Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Indonesia Diprediksi Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Super Kaya Tercepat – Apa Kata Ekonom?

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

Indonesia Diprediksi Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Super Kaya Tercepat Sumber: Knight Frank dalam Laporan The Wealth Report 2026 Indonesia Diprediksi

Indonesia Diprediksi Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Super Kaya Tercepat – Apa Kata Ekonom?

Indonesia Diprediksi Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Super Kaya Tercepat

Sumber: Knight Frank dalam Laporan The Wealth Report 2026

Indonesia Diprediksi Jadi Negara dengan Pertumbuhan – Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat jumlah individu super kaya di dunia, menurut laporan The Wealth Report 2026 yang dirilis oleh Knight Frank. Dalam periode 2026-2031, negara ini akan mengalami peningkatan jumlah ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) yang mencapai 82 persen. UHNWI didefinisikan sebagai individu yang memiliki kekayaan bersih minimal 30 juta dolar AS, sekitar Rp 536,7 miliar berdasarkan kurs pada 26 Juni 2026. Prediksi ini menunjukkan keberhasilan ekonomi Indonesia dalam menarik investasi dan meningkatkan nilai aset.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mencapai 5 persen per tahun, memperkuat posisi negara ini sebagai destinasi yang menarik bagi para investor. Tren ini dipicu oleh pertumbuhan sektor teknologi, industri keuangan, serta kebijakan pemerintah yang mendorong ekspansi usaha kecil dan menengah. Jumlah UHNWI di Indonesia akan meningkat dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031, mencerminkan adanya kesempatan ekonomi yang semakin banyak.

Ekonom: Pertumbuhan Kekayaan Tak Selalu Berarti Kesenjangan

Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Center of Reform on Economics (Core) mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah orang super kaya perlu dilihat dalam konteks perubahan struktur kelas ekonomi. “Meski Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan orang super kaya tercepat, hal ini bisa berdampak pada kesenjangan ekonomi jika tidak diimbangi dengan peningkatan kelas menengah,” kata Yusuf, dilansir dari Kontan, Minggu (28/6/2026).

“Di satu sisi, Indonesia diproyeksikan memimpin pertumbuhan orang sangat kaya. Di sisi lain, jumlah kelas menengah justru turun dari 47,9 juta orang pada 2024 menjadi 46,7 juta pada 2025,” tambah Yusuf. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran ekonomi yang perlu diwaspadai, terutama dalam menghadapi kenaikan biaya hidup dan inflasi yang terus meningkat.

Yusuf menjelaskan bahwa pertumbuhan UHNWI lebih terkait dengan kenaikan nilai aset seperti saham, properti, dan usaha, daripada transfer kekayaan dari kelas menengah. “Akar persoalan sebenarnya terletak pada perbedaan sumber pertumbuhan pendapatan, di mana pemilik modal menghasilkan keuntungan lebih cepat dibandingkan kenaikan pendapatan tenaga kerja,” tambahnya. Hal ini mencerminkan ketimpangan antara kekayaan yang diperoleh melalui investasi dan pendapatan yang didapat melalui kerja.

Perubahan Struktur Kelas Ekonomi dan Risiko Masa Depan

Pertumbuhan UHNWI di Indonesia berpotensi memperlebar kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin. Yusuf menyoroti terbengkaknya kelompok “aspiring middle class” atau calon kelas menengah, yang diperkirakan mencapai 142 juta orang pada 2025. Meski sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang keluar dari kemiskinan, mereka belum mampu mempertahankan status sebagai kelas menengah.

Meningkatnya penggunaan pinjaman daring dan pembiayaan melalui pergadaian menjadi indikasi bahwa konsumsi kelas menengah semakin bergantung pada utang. “Ini menunjukkan bahwa sebagian konsumsi tidak lagi didukung oleh pendapatan, tetapi oleh kewajiban pembayaran di masa depan,” jelas Yusuf. Meski konsumsi tetap terlihat stabil, fondasi ekonomi kelas menengah menjadi lebih rentan, terutama jika pertumbuhan pendapatan tidak sejalan dengan inflasi.

Jika tren ini berlanjut, Yusuf memperingatkan risiko terhadap perekonomian nasional. Pertama, konsumsi domestik bisa melemah karena kelas menengah menjadi motor utama permintaan. Kedua, mobilitas sosial mungkin tertahan, meski ekonomi Indonesia tetap tumbuh sekitar lima persen per tahun. “Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan orang super kaya tercepat, tetapi kita perlu memastikan bahwa pertumbuhan ini inklusif dan tidak mengorbankan kelompok menengah,” lanjutnya.

Pertumbuhan UHNWI juga terkait dengan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang berdampak pada akses ke keuangan. Tahun 2024 menunjukkan adanya penurunan jumlah kelas menengah, yang kemungkinan dipengaruhi oleh peningkatan biaya hidup dan ketidakstabilan pasar tenaga kerja. Yusuf menekankan pentingnya harmonisasi antara kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan perlindungan bagi kelompok menengah.

Menurut laporan Knight Frank, 2026 menjadi tahun penting bagi Indonesia dalam mengubah struktur kelas ekonomi. Pertumbuhan orang super kaya yang pesat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi yang dinamis. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan bahwa peningkatan kekayaan tidak mengakibatkan marginalisasi kelas menengah. “Indonesia diprediksi menjadi negara dengan pertumbuhan orang super kaya tercepat, tetapi kita harus waspada terhadap dampak jangka panjangnya,” tambah Yusuf.

Join the discussion