BPOM Bagikan Daftar Obat Herbal untuk Anak, Madu Tak Boleh Diberikan di Usia Ini
BPOM Bagikan Daftar Obat Herbal untuk membantu orang tua memilih produk yang tepat bagi buah hati. Banyak keluarga Indonesia yang beralih ke jamu dan bahan
BPOM Bagikan Daftar Obat Herbal, Madu Tak Boleh di Usia Ini
Lenterafakta.com – BPOM Bagikan Daftar Obat Herbal untuk membantu orang tua memilih produk yang tepat bagi buah hati. Banyak keluarga Indonesia yang beralih ke jamu dan bahan alam sebagai alternatif perawatan kesehatan anak. Pendekatan ini populer karena bahan-bahannya dianggap lebih alami dan aman untuk tumbuh kembang si kecil.
Namun, BPOM mengingatkan bahwa tidak semua obat herbal cocok untuk setiap anak. Beberapa jenis bahan alam memiliki batasan usia maupun kondisi kesehatan tertentu yang harus diperhatikan agar penggunaannya aman dan efektif.
Obat Bahan Alam telah lama menjadi bagian dari budaya Indonesia. Namun, untuk anak, penggunaannya perlu lebih cermat.
Pernyataan tersebut disampaikan BPOM melalui unggahan di akun Instagram @bpom_ri pada Senin (27/7/2026). Informasi ini menjadi panduan penting bagi para orang tua yang ingin memberikan pengobatan alami kepada anak-anak mereka.
Panduan Usia Pemberian Obat Herbal
Secara umum, jamu atau obat bahan alam dapat mulai diberikan setelah anak berusia 6 bulan, yaitu saat anak sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi di bawah 6 bulan hanya diberikan ASI atau susu formula saja.
Pada usia tersebut, sistem pencernaan bayi belum siap menerima makanan, minuman, maupun obat-obatan berbahan alam. BPOM menyatakan bahwa pemberian obat bahan alam yang tidak tepat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti alergi, infeksi, kejang, hingga keracunan akibat kandungan merkuri atau timbal pada produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Selain itu, obat bahan alam juga dapat berinteraksi dengan obat resep yang sedang dikonsumsi anak. Pada bayi yang masih menyusu, keamanan sediaan herbal yang dikonsumsi ibu juga perlu diperhatikan.
Ginkgo Biloba: Manfaat dan Batasan
Ginkgo biloba merupakan tanaman obat yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China. Tanaman tersebut umum dikonsumsi sebagai suplemen serta tersedia dalam berbagai bentuk, seperti teh, bubuk, kapsul, maupun ekstrak cair.
Menurut Kompas.com (23/12/2022), sejumlah penelitian menunjukkan ginkgo biloba berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, meredakan gejala kecemasan, meningkatkan aliran darah, serta mengandung antioksidan. Beberapa studi mengaitkan ginkgo biloba yang dapat meredakan gejala ADHD, PMS, migrain, dan meningkatkan kesehatan jantung.
Namun, sebagian manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. BPOM tidak menyarankan penggunaan ginkgo biloba pada anak berusia di bawah 12 tahun, ibu hamil, maupun ibu menyusui.
Selain itu, bahan herbal tersebut tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat pengencer darah seperti warfarin, heparin, dan aspirin karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Ginkgo biloba juga tidak dianjurkan digunakan selama lebih dari empat minggu. Penggunaan sebaiknya dihentikan dua minggu sebelum menjalani operasi jika pengguna akan melakukan operasi. Jika dikonsumsi bersamaan dengan obat lain, pengguna disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Hal itu disebabkan apabila digunakan melebihi aturan pakai, ginkgo biloba dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, alergi kulit, sakit kepala, hingga perdarahan, seperti mimisan atau perdarahan di bawah kulit.
Madu: Manfaat dan Batasan Usia
Madu memiliki beragam manfaat bagi kesehatan anak. Menurut Kompas.com (22/1/2022), kandungan glukosa dan fruktosa di dalam madu dapat menjadi sumber energi sekaligus membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Madu juga mengandung vitamin, mineral, asam amino, enzim, dan antioksidan yang berperan mendukung pertumbuhan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan memperkuat daya tahan tubuh.
Sifat antibakteri, antiinflamasi, dan antioksidan pada madu juga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi risiko infeksi. Tak hanya itu, sejumlah penelitian menunjukkan madu efektif membantu meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat.
Meski begitu, BPOM menegaskan madu tidak boleh diberikan kepada anak berusia di bawah 1 tahun. Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap produk lebah dan turunannya juga disarankan menggunakan madu dengan hati-hati.
Terdapat beberapa minuman herbal yang mengandung kafein. Dilansir dari Kompas.com, minuman-minuman tersebut perlu diperhatikan penggunaannya pada anak-anak karena kandungan kafeinnya dapat mempengaruhi tidur dan aktivitas anak.
