Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Israel Akan Gunakan Buaya Nil untuk Jaga Penjara Tahanan Palestina, Tuai Kritik dan Ejekan

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Langkah baru dalam sistem keamanan Israel telah diumumkan resmi oleh Menteri Perlindungan Lingkungan, Idit Silman. Melalui keputusan yang diterbitkan pada

Israel Akan Gunakan Buaya Nil untuk Jaga Penjara Tahanan Palestina, Tuai Kritik dan Ejekan

Israel Akan Gunakan Buaya Nil untuk Penjara Tahanan Palestina

Lenterafakta.com – Langkah baru dalam sistem keamanan Israel telah diumumkan resmi oleh Menteri Perlindungan Lingkungan, Idit Silman. Melalui keputusan yang diterbitkan pada pertengahan Juli 2026, reptil besar bernama buaya Nil kini mendapat klasifikasi baru sebagai hewan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan keamanan nasional. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam rencana Israel Akan Gunakan Buaya Nil sebagai penjaga alami di fasilitas penahanan.

Keputusan administratif ini mengubah status buaya Nil dari kategori hewan liar biasa menjadi hewan liar yang dibudidayakan. Perubahan klasifikasi ini memberikan dasar hukum bagi lembaga-lembaga keamanan untuk memelihara buaya Nil secara legal. Langkah ini juga sejalan dengan agenda Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang telah lama memperjuangkan gagasan penggunaan reptil pemangsa untuk keamanan penjara.

Asal Usul Gagasan dari Florida

Usulan penggunaan buaya untuk keamanan penjara pertama kali muncul pada Desember 2025. Itamar Ben-Gvir terinspirasi oleh pusat penahanan migran di Florida, Amerika Serikat, yang dikenal dengan julukan “Alligator Alcatraz”. Pusat tersebut telah berhasil menggunakan buaya sebagai penjaga alami yang efektif untuk mencegah pelarian tahanan. Dilansir dari Deutsche Welle pada Minggu, 19 Juli 2026, rencana ini kini akan diimplementasikan di Israel dengan modifikasi sesuai kondisi lokal.

Penjara Ketziot di wilayah selatan Israel menjadi lokasi utama yang dipilih untuk implementasi program ini. Fasilitas penahanan ini secara khusus menampung para tahanan keamanan asal Palestina dengan tingkat keamanan yang ketat. Itamar Ben-Gvir telah menyatakan ketertarikannya untuk menempatkan buaya-buaya di sekitar perimeter penjara sebagai deterrent alami bagi tahanan yang berniat melarikan diri.

Kritik dan Tantangan yang Muncul

Keputusan ini tidak lepas dari berbagai kritik dan penolakan. Israel Nature and Parks Authority, otoritas lingkungan hidup nasional, secara tegas menentang usulan tersebut sejak pertama kali diperkenalkan. Menurut otoritas ini, hewan liar seharusnya hanya dipelihara untuk tujuan penelitian ilmiah dan pendidikan, bukan untuk fungsi keamanan yang berisiko tinggi.

“Apakah Anda berpikir untuk mencoba kabur? Pikirkan lagi,” tulis Itamar Ben-Gvir dalam unggahan Facebook pribadinya pada Kamis lalu.

Unggahan gertakan dari Ben-Gvir tersebut dilengkapi dengan foto hasil olahan kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya sedang memegang buaya dengan tali kekang. Foto ini menjadi viral dan memicu berbagai reaksi di media sosial Israel. Beberapa pihak menganggapnya sebagai langkah inovatif, sementara yang lain melihatnya sebagai tindakan berlebihan.

Di sisi lain, laporan dari Channel 13 menunjukkan bahwa usulan ini juga tidak mendapat sambutan hangat dari internal kepolisian dan petugas lapas. Beberapa perwira di Layanan Penjara Israel bahkan menyambut gagasan ini dengan ejekan. Mereka mengkhawatirkan risiko keselamatan jiwa jika buaya-buaya tersebut berhasil kabur ke alam liar, seperti yang pernah terjadi dalam insiden-insiden sebelumnya.

Keputusan akhir masih menunggu persetujuan penuh dari pemerintah Israel serta pemenuhan syarat-syarat ketat yang ditetapkan oleh otoritas lingkungan hidup. Jika disetujui, Israel Akan Gunakan Buaya Nil sebagai bagian dari strategi keamanan modern yang menggabungkan teknologi dan alam. Program ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam manajemen keamanan penjara di tingkat internasional.

Join the discussion