Kapan Puncak Suhu Dingin akibat Bediding di Pulau Jawa? Ini Kata BMKG
Bediding di Pulau Jawa? Kapan Puncak Suhu Dingin akibat Bediding - Dalam beberapa hari terakhir, warga di beberapa wilayah Pulau Jawa mulai merasakan udara
BMKG: Kapan Puncak Suhu Dingin Akibat Fenomena Bediding di Pulau Jawa?
Kapan Puncak Suhu Dingin akibat Bediding –
Dalam beberapa hari terakhir, warga di beberapa wilayah Pulau Jawa mulai merasakan udara yang lebih sejuk pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini dikenal sebagai bediding, yang biasanya muncul selama musim kemarau. BMKG mengungkapkan bahwa kondisi ini berlangsung secara rutin setiap tahun, tidak termasuk peristiwa cuaca tidak biasa.
Menurut prakirawan cuaca BMKG, Dina Ike, bediding terjadi karena perubahan kondisi atmosfer. “Fenomena ini bukan seperti cuaca ekstrem, tapi kondisi alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin, terutama di malam hari,” kata Dina kepada Kompas.com, Minggu (5/6/2026).
Pemicu Fenomena Bediding
Bediding muncul ketika langit cerah dengan awan yang minim. Dalam kondisi ini, panas yang terakumulasi di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat menguap ke atmosfer saat malam tiba. Selain itu, rendahnya kelembapan udara, menurunnya curah hujan, dan aliran massa udara kering dari Australia juga memperkuat efek pendinginan.
“Kondisi seperti ini sering terjadi ketika cuaca terang, awan jarang, kelembapan rendah, dan udara kering dari Australia dominan,” jelas Dina.
Daerah dengan Suhu Terendah
BMKG memprediksi bahwa fenomena bediding akan berdampak di berbagai wilayah Jawa. Wilayah dataran tinggi cenderung lebih merasakan penurunan suhu karena proses pendinginan berjalan lebih efektif. Berikut daerah yang diperkirakan mengalami suhu dingin selama musim kemarau:
Di Jawa Timur, suhu minimum paling terasa di Wonosobo, Magelang, Temanggung, dan Salatiga. Dalam sepekan, Wonosobo diperkirakan berkisar 14–17 derajat Celsius. Magelang memiliki suhu harian antara 16 derajat Celsius hingga di atas 20 derajat Celsius. Temanggung juga mengalami penurunan suhu, sekitar 13–19 derajat Celsius. Sementara itu, Salatiga diprediksi berada di rentang 16–19 derajat Celsius.
Di Jawa Barat, Garut menjadi satu dari daerah dengan suhu terendah, yaitu 11–17 derajat Celsius. Kawasan Ciwidey juga diperkirakan mengalami kondisi sejuk dengan suhu rata-rata 15 derajat Celsius, berpotensi turun lebih jauh dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan untuk Masyarakat
BMKG menyarankan masyarakat di daerah rawan bediding untuk memperhatikan kesehatan tubuh dan memakai pakaian hangat saat beraktivitas di malam hari. “Selain itu, terus pantau informasi cuaca terbaru untuk mengantisipasi perubahan iklim,” tambah Dina.
Fenomena bediding tidak berlangsung setiap hari, intensitasnya bisa bervariasi tiap tahun. Umumnya, peluang terjadinya bediding mulai meningkat sejak Juni dan mencapai puncaknya di Juli hingga Agustus.
