawatan penyakit jantung di luar negeri. “Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirga kepada Kompas.com pada hari yang sama. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa alasan Nanik S Deyang Mundur dari jabatannya memang murni karena faktor kesehatan.

Jejak Kerja Singkat yang Berkesan di BGN

Nanik S Deyang baru saja dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026. Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) Trenggono yang ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN. Dengan demikian, masa jabatannya sebagai kepala lembaga ini hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan. Meskipun singkat, Nanik telah melakukan berbagai perubahan signifikan dalam pengelolaan program gizi nasional.

Dirgayuza mengungkapkan bahwa ia telah mengenal sosok Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Selama lebih dari sepuluh tahun, menurutnya, satu hal yang konsisten dari Nanik adalah kepeduliannya terhadap masyarakat. “Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa alasan Nanik S Deyang Mundur tidak mengurangi dampak positif yang telah ia berikan selama masa jabatannya.

Dalam periode yang singkat tersebut, Nanik telah melakukan berbagai langkah strategis. Ia mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu. Selain itu, ekspansi dapur di wilayah yang dinilai sudah jenuh juga dihentikan. Nanik juga berhasil menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah dapat dikembalikan ke kas negara. Pencapaian ini menjadi bukti nyata efektivitas kepemimpinannya.

“Ia juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli,” sambung Dirga.

Langkah lainnya termasuk pembentukan 11 tim reformasi, memfokuskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok yang paling membutuhkan, serta menghadirkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga. Program MBG yang menjadi prioritas Nanik telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan peternakan.

Permintaan Menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN

Dalam unggahan di media sosialnya, Nanik juga menjelaskan keputusannya. Ia menegaskan bahwa pengobatan jantung di luar negeri menjadi alasan utama. “Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam unggahannya, dikutip dari Antara.

Nanik menambahkan bahwa Presiden Prabowo berencana membentuk Dewan Pengawas BGN serta melanjutkan implementasi Program MBG. Ia diminta untuk menjadi ketua dewan pengawas tersebut. Dalam pernyataannya, Nanik juga menegaskan akan tetap berjuang dan mendukung Presiden Prabowo dalam upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, meskipun alasan Nanik S Deyang Mundur dari jabatan kepala BGN, kontribusinya terhadap program gizi nasional tidak akan berhenti di sini.

Perpindahan peran Nanik dari kepala menjadi ketua dewan pengawas menunjukkan kepercayaan penuh dari Presiden terhadap kemampuannya. Pengalaman dan pengetahuan yang telah ia kumpulkan selama satu setengah bulan akan menjadi aset berharga dalam pengawasan program BGN ke depannya. Masyarakat dapat berharap bahwa program MBG dan berbagai inisiatif gizi lainnya akan terus berjalan dengan baik di bawah pengawasan Nanik S Deyang.

Join the discussion