Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Key Strategy: Coca Cola dan Pepsi Akan Pasang QR Code pada Kemasan Mereka, Apa Isinya?

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Key Strategy: Coca Cola dan Pepsi Mulai Pasang QR Code di Kemasan, Transparansi Bahan Baku Terkini Key Strategy - Dalam upaya meningkatkan transparansi di

Key Strategy: Coca Cola dan Pepsi Akan Pasang QR Code pada Kemasan Mereka, Apa Isinya?

Key Strategy: Coca Cola dan Pepsi Mulai Pasang QR Code di Kemasan, Transparansi Bahan Baku Terkini

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan transparansi di industri minuman ringan, perusahaan-perusahaan besar seperti Coca-Cola dan Pepsi mengambil langkah penting dengan mengimplementasikan kode QR pada kemasan produk mereka. Ini menjadi bagian dari Key Strategy yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen akan informasi yang lebih jelas tentang bahan baku. Dengan hanya memindai kode, pengguna dapat mengakses detail komposisi, keamanan bahan, serta data nutrisi langsung dari sumber terpercaya. Inisiatif ini diluncurkan oleh American Beverage Association (ABA) sebagai bagian dari kesepakatan bersama dengan merek besar seperti Keurig Dr Pepper, PepsiCo, dan The Coca-Cola Co.

QR Code sebagai Solusi Terpadu untuk Konsumen

Sejumlah besar merek minuman ringan, termasuk Coke, Pepsi, Dr Pepper, Celsius, Monster Energy, Polar Beverages, dan Red Bull, telah terlibat dalam Key Strategy ini. Setiap konsumen yang memindai kode QR akan dialihkan ke situs GoodToKnowFacts.org, platform yang dirancang khusus untuk menyajikan data bahan baku secara terstruktur. Situs tersebut menyediakan deskripsi rinci lebih dari 140 bahan yang umum digunakan, termasuk status keamanan yang ditentukan oleh lembaga seperti Food and Drug Administration (FDA), European Food Safety Authority (EFSA), dan Health Canada. Pemasangan QR code diharapkan dapat memudahkan pengguna memahami komposisi produk tanpa harus mencari informasi di berbagai situs web.

Pepsi telah segera meluncurkan fitur ini di situs web mereka, sementara Coca-Cola akan menyelesaikan pemasangan QR code pada kemasan bulan ini. Keurig Dr Pepper, di sisi lain, diperkirakan akan mengikuti pada akhir tahun. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat Key Strategy perusahaan dalam menyajikan data secara langsung, tetapi juga menjawab kritik terhadap transparansi bahan pangan. Dengan sistem yang terpadu, konsumen dapat mengakses informasi secara simultan, mengurangi risiko kebingungan akibat data yang berbeda dari sumber yang tidak konsisten.

Transparansi dan Pemenuhan Ekspektasi Konsumen

Kebutuhan konsumen akan informasi nutrisi terus meningkat, terutama di tengah kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan. Survei terbaru dari EY menunjukkan bahwa 60% dari peserta survei memilih produk berdasarkan komposisi bahan. Hal ini mendorong penggunaan aplikasi seperti Yuka, Bobby Approved, dan Zoe yang membantu memvisualisasikan skor kesehatan melalui pemindaian kode batang. Namun, Key Strategy dengan QR code dinilai lebih efektif karena memberikan akses langsung ke data dari lembaga pemerintah, bukan hanya aplikasi pihak ketiga.

Data dari NIQ menunjukkan bahwa sekitar 25% penduduk AS aktif menggunakan aplikasi nutrisi. Lebih dari separuh pengguna menyatakan kepercayaan pada data dari aplikasi tersebut, meski beberapa minuman ringan populer mendapatkan penilaian rendah karena kandungan gula tinggi dan bahan tambahan seperti pewarna, pengawet, serta pemanis buatan. Chris Costagli dari NIQ mengatakan bahwa integrasi QR code dapat membantu produsen mengontrol narasi di mata pembeli. Sementara itu, Merideth Potter, Chief Strategy Officer ABA, menegaskan bahwa data di situs GoodToKnowFacts.org tidak hanya didasarkan pada industri, tetapi juga hasil penilaian pakar.

“Kami membangun Key Strategy ini untuk menghadirkan informasi secara langsung, mengurangi kekacauan informasi dari internet, dan memastikan konsumen mendapatkan kejelasan tentang bahan yang digunakan,” jelas Merideth Potter dari ABA. Dengan sistem ini, konsumen tidak hanya bisa memahami komposisi produk, tetapi juga membandingkan bahan serupa dan status keamanannya. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa transparansi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan jangka panjang.

Kampanye ini juga dilakukan di tengah tekanan dari pejabat kesehatan selama pemerintahan Donald Trump, yang mendorong transparansi bahan pangan. QR code memberikan solusi praktis untuk mengakses informasi secara cepat dan mudah. Meski demikian, Dr. Dariush Mozaffarian dari Tufts University mengingatkan bahwa beberapa tinjauan pemerintah masih bersifat kaku dan tidak selalu memadai. Key Strategy ini diharapkan dapat menjadi perbaikan kecil dalam sistem yang lebih luas.

Join the discussion