Tren

Harga BBM Non-subsidi di Malaysia Naik, RON 95 Bersubsidi Tetap Rp 8.750-Rp 9.000

Malaysia Naikkan Harga BBM Non-subsidi, Subsidi RON 95 Tetap di Kisaran Rp 8.750–Rp 9.000

Lenterafakta.com – Periode 20–26 Agustus 2026 menandai penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Malaysia. Kenaikan ini bukan tanpa sebab: gejolak geopolitik global yang berkepanjangan telah mengguncang harga serta ketersediaan minyak mentah di pasar internasional.

Akar Masalah: Konflik yang Belum Berujung

Sudah 172 hari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berlangsung tanpa kesepakatan penyelesaian. Pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz yang menjadi konsekuensi konflik tersebut terus menekan pasokan minyak mentah secara global.

“Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina juga menambah tekanan pada pasokan minyak dunia.”

Keterangan di atas disampaikan Kementerian Keuangan Malaysia dan dikutip dari The Sun pada Kamis (19/8/2026). Kementerian tersebut menambahkan bahwa selama periode perhitungan APM, Ukraina melancarkan serangan terhadap sebuah kilang minyak di Rusia—produsen minyak terbesar ketiga di dunia.

Mekanisme Penetapan dan Dampak Angka

Penetapan harga BBM non-subsidi di Malaysia mengacu pada rumus Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM). Berdasarkan kalkulasi terbaru, pergerakan harga per liter tercatat sebagai berikut:

Bensin RON 95 non-subsidi melonjak 15 sen menjadi 3,77 ringgit Malaysia (setara Rp 16.584,79), naik dari level sebelumnya 3,62 ringgit (Rp 15.924,92). Untuk RON 97, kenaikan sebesar 10 sen mendorong harga eceran ke 4,25 ringgit (Rp 18.696,38) per liter, dari 4,15 ringgit (Rp 18.256,46) sebelumnya. Solar non-subsidi mencatat kenaikan terbesar, yakni 20 sen, sehingga harganya menjadi 4,67 ringgit (Rp 20.544,02) per liter, beranjak dari 4,47 ringgit (Rp 19.664,19).

Harga Bersubsidi: Tidak Berubah

Update 20 Agustus 2026 tidak menyentuh harga BBM bersubsidi. Baik RON 95 maupun solar yang masuk skema subsidi tetap berada di level sebelumnya. Pemerintah Malaysia menyalurkan subsidi bensin melalui dua program: Budi Madani RON95 (BUDI95) untuk kendaraan pribadi warga negara Malaysia, serta Sistem Kawlan Petrol Bersubsidi (SKPS) yang ditujukan bagi kendaraan komersial dan transportasi publik.

Bensin RON 95 dalam kerangka BUDI95 dipatok pada 1,99 ringgit (Rp 8.754,30) per liter. Sementara itu, RON 95 di bawah SKPS dikenakan tarif 2,05 ringgit (Rp 9.018,25) per liter. Untuk solar bersubsidi, pemerintah juga menjalankan program Budi Madani Diesel dan Sistem Kawalan Diesel Bersubsidi (SKDS).

Perbandingan dengan Indonesia

Secara nominal, RON 95 non-subsidi Malaysia sedikit lebih murah ketimbang produk sejenis di Indonesia. Pertamax Green 95—yang baru tersedia di wilayah Jawa—dipatok Rp 16.600 per liter. Pada sisi subsidi, selisihnya lebih terasa: Pertalite (RON 90) di Indonesia dijual Rp 10.000 per liter, sehingga RON 95 bersubsidi Malaysia masih unggul dari sisi harga.

Frequently Asked Questions

What is Harga BBM Non subsidi di Malaysia?

Harga BBM Non subsidi di Malaysia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga BBM Non subsidi di Malaysia matter?

Harga BBM Non subsidi di Malaysia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *