Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Kisah Penyelamatan 25 Kucing Kafe di Tengah Reruntuhan Mal Pasca-Gempa Jepang

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Pihak pengelola Cat Cafe MOFF mengonfirmasi kabar gembira bahwa 25 ekor kucing berhasil diselamatkan dari dalam pusat perbelanjaan yang rusak di Jepang

Kisah Penyelamatan 25 Kucing Kafe di Tengah Reruntuhan Mal Pasca-Gempa Jepang

25 Kucing Kafe Selamat dari Reruntuhan Mal Jepang

Lenterafakta.com – Pihak pengelola Cat Cafe MOFF mengonfirmasi kabar gembira bahwa 25 ekor kucing berhasil diselamatkan dari dalam pusat perbelanjaan yang rusak di Jepang. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (30/7/2026) dan segera membuat media sosial dipenuhi rasa syukur. Para kucing tersebut sempat terjebak saat gempa bumi berkekuatan 7,1 skala Richter mengguncang wilayah barat daya Jepang pada Selasa (28/7/2026) lalu. Bencana ini tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga mengancam keselamatan hewan-hewan yang tinggal di kafe.

Bencana alam tersebut menghancurkan sebagian bangunan mal Aeon yang berlokasi di Kashima, Prefektur Kumamoto. Saat guncangan terjadi, seluruh pengunjung dan karyawan mal segera dievakuasi keluar. Namun, ketika para staf kembali untuk menyelamatkan hewan-hewan peliharaan, sebuah ledakan besar meledak di dalam bangunan. Ledakan ini diduga disebabkan oleh kebocoran gas yang terjadi bersamaan dengan gempa. Kondisi berbahaya akibat ledakan memaksa para karyawan untuk segera berlari menyelamatkan diri mereka sendiri.

Kucing-kucing yang terjebak di lantai dasar mal termasuk Momo, Kohaku, Tango, dan Shandy. Shandy merupakan seekor kucing ras Norwegian Forest dengan bulu lebat yang menjadi favorit pengunjung kafe. Para kucing ini tidak hanya menjadi hewan peliharaan, tetapi juga bagian penting dari pengalaman pengunjung yang datang untuk bersantai dan bermain bersama mereka.

Proses Penyelamatan yang Berisiko

Menurut laporan Japan Today pada Jumat, otoritas Kumamoto menyatakan bahwa sedikitnya 34 orang kehilangan nyawa akibat bencana tersebut. Di area pusat perbelanjaan saja, tujuh jenazah berhasil ditemukan oleh tim pencarian. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan gempa dan ledakan yang terjadi di lokasi tersebut.

Pada Rabu, setelah mendapatkan persetujuan resmi dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan manajemen mal, manajer Cat Cafe MOFF memutuskan untuk masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak. Dengan hati-hati, ia mengevakuasi semua hewan peliharaan yang masih tertahan di dalam reruntuhan. Proses ini membutuhkan keberanian dan ketelitian tinggi mengingat kondisi bangunan yang tidak stabil.

Hasilnya, 25 ekor kucing berhasil dikeluarkan dalam keadaan selamat tanpa cedera. Sekitar pukul 22.00 waktu setempat, rombongan kucing tersebut tiba di Kota Hiroshima, Jepang bagian barat. Lokasi ini dipilih karena perusahaan pengelola memiliki cabang cat cafe lainnya di sana. Perjalanan panjang dari Kumamoto ke Hiroshima dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan kenyamanan para kucing.

“Kami sempat khawatir dengan kelelahan akibat perjalanan jauh dari Kumamoto, tetapi setelah tiba, kami memberikan perawatan individual untuk masing-masing dari mereka,” kata pihak pengelola kafe.

Pengelola menambahkan bahwa saat ini kucing-kucing tersebut “menghabiskan waktu dengan tenang dan tenang.” Perawatan khusus diberikan untuk memastikan setiap kucing pulih dari stres akibat bencana dan perjalanan.

Respons Publik dan Kontroversi

Kisah penyelamatan ini dengan cepat menyita perhatian masyarakat luas. Unggahan berita daring di platform X oleh media Livedoor News bahkan telah ditonton lebih dari 7,9 juta kali. Berbagai respons bermunculan di media sosial, memicu diskusi hangat di kalangan warganet. Banyak yang mengapresiasi tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh pihak kafe.

“Orang-orang mengatakan nyawa manusia adalah yang utama, tetapi nyawa manusia dan nyawa kucing sama-sama berharga… Saya senang semuanya selamat,” tulis salah satu pengguna di Instagram.

Di sisi lain, keberadaan kafe hewan di Jepang, tempat pengunjung dapat membelai berbagai satwa mulai dari landak hingga babi mini, juga tidak luput dari kontroversi. Beberapa warganet berharap kucing-kucing tersebut tidak lagi dijadikan daya tarik komersial. Mereka berpendapat bahwa hewan-hewan ini layak mendapatkan kehidupan yang lebih tenang setelah mengalami trauma.

“Jika memungkinkan, saya berharap mereka tidak dikembalikan ke kafe kucing, melainkan menemukan rumah adopsi di mana mereka dapat hidup aman dan terjamin dikelilingi cinta,” ungkap pengguna Instagram lainnya.

Kisah ini menjadi pengingat penting tentang hubungan antara manusia dan hewan peliharaan. Meskipun bencana melanda, solidaritas dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup tetap menjadi nilai yang tak ternilai. Semoga para kucing ini dapat menemukan kedamaian baru di masa depan.

Join the discussion