Daftar Alat Elektronik yang Bikin Token Listrik Cepat Habis Selain AC
Daftar Alat Elektronik yang Bikin Token: lektronik yang Bikin Token - Beberapa pelanggan listrik prabayar mengeluhkan kehabisan token listrik lebih cepat dari
Masalah Token Listrik yang Cepat Habis
Daftar Alat Elektronik yang Bikin Token – Beberapa pelanggan listrik prabayar mengeluhkan kehabisan token listrik lebih cepat dari perkiraan, meski penggunaan peralatan elektronik di rumah dinilai tidak berlebihan. Menurut Dana Puspita Sari, manajer komunikasi PLN UID Jawa Timur, hal ini dipengaruhi oleh pola konsumsi listrik, bukan karena sistem prabayar yang lebih boros dibandingkan sistem pascabayar.
“Jika pelanggan merasa token listrik habis lebih cepat, umumnya terkait dengan cara penggunaan alat elektronik di rumah,” jelas Dana kepada Kompas.com (14/6/2026).
Penyebab Utama Konsumsi Listrik Tinggi
Beberapa perangkat elektronik memiliki daya yang cukup besar dan konsumsi listrik meningkat bila digunakan dalam jangka waktu lama. Contohnya perangkat berdaya tinggi seperti AC, pompa air, rice cooker, dispenser, kulkas, setrika, mesin cuci, dan lainnya. Semakin sering perangkat ini digunakan, semakin tinggi pula tagihan listrik yang tercatat di meteran prabayar.
“Penggunaan peralatan berdaya besar atau yang menyala terus-menerus bisa membuat konsumsi listrik bertambah signifikan,” terang Dana.
Perangkat yang Tetap Mengonsumsi Listrik dalam Mode Siaga
Banyak perangkat elektronik modern tetap menarik daya meski sudah dimatikan melalui tombol daya. Fenomena ini dikenal sebagai standby power atau vampire load, di mana perangkat masih mengonsumsi listrik untuk menjalankan fitur tambahan seperti jam digital, lampu indikator, sensor remote, atau koneksi internet.
Beberapa contoh perangkat yang masih boros listrik meski dalam keadaan mati adalah: – Charger ponsel, tablet, dan jam pintar (0,2-2 watt) – Charger kendaraan listrik atau sepeda listrik (0,3-5 watt) – Televisi modern (1-5 watt) – Set-top box (10-30 watt) – Laptop dan komputer desktop (0,7-20 watt) – Router WiFi dan modem internet (5-10 watt)
Perangkat-perangkat ini sering kali tidak dimatikan sepenuhnya, bahkan saat penghuni rumah sedang tidur atau bepergian. Misalnya, televisi tetap menunggu sinyal remote, sementara router dan modem mempertahankan koneksi internet 24 jam.
Cara Mengurangi Penggunaan Listrik
Untuk mengatasi masalah ini, Dana menyarankan agar kabel charger dicabut setelah pengisian selesai. Hal ini mencegah perangkat terus menarik daya dari jaringan rumah. Selain itu, mematikan perangkat secara manual atau menggunakan alat hemat energi bisa mengurangi dampak konsumsi listrik dalam mode siaga.
Berikut sejumlah perangkat yang tetap mengonsumsi listrik meski sudah dimatikan, selain AC: – Charger ponsel, tablet, jam pintar, dan alat elektronik kecil lainnya tetap menarik daya meski tidak sedang digunakan untuk mengisi baterai. – Speaker aktif, soundbar, atau sistem audio rumahan juga bisa menghabiskan energi 5-10 watt saat berada dalam mode siaga. – Set-top box membutuhkan daya hingga 10-30 watt untuk menjaga koneksi, menyimpan pengaturan, dan siap digunakan saat TV dinyalakan.
Dilansir dari Kompas.com (14/5/2026), perangkat-perangkat ini bisa memicu kehabisan token listrik jika digunakan secara terus-menerus. Namun, meski konsumsinya kecil, penggunaan dalam waktu lama pasti berdampak pada tagihan listrik.
