Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Apa Kabar Terbaru Perang AS-Iran dan Kebakaran Tanker di Selat Hormuz?

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

Ketegangan antara dua negara adidaya ini mencapai titik tertinggi setelah serangkaian serangan militer dan insiden kebakaran kapal tanker di perairan

Apa Kabar Terbaru Perang AS-Iran dan Kebakaran Tanker di Selat Hormuz?

Apa Kabar Terbaru Perang AS Iran: Eskalasi Militer dan Kebakaran Tanker di Selat Hormuz

Lenterafakta.com – Ketegangan antara dua negara adidaya ini mencapai titik tertinggi setelah serangkaian serangan militer dan insiden kebakaran kapal tanker di perairan strategis. Dua kapal tanker minyak mengalami kebakaran besar saat berusaha melewati jalur selatan Selat Hormuz yang dinilai semakin tidak aman. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk mengevakuasi para awak kapal yang berada di dalam kedua kapal tersebut dengan segera.

Eskalasi Serangan Militer Beruntun

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa serangkaian serangan terhadap Iran telah rampung dilaksanakan sekitar pukul 01.00 GMT pada hari Selasa. Target-target yang diliputi serangan mencakup pusat komando militer, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan pesawat nirawak, serta sistem pertahanan udara. Serangan ini menandai malam kesepuluh berturut-turut bagi Amerika Serikat dalam melancarkan aksi militer ke wilayah Iran.

Laporan ledakan tersebar di berbagai lokasi strategis. Pulau Qeshm sebagai pulau terbesar di Selat Hormuz mengalami guncangan, demikian pula kota pelabuhan Bandar Abbas dan Bandar Lengeh. Di Kota Shiraz yang terletak di bagian barat daya Iran, suara ledakan terdengar jelas sekitar pukul 01.00 waktu setempat menurut keterangan Al Jazeera. Televisi pemerintah Iran, IRIB, menginformasikan bahwa kawasan di bagian timur dan barat kota telah “diserang oleh musuh”.

Di Provinsi Bushehr, ledakan yang terdengar dikaitkan dengan aktivitas sistem pertahanan udara. Sementara itu, Kota Abdanan di Provinsi Ilam juga melaporkan adanya ledakan. Namun, Pemerintah Provinsi Isfahan menyangkal adanya serangan di wilayah mereka. Wakil gubernur setempat menegaskan tidak terjadi “agresi musuh atau ledakan” di Kota Isfahan maupun daerah sekitarnya.

Respons Iran dan Klaim Militer

Iran segera membalas dengan menargetkan aset-aset militer Amerika Serikat yang tersebar di Bahrain dan Kuwait. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara dan radar AS di Muharraq, Bahrain. Klaim serupa juga disampaikan terkait serangan rudal dan pesawat nirawak terkoordinasi yang menghantam sistem pertahanan udara Patriot AS di Al-Riffa. Serangan ini diklaim bertujuan membuka jalan bagi operasi militer berikutnya.

Di Kuwait, IRGC mengaku telah menyerang situs radar jarak jauh, pusat telekomunikasi, sistem penerima satelit, serta radar pertahanan rudal militer AS. Hanggar pesawat nirawak MQ-9 di Pangkalan Udara Ali Al Salem juga diklaim menjadi sasaran. Sejumlah pesawat nirawak dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat akibat serangan tersebut.

Kondisi Selat Hormuz dan Diplomasi

IRGC melaporkan bahwa “kebakaran besar” terjadi pada dua kapal tanker minyak setelah ledakan di Selat Hormuz. Setelah insiden tersebut, IRGC kembali meminta perusahaan pelayaran untuk menghindari jalur tersebut dan tidak memercayai informasi yang berasal dari militer AS. Pernyataan resmi IRGC menyebutkan:

“Jelas bahwa selama kejahatan Amerika berlanjut di wilayah tersebut, Selat Hormuz akan ditutup, dan bahkan setetes minyak, gas, atau sebungkus pupuk kimia pun tidak akan diekspor dari wilayah tersebut.”

Gedung Putih menyatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlangsung sampai Presiden AS memutuskan sebaliknya. Meski demikian, pembicaraan diplomatik antara kedua negara disebut masih berjalan dan belum terhenti sepenuhnya. Para pengamat internasional memantau perkembangan situasi dengan cermat mengingat potensi dampak global dari konflik ini.

Join the discussion