Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Latest Program: Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina

Barbara Rodriguez - lenterafakta.com 4 mins read

er Botol, Ini Penjelasan Pertamina Latest Program - Program Terbaru Pertamina menimbulkan perbincangan di media sosial, khususnya terkait kenaikan harga

Latest Program: Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina

Pertalite Eceran di Medan Naik ke Rp25.000 per Botol, Ini Penjelasan Pertamina

Latest Program – Program Terbaru Pertamina menimbulkan perbincangan di media sosial, khususnya terkait kenaikan harga Pertalite di beberapa tempat penjualan di Medan. Harga bahan bakar Pertalite yang biasanya di SPBU Pertamina hanya Rp10.000 per liter, kini diperkirakan mencapai Rp25.000 per botol. Fenomena ini diperkirakan terjadi karena keterbatasan akses masyarakat ke SPBU dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan harga ini mendapat tanggapan beragam dari konsumen dan berbagai pihak terkait.

Kebijakan Harga Eceran BBM Sepenuhnya Diserahkan ke Penjual

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Rabu (16/7/2026), Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, menjelaskan bahwa Pertamina tidak mengatur harga jual bahan bakar minyak (BBM) di tingkat pengecer. “Program Terbaru ini menegaskan bahwa harga di tingkat eceran menjadi kebijakan masing-masing pihak, karena mereka bukan lembaga penyalur resmi,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa Pertamina hanya menyalurkan BBM melalui SPBU dan subpenyalur yang telah ditentukan, sehingga kenaikan harga di pedagang eceran tidak terkait langsung dengan kebijakan perusahaan.

Masih menurut Fahrougi, distribusi BBM di Medan kini telah kembali normal, sehingga stok bahan bakar terjaga. Namun, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang terbiasa dengan harga terjangkau. Sejumlah warganet menyebutkan bahwa pengecer eceran berpotensi memanfaatkan situasi keterbatasan stok untuk meningkatkan margin keuntungan.

Masyarakat Mengeluh Kenaikan Harga Pertalite di Pasar Eceran

Kenaikan harga Pertalite di Medan menjadi sorotan publik, terutama setelah muncul informasi bahwa harga jual di botol air mineral mencapai Rp25.000 per botol. Salah satu pengguna media sosial X menulis, “Program Terbaru Pertamina ini membuat BBM di Medan selangka, yuk koar-koar biar pemerintah lihat,” diunggah Selasa (14/7/2026). Ia mengkritik pengecer yang memanfaatkan situasi keterbatasan stok untuk menaikkan harga.

Menurut Bima, warga Kecamatan Medan Selayang, ia mengalami kesulitan saat mengisi BBM untuk sepeda motornya. “Tadi pas mau berangkat, tanya dulu berapa harga Pertalite. Rupanya sudah Rp25.000 dijualnya, padahal tidak penuh,” katanya, seperti dilansir Tribun. Ia juga menemukan pengecer lain yang tetap menjual dengan harga Rp20.000 per botol, namun kuantitas bahan bakar yang dijual jauh lebih sedikit dari standar. Fenomena ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada penyalahgunaan kebijakan harga eceran.

Pengecer Eceran dan Program Terbaru Pertamina

Program Terbaru Pertamina menciptakan ruang bagi pengecer eceran untuk menetapkan harga sendiri. Namun, Pertamina mengklaim bahwa kebijakan ini tidak mengurangi tanggung jawab perusahaan dalam memastikan kelancaran distribusi. “Kami terus memantau dan mengupayakan agar stok BBM tetap stabil,” tambah Fahrougi. Ia menambahkan bahwa perusahaan juga sedang berupaya meningkatkan ketersediaan BBM di lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk Medan.

Sementara itu, masyarakat berharap Program Terbaru ini tidak hanya menjadi sementara. Bima menyatakan bahwa kenaikan harga Pertalite di Medan membuat beban ekonomi warga meningkat, terutama untuk pengguna sepeda motor yang tergantung pada BBM. “Program Terbaru ini seharusnya membantu, tapi kini justru menambah keresahan,” ungkapnya. Dengan stok BBM yang aman dan distribusi normal, ia menilai masyarakat tidak perlu menghabiskan uang lebih mahal hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Kenaikan Harga BBM dan Dampaknya pada Konsumen

Kenaikan harga Pertalite di Medan yang mencapai Rp25.000 per botol juga dianggap sebagai bagian dari Program Terbaru yang diterapkan Pertamina. Fenomena ini mencerminkan dinamika pasar yang terjadi selama masa keterbatasan stok. Beberapa warganet mempertanyakan apakah ada kebijakan tambahan yang diambil Pertamina untuk mengatasi situasi ini, seperti subsidi atau pengawasan lebih ketat terhadap pengecer.

Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa kenaikan harga BBM di tingkat eceran perlu diawasi secara intensif. “Program Terbaru ini seharusnya mencakup mekanisme transparansi harga, agar masyarakat tidak dirugikan,” kata salah satu ekonom yang menilai Pertamina perlu memperjelas peran mereka dalam mengendalikan harga di tingkat pengecer. Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa harga di tingkat eceran tetap menjadi kebijakan masing-masing penjual, dan perusahaan berkomitmen untuk menjaga stabilitas pasokan BBM.

Pertamina Berkomitmen Memastikan Stok BBM Terjaga

Pertamina juga mengklaim bahwa ketersediaan BBM di Medan kini aman, setelah stok berhasil dipulihkan. “Program Terbaru ini tidak mengganggu kelancaran distribusi, karena kita telah memperkuat rantai pasok,” jelas Fahrougi. Namun, ia mengakui bahwa ada perbedaan harga di pasar eceran karena kebijakan pengecer individual. Ia menyarankan masyarakat untuk memilih tempat pengecer yang memiliki stok memadai dan harga terjangkau.

Dengan Program Terbaru yang diterapkan, Pertamina berharap masyarakat bisa tetap mendapatkan akses BBM yang stabil. “Kami terus berupaya agar harga bahan bakar tetap terjangkau, meski ada pengecer yang menaikkan harga,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa Pertamina siap memberikan dukungan teknis kepada pengecer untuk memastikan harga tidak terlalu tinggi.

Join the discussion