Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Facing Challenges: Ahli Gizi Bagikan Tips untuk Kurangi Dampak Buruk Makan Mi Instan

Susan Jones - lenterafakta.com 3 mins read

Tips Ahli Gizi Kurangi Dampak Makan Mi Instan Facing Challenges - Konsumsi mi instan, meski praktis dan ekonomis, tetap perlu diatur agar tidak memberi dampak

Facing Challenges: Ahli Gizi Bagikan Tips untuk Kurangi Dampak Buruk Makan Mi Instan

Tips Ahli Gizi Kurangi Dampak Makan Mi Instan

Facing Challenges – Konsumsi mi instan, meski praktis dan ekonomis, tetap perlu diatur agar tidak memberi dampak negatif pada kesehatan. Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) dan dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menekankan pentingnya mengonsumsinya secara bijak. Dalam menghadapi tantangan kebiasaan makan, terutama di tengah kesibukan sehari-hari, Toto menawarkan beberapa strategi untuk meminimalkan risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Karbohidrat dan Nutrisi dalam Mi Instan

Mi instan, beras, kentang, jagung, dan ketela memiliki peran serupa sebagai sumber karbohidrat yang memberi energi. Namun, mi instan cenderung memiliki kandungan gizi yang kurang lengkap dibandingkan makanan utama lainnya. Toto menjelaskan bahwa mi instan terdiri dari tepung terigu, bahan pengawet, dan garam dalam jumlah tinggi. Hal ini bisa menyebabkan masalah seperti peningkatan tekanan darah atau penumpukan lemak jika konsumsinya tidak seimbang.

“Mi, beras, kentang, jagung, ketela adalah sumber karbohidrat yang dikonsumsi manusia untuk zat tenaga, karena mudah dibakar dan mudah disimpan,”

terang Toto kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Mengurangi Dampak Negatif dengan Pemilihan Bahan

Untuk menghadapi tantangan nutrisi dari mi instan, Toto menyarankan mengganti bahan tambahan seperti minyak atau garam dengan bahan alami. Misalnya, memasak mi instan menggunakan air kaldu sayuran atau bahan berlemak sehat seperti minyak zaitun. Menurutnya, penggunaan bahan baku yang lebih berkualitas bisa mengurangi risiko penyakit seperti hipertensi atau obesitas.

“Di Indonesia, ada juga penjual mi instan yang minyaknya setelah matang, dimasukkan ke bungkus terus dimakan anak-anak,”

ucap Toto.

Strategi Konsumsi Sehat untuk Seluruh Keluarga

Menurut Toto, konsumsi mi instan bisa tetap aman jika diimbangi dengan makanan bergizi lainnya. Ia menyarankan untuk menambahkan sayuran hijau, buah, atau protein rendah lemak seperti ikan atau kacang. Dengan pola ini, tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang lengkap, sehingga menghadapi tantangan makanan instan tidak lagi menjadi risiko kesehatan yang besar.

Kasus Mi Tanpa Air dan Risiko pada Anak-Anak

Toto menyoroti contoh terburuk konsumsi mi instan, yaitu ketika mi digoreng tanpa disiram air dan langsung dikonsumsi oleh anak-anak. Makanan ini bisa menyebabkan penumpukan lemak di tubuh dan mengurangi asupan serat yang diperlukan untuk pencernaan sehat. Ia menekankan bahwa pola makan harus disesuaikan dengan kebutuhan energi dan nutrisi harian.

Kebiasaan Sehat di Negara Jepang dan Korea Selatan

Di Jepang dan Korea Selatan, mi instan bukan hanya dianggap sebagai makanan praktis, tetapi juga diintegrasikan ke dalam gaya hidup sehat. Toto mengungkapkan bahwa warga negara-negara tersebut rutin mengonsumsi mi instan sambil menambahkan lauk dan sayuran. Pola ini membantu menghadapi tantangan kesibukan sehari-hari sekaligus memastikan keseimbangan gizi.

“Seandainya mi sebagai makanan pokok pengganti beras, tapi ada lauknya ayam goreng, tahu tempe, itu boleh,”

kata Toto.

“Jadi mi di sana (Jepang dan Korsel) itu memang sebagai makanan pokok, ditambah dengan lauk lainnya,”

sambungnya.

Manfaat Kimchi dan Nutrisi Lengkap

Kimchi, makanan fermentasi tradisional Korea, menjadi contoh nyata bagaimana makanan instan bisa disesuaikan dengan nutrisi lengkap. Kimchi mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan, serta antioksidan dan vitamin yang mendukung imunitas tubuh. Dengan menambahkan kimchi ke mi instan, masyarakat bisa menghadapi tantangan gizi sekaligus meraih manfaat tambahan dari makanan tradisional.

Join the discussion