Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Anggota Yakuza Ditangkap karena Bangun Jalan Tanpa Izin di Gunung Milik Orang Lain

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Pihak kepolisian prefektur Hiroshima, Jepang, telah mengerahkan kekuatan sekitar 120 orang untuk melakukan penggeledahan menyeluruh di markas faksi Harada

Anggota Yakuza Ditangkap karena Bangun Jalan Tanpa Izin di Gunung Milik Orang Lain

Operasi Penggerebekan Besar-besaran Terhadap Markas Yakuza di Hiroshima

Lenterafakta.com – Pihak kepolisian prefektur Hiroshima, Jepang, telah mengerahkan kekuatan sekitar 120 orang untuk melakukan penggeledahan menyeluruh di markas faksi Harada yang berafiliasi dengan kelompok yakuza Kyosei-kai. Lokasi operasi tersebut berada di wilayah Kota Hiroshima dan berlangsung pada hari Rabu, tanggal 15 Juli 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari proses investigasi yang sedang berjalan terhadap seorang bos serta empat orang anggota faksi Harada.

Kelima tersangka yakuza asal Hiroshima tersebut sebelumnya sudah ditahan oleh kepolisian pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Penangkapan ini berkaitan erat dengan dugaan mereka melakukan pembangunan jalan secara tidak sah. Pelanggaran hukum yang dilakukan tergolong cukup serius karena aktivitas konstruksi tersebut dilakukan tanpa adanya izin resmi dari otoritas yang berwenang. Selain masalah perizinan, kelompok yakuza ini juga membangun jalan di atas lahan yang sebenarnya menjadi hak milik pihak lain tanpa persetujuan dari pemilik tanah.

Deteksi Awal dan Konfirmasi Pemilik Lahan

Menurut laporan Japan Today pada Kamis, 23 Juli 2026, dalam proses pembangunan jalan ilegal tersebut, para pelaku juga dituduh melanggar hukum lingkungan. Mereka menebang pohon secara liar di area seluas 3.000 meter persegi yang terletak di kawasan lereng gunung. Dugaan aktivitas ilegal faksi Harada Kyosei-kai ini pertama kali teridentifikasi oleh aparat kepolisian pada bulan April 2025.

Pada saat itu, petugas menemukan sejumlah armada truk yang dikemudikan oleh para tersangka sedang mengangkut kayu-kayu hasil tebangan dari wilayah pegunungan. Untuk memastikan temuan tersebut, polisi segera melakukan konfirmasi dan mewawancarai pemilik sah dari lahan pegunungan yang bersangkutan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemilik tanah membenarkan bahwa seluruh aktivitas penebangan pohon dan pembukaan jalan di lokasinya dilakukan tanpa izin sama sekali.

Karena lokasi pembangunan jalan ilegal tersebut berada persis di bagian belakang markas faksi Harada Kyosei-kai, kepolisian langsung meningkatkan status penyelidikan untuk membongkar motif di balik proyek tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami alasan utama faksi yakuza Hiroshima tersebut nekat membuka akses jalan di lereng gunung. Pihak berwenang juga belum membeberkan apakah para tersangka telah mengakui perbuatan kejahatan sipil tersebut atau belum.

Reaksi Warganet dan Berbagai Spekulasi

Kasus penangkapan anggota yakuza akibat proyek jalan ilegal ini menuai beragam tanggapan dan spekulasi dari para warganet di media sosial serta kolom komentar portal berita Jepang. Beberapa warganet menduga pembuatan akses jalan tersebut berkaitan dengan pertahanan markas yakuza dari serangan kelompok rival.

“Tampaknya mereka khawatir diserang dari arah belakang dan ingin membersihkan pandangan,” tulis salah satu warganet.

Spekulasi lain bermunculan mengenai fungsi praktis dari pematangan lahan ilegal tersebut. “Mungkin mereka hanya mencoba menutupi pembuangan sampah ilegal,” komentar warga internet lainnya. Ada pula warganet yang menyayangkan penebangan ribuan pohon dan mempertanyakan manfaat ekonomis dari kayu-kayu tersebut.

Sementara itu, warganet lain menganggap jalur baru tersebut sengaja dibuat untuk menghindari pengawasan aparat kepolisian setempat. “Mereka kemungkinan membuatnya sebagai pintu masuk dan keluar alternatif yang tidak terjangkau oleh kamera pengawas (CCTV),” tutur warganet.

Risiko Ekologis dan Dampak Potensial

Di sisi lain, publik juga menyoroti risiko ekologis dari proyek ilegal yakuza tersebut. “Becanda saja mereka. Mereka justru baru saja membuat risiko tanah longsor yang sangat besar,” sindir salah satu komentar.

Peringatan warganet mengenai bahaya tanah longsor dinilai sangat beralasan. Pepohonan yang tumbuh di lereng gunung memiliki peran vital dalam mencegah tanah longsor, terutama saat terjadi hujan deras. Diketahui, akar pohon bertindak sebagai penyerap air hujan sekaligus penahan struktur tanah agar tidak tererosi. Penebangan pohon secara masif di area seluas 3.000 meter persegi tersebut dinilai membuat kawasan lereng gunung menjadi sangat rentan tergerus air hujan.

Kondisi ini membahayakan kawasan sekitar, terutama jika wilayah Hiroshima diterjang hujan lebat seperti beberapa pekan sebelumnya. Ironisnya, posisi markas faksi Harada berada tepat di bawah area lereng yang telah digunduli tersebut. Jika bencana tanah longsor benar-benar terjadi akibat aktivitas pengrusakan lingkungan ini, markas yakuza itu sendiri yang akan menerima dampak terparah dari material longsoran.

Saat ini, lokasi pematangan lahan ilegal tersebut masih berada dalam status pengawasan hukum.

Join the discussion