Key Strategy: Benarkah Beli BBM Pakai QRIS di SPBU Pertamina Minimal Rp 50.000? Ini Penjelasannya
inimal Rp 50.000? Key Strategy - Sejumlah pengguna layanan pembayaran digital menanyakan kebenaran adanya batasan minimal Rp 50.000 saat membeli bahan bakar
QRIS di SPBU Pertamina: Ada Batas Minimal Rp 50.000?
Key Strategy – Sejumlah pengguna layanan pembayaran digital menanyakan kebenaran adanya batasan minimal Rp 50.000 saat membeli bahan bakar minyak (BBM) melalui QRIS di SPBU Pertamina. Meski QRIS sudah menjadi standar pembayaran nasional yang diadopsi di berbagai negara seperti Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan, di Indonesia masih ada pertanyaan tentang ketersediaannya di seluruh pompa bensin Pertamina. Salah satu pengguna media sosial, @ceri******* di X, menyoroti hal ini pada 14 Juli 2026 dengan menyatakan, “QRIS udah sampe ke Tiongkok, Thailand bahkan Jepang tapi gak nyampe di SPBU Indo.” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Key Strategy dalam penerapan teknologi digital di sektor BBM masih menjadi isu yang perlu diperjelas.
Penjelasan tentang QRIS dan Kebijakan SPBU
QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard, adalah sistem pembayaran berbasis kode QR yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019. Sistem ini mulai diterapkan secara nasional sejak 1 Januari 2020, dengan tujuan mempermudah transaksi digital dan meningkatkan akses ke berbagai metode pembayaran. Namun, ketersediaannya di SPBU Pertamina belum merata, karena implementasi QRIS bergantung pada kebijakan masing-masing pengelola pompa bensin.
Robert Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa QRIS bukanlah solusi pembayaran langsung yang disediakan Pertamina. “QRIS ini adalah kerjasama dari SPBU-nya sendiri yang bekerjasama dengan layanan perbankan,” kata Robert dalam wawancara dengan Kompas.com pada 19 Juli 2026. Dengan demikian, penggunaan QRIS di SPBU Pertamina bisa bervariasi, tergantung pada kesepakatan antara pengelola dan pihak bank. Sebagian SPBU memperkenalkan batas minimal transaksi sebesar Rp 50.000, sementara lainnya tidak mewajibkan batas tersebut. Ini menjadi salah satu poin penting dalam Key Strategy adaptasi teknologi di dunia perbankan dan bahan bakar.
Perbandingan QRIS dan MyPertamina
Di samping QRIS, Pertamina juga memiliki aplikasi digital bernama MyPertamina. Aplikasi ini menjadi alternatif utama untuk pembayaran BBM tanpa batasan nominal, serta menyediakan akses ke promo dan diskon. Dalam konteks Key Strategy Pertamina, MyPertamina dianggap sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pelanggan melalui integrasi teknologi. Robert menyarankan pengguna untuk mengutamakan aplikasi ini karena fleksibilitasnya dalam memilih metode pembayaran.
MyPertamina menyediakan berbagai opsi pembayaran, termasuk dompet digital LinkAja, GoPay, OVO, dan kartu debit dari Mandiri, BNI, serta BRI. Juga tersedia pembayaran via kartu kredit Visa, Mastercard, dan JCB. Selain itu, aplikasi ini memungkinkan transaksi BBM baik dari dalam kendaraan maupun dengan menjaga jarak 1,5 meter dari dispenser. Dengan demikian, MyPertamina dianggap lebih efisien dibandingkan QRIS, terutama dalam melayani pengguna yang ingin membeli BBM dengan nominal lebih kecil.
Perkembangan Implementasi QRIS di Indonesia
Penerapan QRIS di SPBU Pertamina terus berkembang seiring kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi digital. Namun, sebagian besar SPBU masih menggunakan metode pembayaran konvensional, seperti uang tunai atau kartu atm. Robert menyatakan bahwa penggunaan QRIS di SPBU Pertamina sedang dalam proses perluasan, dan sejumlah SPBU telah mulai menerapkannya secara bertahap. “Kami terus mendorong pengelola SPBU untuk mengadopsi QRIS sebagai bagian dari Key Strategy modernisasi layanan bahan bakar,” tambahnya.
Seorang warganet lainnya mengeluhkan ketidakmerataan akses QRIS dan MyPertamina di berbagai SPBU. “Minimal harus 50 ka biasanya, aku juga sering pke Qris, tapi kadang juga ada SPBU yg ga ada, bukan Qris malah My Pertamina pun ga ada,” tulis pengguna di X. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam Key Strategy penerapan teknologi di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Pemerintah dan Pertamina perlu berkoordinasi lebih baik untuk memastikan akses yang merata, sehingga memudahkan masyarakat dalam membeli BBM secara digital.
Manfaat QRIS dan MyPertamina untuk Konsumen
QRIS menawarkan kemudahan bagi pengguna yang ingin melakukan transaksi tanpa membawa uang fisik. Dengan QRIS, pembayaran bisa dilakukan secara cepat dan aman, terutama di daerah dengan akses internet yang memadai. Namun, kebijakan batas minimal Rp 50.000 membuat sebagian konsumen merasa terbatas. Sementara itu, MyPertamina menjadi pilihan utama bagi yang ingin membeli BBM tanpa batasan nominal, serta mendapatkan manfaat tambahan seperti voucher dan diskon.
Robert Dumatubun menekankan bahwa MyPertamina adalah solusi yang lebih fleksibel dibandingkan QRIS. “Aplikasi ini bisa digunakan untuk pembelian BBM tanpa minimum transaksi, sehingga lebih cocok untuk kebutuhan sehari-hari konsumen,” jelas Robert. Selain itu, MyPertamina juga memberikan akses ke layanan lain seperti pengisian bahan bakar kendaraan listrik dan pengelolaan pelanggan. Dengan Key Strategy yang terintegrasi, Pertamina berupaya memperkuat kehadiran digitalnya di sektor energi.
Langkah-Langkah Membayar BBM via QRIS dan MyPertamina
Untuk menggunakan QRIS, konsumen perlu mengaktifkan layanan pembayaran digital terlebih dahulu. Pada saat transaksi, mereka bisa menempelkan kode QR di mesin pembayaran SPBU, lalu menyelesaikan proses secara langsung. Namun, beberapa SPBU mewajibkan minimal Rp 50.000, sehingga konsumen harus memperhatikan batas tersebut. Sementara itu, MyPertamina memudahkan konsumen dengan langkah-langkah transaksi yang terstruktur. Pengguna dapat menghubungkan akun aplikasi dengan metode pembayaran yang disediakan, lalu menyelesaikan pembelian BBM secara cepat dan nyaman.
Transaksi BBM via digital seperti QRIS dan MyPertamina juga memberikan keuntungan dalam mengurangi antrian dan mempercepat proses pembayaran. Hal ini sesuai dengan Key Strategy Pertamina dalam meningkatkan efisiensi layanan, terutama di tengah peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Dengan keberadaan dua metode pembayaran tersebut, Pertamina mencoba memenuhi kebutuhan beragam konsumen, baik yang menginginkan fleksibilitas nominal maupun kecepatan transaksi.
