Latest Program: Trump Ancam Kenakan Tol AS di Selat Hormuz Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal dalam 60 Hari
Trump Ancam Terapkan Tarif AS di Selat Hormuz Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal dalam 60 Hari Latest Program – Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Trump Ancam Terapkan Tarif AS di Selat Hormuz Jika Kesepakatan dengan Iran Gagal dalam 60 Hari
Latest Program – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan ancaman untuk menerapkan tarif impor terhadap perjalanan kapal di Selat Hormuz jika negosiasi dengan Iran tidak mencapai kesepakatan dalam 60 hari. Pernyataan ini diungkapkan pada Sabtu (20/6/2026) saat ia berada di Camp David, sebagai bagian dari strategi penguasaan perekonomian Timur Tengah. Trump menekankan bahwa rancangan awal kesepakatan damai mengharuskan akses bebas tol di jalur strategis tersebut, tetapi ia menambahkan bahwa kebijakan ini bisa diubah jika proses negosiasi terhambat.
Respons Iran atas Serangan Israel
“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal,” ujar Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran.
Iran mengambil tindakan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara Israel yang menargetkan wilayah selatan Lebanon. Serangan ini terjadi Jumat (19/6/2026) dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian yang telah sepakat antara AS dan Iran. Menurut pernyataan militer Iran, langkah penutupan selat adalah upaya awal untuk memberi tekanan pada pihak lawan. “Jika agresi berlanjut, tindakan lebih lanjut akan diambil untuk menekan musuh agar memenuhi kewajibannya,” tambah pernyataan resmi yang disiarkan.
Dampak Kesepakatan Gagal pada Konflik Lebanon-Israel
Koresponden Al Jazeera di Tyre, Heidi Pett, menggambarkan dampak serangan Israel yang terjadi sehari setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan. “Hari ini sangat menghancurkan, dengan warga sipil yang terkena dampak,” katanya. Petaka tersebut juga mengakibatkan korban di antara personel militer Lebanon. Sementara itu, Trump menyebut tarif impor sebagai upaya untuk memastikan keuntungan ekonomi AS dalam Latest Program penguasaan Timur Tengah.
“Uang dari tarif tersebut akan digunakan sebagai kompensasi untuk peran AS sebagai pelindung wilayah Timur Tengah,” jelas Trump.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengungkapkan bahwa serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan 4.057 korban tewas dan 12.121 luka. Angka ini mencakup daerah distrik Nabatieh, termasuk Harouf, Haboush, dan Al-Duweir. Sementara militer Israel mengklaim telah menargetkan 80 lokasi Hizbullah dan menewaskan puluhan anggota kelompok tersebut. Kebijakan Trump bertujuan mengurangi tekanan ekonomi Iran, tetapi juga bisa memperburuk ketegangan di kawasan.
Ketegangan dalam Negosiasi dengan Iran
Ketegangan meningkat ketika utusan AS dan Iran bertemu di Swiss pada Minggu (21/6/2026) untuk melanjutkan perundingan. Meski kesepakatan awal telah ditandatangani, konflik antara Israel dan Hizbullah tetap berlangsung. Trump menegaskan bahwa konflik dengan Iran adalah Latest Program utama, sementara Israel mengklaim tindakan militer mereka terpisah dari proses penyelesaian perjanjian.
Dalam pernyataan resmi, Iran menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz adalah tindakan ketat untuk membalas pelanggaran oleh pihak lawan. Serangan udara Israel terus berlangsung hingga hari Minggu, dengan lebih dari 100 serangan menghantam daerah selatan Lebanon, menurut laporan Aljazeera. Ini menunjukkan betapa rapuhnya gencatan senjata saat ini, serta ketergantungan proses negosiasi pada dinamika di Lebanon.
Ekonomi Timur Tengah dalam Ancaman Trump
Langkah tarif impor yang diancam Trump berpotensi mengubah alur perdagangan global, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada jalur Selat Hormuz. Jalur ini menjadi pintu masuk utama minyak mentah ke pasar internasional, dan pengenalan biaya tambahan bisa meningkatkan harga bahan bakar di Eropa dan Asia. Latest Program ini juga bertujuan menekan ekonomi Iran, yang dianggap mengalami tekanan dari sanksi AS selama beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, perjanjian AS-Iran yang baru diumumkan disebut-sebut sebagai titik balik dalam upaya mengakhiri konflik Timur Tengah. Meski demikian, risiko penutupan Selat Hormuz dan ancaman tarif impor tetap menggantungkan pada keberhasilan negosiasi dalam jangka 60 hari. Trump menekankan bahwa ini adalah Latest Program kebijakan ekonomi yang diharapkan bisa menyelesaikan masalah lebih cepat.
“Kesepakatan ini harus segera terwujud, agar ketegangan tidak meluas,” kata koresponden Al Jazeera di Beirut, Rob McBride.
