Kisah Perempuan Inggris Dengar Bisikan jika Derita Tumor Otak, Dokter Konfirmasi Kebenarannya
Seorang dokter psikiater pernah mempresentasikan kasus unik di sebuah konferensi medis. Pasien perempuan berusia empat puluhan tahun ini mengalami fenomena
Wanita Inggris Mendengar Bisikan Tentang Tumor Otak yang Dikonfirmasi Dokter
Lenterafakta.com – Seorang dokter psikiater pernah mempresentasikan kasus unik di sebuah konferensi medis. Pasien perempuan berusia empat puluhan tahun ini mengalami fenomena yang awalnya dianggap sebagai gangguan mental, namun ternyata memiliki dasar fisik yang nyata. Menurut catatan LiveScience tertanggal 15 Juli 2026, peristiwa ini terjadi pada tahun 1984 dan kemudian didokumentasikan dalam jurnal BMJ tahun 1997.
Awal Mula Bisikan yang Mengejutkan
Kisah ini bermula ketika wanita tersebut sedang membaca buku. Tiba-tiba ia mendengar suara yang tidak dikenalnya berbicara tentang kondisi kesehatannya. Suara itu menyampaikan pesan dengan kata-kata:
“Tolong jangan takut. Aku tahu pasti ini mengejutkan bagimu mendengar aku berbicara kepadamu seperti ini, tapi ini adalah cara termudah yang bisa kupikirkan.”
Bisikan tersebut kemudian menjelaskan bahwa ia dan seorang teman pernah bekerja di Rumah Sakit Anak Great Ormond Street. Mereka ingin membantu wanita itu. Meskipun pernah mendengar nama rumah sakit tersebut, ia belum pernah mengunjungi tempat itu dan tidak mengetahui lokasinya secara pasti.
Tiga Informasi yang Membuktikan Kebenaran
Suara tak berwujud itu berusaha meyakinkan wanita tersebut dengan memberikan tiga informasi yang belum diketahuinya. Mengikuti saran dari suara, ia pun mencari fakta-fakta tersebut dan memastikan semuanya benar. Kekhawatiran pun muncul karena ia mengira sedang mengalami krisis kesehatan mental.
Setelah mengunjungi dokter umum, ia dirujuk ke klinik psikiatri. Seorang psikiater mendiagnosisnya menderita psikosis halusinasi fungsional. Kondisi ini ditandai dengan terlepasnya kesadaran dari kenyataan tanpa penyebab fisik yang jelas, seperti cedera otak. Dokter merekomendasikan konseling serta pengobatan menggunakan thioridazine, obat antipsikotik.
Suara Kembali dengan Petunjuk Medis
Dua minggu kemudian, suara-suara itu menghilang. Wanita tersebut pergi berlibur, namun bisikan-bisikan itu kembali terdengar. Kali ini, mereka menyuruhnya segera pulang ke rumah untuk menjalani perawatan medis. Setelah tiba di rumah, ia terus mendengar suara yang memberikan alamat tertentu untuk dikunjungi.
Alamat tersebut ternyata adalah unit rumah sakit yang memiliki fasilitas pemindaian CT. Suara itu mendesaknya untuk menjadwalkan pemindaian otak karena ia menderita tumor. Dengan perasaan cemas, ia kembali ke ruang praktik psikiaternya. Sang psikiater akhirnya meminta agar pemindaian dilakukan untuk menenangkannya.
Konfirmasi Tumor Otak
Permohonan CT scan awalnya ditolak karena tidak ada dasar klinis untuk pemeriksaan yang dianggap mahal. Namun, pemeriksaan pemindaian itu akhirnya disetujui dan hasilnya sesuai dengan apa yang disampaikan oleh halusinasi tersebut. Pasien menderita jenis tumor bernama meningioma parafalcine yang tumbuh di antara kedua belahan otak. Tumor ini muncul di meninges, yaitu lapisan jaringan yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang.
Psikiater dan seorang ahli bedah saraf konsultan merekomendasikan operasi untuk mengangkat tumor. Para ahli bedah berhasil mengangkat tumor berukuran panjang 2,5 inci atau 6,4 sentimeter dengan lebar 1,5 inci atau 3,8 sentimeter.
Pemulihan dan Kesimpulan
Saat pasien mulai sadar kembali setelah operasi, suara-suara itu menyampaikan pesan terakhir: “Kami senang telah membantu Anda. Selamat tinggal”. Pasien pulih tanpa komplikasi. Penggunaan thioridazine segera dihentikan setelah operasi, dan suara-suara itu tidak kembali lagi.
Dua belas tahun setelah operasi, perempuan itu menelepon psikiaternya untuk mengucapkan selamat merayakan musim liburan. Ia menyatakan bahwa tidak lagi mengalami gejala apa pun. Sang psikiater yang menangani pasien itu mempresentasikan kasus tersebut di sebuah konferensi. Beberapa rekannya berpendapat bahwa pasien mungkin merasakan sesuatu yang menyebabkannya secara tidak sadar mencurigai ada sesuatu yang salah. Mereka berspekulasi, kecemasannya tersebut mungkin termanifestasi sebagai suara-suara yang seolah tahu lebih banyak daripada diri pasien itu sendiri.
Lesi otak termasuk tumor telah lama dikaitkan dengan gangguan kejiwaan dan masalah kesehatan mental. Lesi otak juga telah dikaitkan dengan halusinasi visual dan pendengaran. Fakta bahwa suara-suara tersebut menghilang setelah tumor diangkat menunjukkan bahwa gejala-gejala ini setidaknya berkaitan langsung dengan adanya lesi tersebut. Menurut sang psikiater, mungkin pada kenyataannya, kondisi tersebut disebabkan oleh lesi itu sendiri.
