Dari Yogya ke Bandung Naik Bajaj, Cerita Andromeda Lolos Astronomi ITB
Sebuah momen penuh haru terukir bagi Andromeda Sufi Anggoro dan keluarga. Remaja asal Yogyakarta ini baru saja menyelesaikan perjalanan panjang selama sehari
Perjalanan Unik dari Yogyakarta Menuju Bandung: Andromeda dan Bajajnya
Lenterafakta.com – Sebuah momen penuh haru terukir bagi Andromeda Sufi Anggoro dan keluarga. Remaja asal Yogyakarta ini baru saja menyelesaikan perjalanan panjang selama sehari penuh menggunakan kendaraan bajaj untuk tiba di Institut Teknologi Bandung. Ia bersama sang ayah, Basuni Yusuf, serta ibu dan adik perempuannya, memulai petualangan darat pada 20 Juli lalu. Keputusan menggunakan bajaj bukan tanpa alasan. Biaya kereta yang dinilai cukup besar membuat mereka memilih alternatif transportasi yang lebih ekonomis sekaligus berkesan.
Sewa bajaj selama perjalanan memakan biaya Rp80.000 per hari, sementara konsumsi bensin mencapai sekitar Rp400.000. Total waktu tempuh mencapai 24 jam tanpa henti. Bagi Yusuf, ini bukan sekadar perjalanan, melainkan kenangan berharga yang kelak bisa diceritakan kepada cucu-cucunya. “Sekalian touring,” ujarnya dengan senyum.
Dari Sederhana Menuju Bintang
Andro, panggilan akrabnya, kini resmi menjadi mahasiswa baru Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Sebagai anak sulung dari tujuh bersaudara, ia membawa tekad kuat untuk meraih cita-cita menjadi astronaut profesional. Impian tersebut bahkan mengarahkan pandangannya ke National Aeronautics and Space Administration (NASA). “Syaratnya minimal lulusan S2, jadi rencananya saya ingin lanjut studi S2 nanti,” jelas Andro dengan penuh optimisme.
Ketertarikan Andro pada astronomi bermula dari momen spiritual yang sederhana. Saat mengikuti pengajian, ia mendengar penjelasan mengenai ayat Al-Qur’an yang menyebutkan langit diciptakan kokoh tanpa tiang dan memiliki tujuh lapisan. Penjelasan itu terus terngiang di benaknya. “Ini juga cara agar aku bisa makin dekat dengan Allah SWT,” tuturnya.
Perjalanan menuju ITB tidak berjalan mulus sejak awal. Sang ayah awalnya enggan mengizinkan Andro merantau karena khawatir dengan tingginya biaya hidup di Bandung. “Waktu SMK inginnya ke ITB, tapi tidak diizinkan,” kenang Andro. Ia kemudian mengikuti UTBK 2025 dan diterima di program Informatika UPN Veteran Yogyakarta. Namun, setelah menempuh dua semester, hatinya tetap rindu ke ITB. Ia pun mencoba kembali mengikuti UTBK tahun ini dan berhasil diterima.
Dukungan yang Tak Terduga
Aksi naik bajaj ke Bandung awalnya merupakan ide dari sang ayah. Basuni Yusuf yang bekerja sebagai pengemudi bajaj daring di Yogyakarta, setelah sebelumnya berjualan di pasar tradisional setempat, pernah menyampaikan keinginannya melalui grup WhatsApp orang tua mahasiswa. “Ayah kan masuk grup WhatsApp orang tua mahasiswa, terus pernah bilang ingin mengantar saya naik bajaj,” ungkap Andro saat dihubungi pada Jumat (24/7/2026).
Namun, mendekati hari H, rencana itu hampir batal karena keterbatasan dana. Untungnya, pihak kampus datang membantu. “Tim ITB, Pak Imam Santoso, menanyakan apakah Ayah jadi naik bajaj. Ayah jawab insyaallah kalau ada biaya. Lalu pihak ITB menyampaikan agar berangkat saja dan seluruh biayanya ditanggung mereka,” cerita Andro.
Ketekunan Andro dalam belajar juga terlihat sejak bangku sekolah. Ia menyukai matematika, bidang yang sering dihindari banyak siswa. Minat terhadap sainsnya semakin terasah melalui partisipasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga tingkat provinsi. Kini, untuk meringankan beban finansial keluarga, Andro juga telah mendapatkan beasiswa dari sebuah perusahaan kosmetik untuk menunjang studinya.
Perjalanan panjang itu tidak membuat Yusuf lelah. Rasa bahagia yang meluap-luap mengalahkan kelelahan fisik. “Tidak terasa lelah karena hatinya senang,” katanya. Saat hendak pulang, ia sempat melihat putranya menangis. “Maklum, ini pertama kalinya dia merantau dan jauh dari keluarga,” lanjutnya.
Kini, dukungan penuh terus mengalir dari sang ayah. Baginya, pendidikan tinggi adalah fondasi utama untuk membangun masa depan yang cerah. Dan Andromeda Sufi Anggoro, dengan langkahnya yang penuh tekad, sedang menapaki jalan menuju bintang-bintang.
