BGN Sudah 3 Kali Ganti Kepala, Ini Kronologi Pergantian dari Dadan hingga Sudaryono
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, menjadi Kepala Badan Gizi Nasional
Tiga Kali Pergantian Pimpinan BGN: Dari Dadan Hingga Sudaryono
Lenterafakta.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengangkat Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Sudaryono menggantikan posisi Nanik S. Deyang yang memutuskan untuk mundur pada tanggal yang sama. Alasan pengunduran diri Nanik berkaitan dengan kondisi kesehatan, dan ia berencana menjalani perawatan jantung di luar negeri.
Pengangkatan Sudaryono ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/P Tahun 2026 yang mengatur pemberhentian serta pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan adanya perubahan ini, tercatat bahwa BGN telah mengalami tiga kali pergantian kepala sejak lembaga tersebut didirikan.
Kronologi Lengkap Pergantian Kepala BGN
Dalam rentang waktu kurang lebih dua tahun sejak berdirinya, Badan Gizi Nasional telah dua kali mengalami perubahan pimpinan. Langkah terakhir yang diambil Presiden Prabowo merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertama: Masa Kepemimpinan Dadan Hindayana
Pada tahap awal pembentukan BGN, lembaga ini dipimpin oleh Dadan Hindayana. Pengangkatan Dadan dilakukan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, melalui Keppres Nomor 94B Tahun 2024. Saat dilantik, Dadan mengucapkan sumpah jabatan sebagai penganut agama Islam. Ia berjanji akan menjalankan kewajiban sebagai Kepala BGN dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi etika jabatan, serta bekerja penuh tanggung jawab.
Dikutip dari Antara, Dadan dilantik bersamaan dengan Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan dan Taruna Ikrar sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Masa jabatan Dadan berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan BGN pada awal Juni 2026. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Evaluasi tersebut mencakup kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola lembaga, hingga kualitas makanan yang disajikan.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” kata Prasetyo dikutip dari Kompas.com, Selasa (2/6/2026) malam.
Menurut Prasetyo, pemerintah juga menemukan persoalan dalam tata kelola program MBG. Selain itu, pemerintah menilai BGN belum optimal menjaga standar kualitas makanan dalam pelaksanaan program tersebut.
“Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.
Sehari setelah dicopot, Dadan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi program MBG oleh Kejaksaan Agung, tepatnya pada Rabu (3/6/2026). Dalam perkara tersebut, Dadan diduga terlibat dalam pengaturan proyek penentuan lokasi dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia juga diduga melakukan praktik korupsi dalam sejumlah pengadaan barang untuk program MBG, salah satunya pengadaan motor listrik.
Kedua: Nanik S. Deyang Menggantikan Dadan
Setelah perombakan tersebut, Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan. Ia didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Nanik datang dengan sejumlah agenda pembenahan, mulai dari meningkatkan efisiensi anggaran, melakukan refocusing penerima manfaat MBG, memperluas pemanfaatan hibah dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga merekrut lebih banyak tenaga ahli gizi.
Namun, masa jabatan Nanik hanya berlangsung sekitar 45 hari. Ia memutuskan mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026) karena alasan kesehatan dan akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
“Saya sampaikan ke Presiden dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya,” ujar Nanik melalui akun Facebook-nya, dikutip dari Kompas.com, Rabu.
Ketiga: Sudaryono Dilantik Sebagai Kepala BGN
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo langsung melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik. Pergantian pimpinan ini dilakukan di tengah upaya pemerintah memperbaiki tata kelola serta meningkatkan kedisiplinan operasional program MBG.
Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN tetap dijabat oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono. Usai dilantik, Sudaryono mengatakan jabatan barunya merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang besar.
“Jadi kalau tangan saya dingin, ya ini kan antara senang, dalam arti dapat tanggung jawab. Tapi juga tanggung jawab juga besar,” ujar Sudaryono, Rabu.
