Benarkah Menggoyang Kendaraan Saat Isi BBM Bikin Tangki Lebih Penuh? Ini Kata Pakar
Lebih Penuh? Ini Kata Pakar Benarkah Menggoyang Kendaraan Saat Isi BBM Bikin - Menggoyangkan kendaraan saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) menjadi
Benarkah Menggoyang Kendaraan Saat Isi BBM Bikin Tangki Lebih Penuh? Ini Kata Pakar
Benarkah Menggoyang Kendaraan Saat Isi BBM Bikin – Menggoyangkan kendaraan saat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) menjadi kebiasaan yang sering dilakukan pengemudi. Namun, apakah praktik ini benar-benar efektif untuk mengisi tangki hingga penuh? Expert di bidang energi dan manufaktur menjelaskan bahwa kebiasaan ini tidak memiliki dampak signifikan pada volume BBM yang masuk. Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cuk Supriyadi Ali Nandar, memberikan penjelasan mendetail terkait fenomena ini.
Mekanisme Pemenuhan Tangki BBM
Saat BBM mengalir ke dalam tangki, ada sedikit udara yang terbawa karena percikan bahan bakar. Namun, udara ini cepat mengalir keluar melalui saluran ventilasi yang dirancang untuk mengatur tekanan di dalam tangki. Supriyadi menegaskan bahwa proses ini sudah efisien, dan menggoyangkan kendaraan tidak membuat volume BBM meningkat secara signifikan. “Udara yang terperangkap selama pengisian tidak berdampak besar, karena segera keluar melalui breather setelah proses selesai,” tutur Supriyadi, Senin (13/7/2026).
“Meski ada percikan akibat gerakan kendaraan, jumlah udara yang tertinggal sangat kecil dan tidak memengaruhi kapasitas bahan bakar secara signifikan. Menggoyang-goyang bahkan bisa memicu risiko percikan BBM yang lebih besar karena gerakan tidak terkontrol,” ujarnya.
Kenapa Banyak Pengemudi Merasa Efektif?
Beberapa pengemudi masih percaya bahwa menggoyang kendaraan saat isi BBM dapat meningkatkan efisiensi. Anggapan ini muncul karena pengamatan bahwa BBM terdistribusi lebih merata di dalam tangki. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengakui bahwa pandangan ini memang logis, tapi tidak benar secara teknis. “Udara di bagian atas tangki sudah alami ada, jadi menggoyangkan kendaraan tidak membuatnya ‘lebih keluar’ atau ‘lebih masuk’ secara signifikan,” jelas Jayan.
“Pengemudi mungkin merasa BBM lebih penuh karena sensasi gerakan, tapi secara ilmiah, volume yang terisi tetap sama. Jadi, manfaatnya lebih psikologis daripada fungsional,” tambahnya.
Kebiasaan ini juga dipengaruhi oleh kesadaran akan keamanan. Jayan menyoroti bahwa gesekan antara nozzle pengisian dan lubang tangki bisa menghasilkan percikan yang berpotensi memicu api. “Apalagi saat proses pengisian berlangsung, uap bensin sudah menguap dan mudah terbakar. Menggoyang kendaraan bisa mempercepat konsentrasi uap bensin di sekitar lubang, meningkatkan risiko kebakaran,” papar Jayan.
Manfaat dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Sebagian kecil pengemudi mempertahankan kebiasaan ini karena berpikir bisa mengurangi gelembung udara di dalam tangki. Namun, menurut pakar, manfaatnya justru terbatas. Selain itu, menggoyang kendaraan saat isi BBM juga bisa memperburuk kondisi jangka panjang. Supriyadi mengatakan bahwa gerakan berulang memicu peregangan karet atau struktur tangki, terutama pada kendaraan lama. “Hal ini bisa berdampak pada integritas tangki dan mengurangi daya tahan sistem,” katanya.
“Namun, bagi kendaraan modern yang dirancang dengan material tahan bentuk, risiko ini sangat kecil. Jadi, kebiasaan ini lebih cocok untuk mobil lama yang membutuhkan penyesuaian tambahan,” imbuh Supriyadi.
Menurut Jayan, kebiasaan ini juga memengaruhi kecepatan pengisian. Saat kendaraan digoyang, aliran BBM mungkin terganggu, menyebabkan proses pengisian menjadi lebih lambat. “Ini bisa membuat pengemudi merasa BBM tidak masuk sepenuhnya, padahal volume yang terisi tetap sesuai kapasitas tangki,” jelasnya. Meski demikian, untuk pengemudi yang ingin merasa lebih percaya dengan proses pengisian, gerakan ringan bisa menjadi pilihan yang tidak merugikan.
“Jadi, kebiasaan ini bukanlah kebohongan total, tapi lebih kepada persepsi subjektif. Selama tidak berlebihan, menggoyangkan kendaraan saat isi BBM tetap aman dan tidak mengurangi efisiensi,” kata Jayan.
Dengan pemahaman yang lebih dalam, pengemudi bisa memutuskan apakah menggoyang kendaraan saat isi BBM benar-benar diperlukan. Selain memperhatikan keamanan dan kenyamanan, penting untuk memahami bahwa proses pengisian modern sudah dirancang untuk mengoptimalkan distribusi BBM dan mengurangi risiko udara terperangkap. Jadi, meskipun menggoyangkan kendaraan memberikan efek psikologis, manfaatnya secara teknis terbatas.
