Ilmuwan Prediksi Pemenang Piala Dunia 2026 – Spanyol Diperkirakan Unggul
Ilmuwan Prediksi Pemenang Piala Dunia 2026 -
Prediksi Pemenang Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Namun Tidak Bisa Berpuas Diri
Ilmuwan Ciptakan 11 Model AI untuk Menebak Juara Dunia
Ilmuwan Prediksi Pemenang Piala Dunia 2026 – Menebak negara pemenang Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan di berbagai platform media sosial setiap pertandingan berjalan. Ari Joury, seorang fisikawan partikel dan pendiri AIWangari, membangun 11 model matematika berbasis AI untuk mengeksplorasi kemungkinan tim yang akan memperoleh trofi. Ia mengumpulkan data dari 358 pertandingan internasional, termasuk 256 laga Piala Dunia 2010 hingga 2022 serta 102 pertandingan Kejuaraan Eropa 2020 dan 2024.
Joury menjelaskan bahwa setiap model menggunakan parameter unik. Beberapa fokus pada evaluasi performa terbaru, sementara yang lain menganalisis hasil pertandingan jangka panjang. Ada juga pendekatan berdasarkan selisih gol, serta model lain yang langsung menghitung peluang akhir pertandingan. Meski metode berbeda, hasilnya menunjukkan Spanyol memiliki probabilitas 20 persen, disusul Prancis dan Argentina masing-masing 14 persen, serta Belanda 10 persen.
“Dalam prediksi pra-turnamen, Spanyol memang menjadi pemenang tunggal yang paling mungkin, tetapi ‘paling mungkin’ tetap berarti peluang minoritas, bukan taruhan yang aman,” ujar Joury, seperti yang dilaporkan Daily Mail pada 23 Juni 2026.
Menurut Joury, turnamen sepak bola 2026 akan penuh variasi. Hasil bergantung pada pertandingan sistem gugur kritis, di mana satu momen bisa mengubah segalanya. Ia menekankan bahwa tidak ada model yang sempurna, dan setiap pendekatan memiliki kesalahan khas.
Simulasi dari Universitas Liverpool: Spanyol dan Inggris Jadi Finalis Terkuat
Prediksi Spanyol juga didukung oleh simulasi superkomputer dan machine learning dari Universitas Liverpool. Benjamin Holmes dan Profesor Ian McHale melakukan 1.000 kali perhitungan, mempertimbangkan faktor seperti kualitas pemain, kondisi cuaca, dan ketinggian lokasi stadion. Skenario terfavorit menunjukkan laga final antara Inggris dan Spanyol, dengan tim pertama memperoleh 29 persen peluang mencapai babak akhir, sementara Spanyol memiliki 26 persen untuk menjadi juara.
“Kami juga memasukkan simulasi tentang cedera, skorsing, serta siapa yang mencetak gol. Kondisi permainan, seperti cuaca dan ketinggian, sangat penting dalam turnamen tiga negara tuan rumah ini,” kata Holmes, seperti dikutip dari situs resmi Universitas Liverpool pada 12 Juni 2026.
Secara keseluruhan, model matematika Joury serta simulasi Liverpool sepakat menempatkan Spanyol sebagai kandidat utama. Namun, Norwegia muncul sebagai kuda hitam dengan 3,6 persen peluang memenangkan trofi. Joury memperkirakan lima dari 11 model memberikan Spanyol lebih dari satu banding empat peluang menjuarai turnamen ini.
