Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Facing Challenges: Generasi Keempat Penjual Barang Antik Triwindu, Kiky Jaga Warisan Keluarga dengan QRIS

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Kiky, Generasi Keempat Penjual Barang Antik Triwindu, Menghadapi Tantangan dengan QRIS Facing Challenges - Dalam menghadapi tantangan transisi ke sistem

Facing Challenges: Generasi Keempat Penjual Barang Antik Triwindu, Kiky Jaga Warisan Keluarga dengan QRIS

Kiky, Generasi Keempat Penjual Barang Antik Triwindu, Menghadapi Tantangan dengan QRIS

Facing Challenges – Dalam menghadapi tantangan transisi ke sistem pembayaran digital, Kiky (29) menjadi contoh nyata bagaimana seorang penjual barang antik di pasar tradisional Surakarta bisa beradaptasi. Sebagai generasi keempat dari usaha keluarga yang berdiri sejak zaman buyutnya, Kiky mengambil alih pengelolaan toko antik pada 2015 setelah menyelesaikan pendidikan sekolah. Meski sebagian besar pedagang di Triwindu masih mengandalkan metode bayar tunai, Kiky memilih QRIS sebagai solusi untuk memperluas pasar dan menjaga warisan keluarga.

Masa Lalu yang Bersejarah dan Tantangan Baru

Sebelum menjadi pusat perdagangan barang antik yang terkenal, Pasar Triwindu dulu dikenal sebagai area penggembalaan kuda. Kehadiran Kiky menggambarkan perjalanan bisnis keluarga yang telah bertahan selama puluhan tahun. Meski usaha ini terus berkembang, tantangan utama yang dihadapi adalah kesulitan dalam mengakses teknologi modern, terutama saat menghadapi transaksi besar. Dulu, seorang kolektor sempat mengurungkan niat membeli pompa bensin retro karena tidak bisa menggunakan mesin EDC.

Kiky menyadari bahwa transisi ke ekosistem digital adalah bagian dari tantangan yang harus dihadapi. Ia memutuskan mengadopsi QRIS tiga tahun lalu dengan dukungan promosi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih efisien, dan alur dana dari pembeli ke rekening usaha terjaga dengan baik. Selain itu, QRIS membantu Kiky menjangkau konsumen dari berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, tanpa batasan jarak.

Koleksi Beragam dan Strategi Pemasaran

Koleksi yang dijual di toko Kiky mencakup barang antik asli hingga replika retro yang dihasilkan untuk menarik minat pemula. Misalnya, koin kuno bisa dibeli dengan harga Rp 10.000, sementara meja marmer antik dihargai puluhan juta rupiah. Salah satu koleksi paling mahal adalah pompa bensin retro yang dijual hingga Rp 250 juta. Dengan menghadapi tantangan kompetisi dan perubahan selera, Kiky terus memperkaya katalog produk untuk menjaga daya tarik pasar.

Dalam membangun usaha, Kiky juga berupaya meningkatkan strategi pemasaran. Ia aktif mengikuti berbagai pameran lokal dan memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan bisnis keluarga. Tak hanya memudahkan pembayaran, QRIS juga memperkuat citra toko antik Triwindu sebagai bagian dari budaya sejarah yang modern dan relevan. Kiky mengakui bahwa kemudahan transaksi digital menjadi salah satu langkah krusial dalam menghadapi tantangan pasar yang dinamis.

Perkembangan Bisnis dan Pengakuan Publik

Kehadiran QRIS berdampak signifikan pada pertumbuhan bisnis Kiky. Banyak pelanggan dari luar kota mulai rutin mengunjungi toko setelah kemudahan pembayaran digital. Rani, seorang pembeli dari Surakarta, mengatakan bahwa sistem QRIS membuatnya lebih nyaman bertransaksi, terlebih saat ingin membeli barang bernilai tinggi tanpa bawa uang tunai.

“Sering jalan-jalan ke Triwindu untuk iseng, dan jarang bawa uang cash. Untungnya sekarang ada QRIS, bisa langsung bayar kalau ada barang yang diminati,” ujar Rani.

Kiky juga memperhatikan standar kemasan barang agar tidak rusak selama pengiriman. Barang diwrap dengan koran, kardus tebal, pelindung tambahan, hingga kayu khusus. Meski menghadapi tantangan dalam mengelola logistik, ia tetap memastikan produk sampai ke tangan pembeli dengan aman. Dengan kombinasi QRIS dan pengemasan yang hati-hati, usaha antik Kiky semakin stabil dan diakui oleh masyarakat sekitar.

Join the discussion