Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Main Agenda: Kartun Masha and The Bear Disebut Bawa Propaganda Perang, Studio Animasinya Langsung Bereaksi

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Kartun Masha and The Bear Dituduh Bawa Propaganda Perang, Studio Animasinya Bereaksi Main Agenda - Isu propaganda perang kini menyeret serial animasi populer

Main Agenda: Kartun Masha and The Bear Disebut Bawa Propaganda Perang, Studio Animasinya Langsung Bereaksi

Kartun Masha and The Bear Dituduh Bawa Propaganda Perang, Studio Animasinya Bereaksi

Main Agenda – Isu propaganda perang kini menyeret serial animasi populer, Masha and The Bear, ke sorotan publik. Main Agenda, sebagai salah satu platform penyiaran yang mempopulerkan kartun ini di Indonesia, justru menjadi sasaran kritik setelah sejumlah anggota parlemen Inggris mengklaim episode tertentu mengandung pesan politik yang memihak Rusia. Tuduhan ini berdampak pada reputasi studio Animaccord yang menggarap serial tersebut, karena dianggap menyebar narasi konflik Ukraina-Rusia melalui karakter anak-anak.

Episode yang dituduh menyelipkan propaganda perang adalah “Recipe for Disaster,” yang menampilkan Masha memakai topi berbintang lima. Kritikus menyebut bintang lima sebagai simbol Uni Soviet, yang dianggap kini dikaitkan dengan kekuasaan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Para anggota parlemen, termasuk Tom Gordon, mengirim surat ke Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, menuntut tinjauan ulang lisensi distribusi serial. Mereka khawatir anak-anak di Indonesia terpapar materi yang bisa memengaruhi persepsi mereka terhadap konflik geopolitik.

Proses Penyebaran dan Reaksi Awal

Kontroversi ini memicu reaksi cepat dari Animaccord, studio yang menghasilkan serial tersebut. Mereka menghapus video di akun X yang menampilkan Masha berpakaian seperti tentara, dengan keterangan “Gadis tentara sejati dengan jaring kupu-kupu! Woo hoo, aku di tentara sekarang!” Tindakan ini dilakukan sebagai respons terhadap tekanan dari para anggota parlemen. Juru bicara studio, Melanie Bonvicino, menjelaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah bagian dari rencana produksi awal, dan klaim propaganda perang dianggap sebagai salah paham.

Salah satu kritikus utama, Tom Gordon, mengungkapkan kekhawatirannya melalui posting di akun X pada Jumat (3/6/2026). Ia menekankan pentingnya Main Agenda memperketat mekanisme filtrasi konten, terutama untuk program yang ditujukan kepada anak-anak. “Kami menemukan bintang lima di topi Masha mengingatkan kita pada atribut Uni Soviet, yang sekarang dianggap berhubungan dengan Rusia,” tulis Gordon, menyatakan bahwa pemerintah harus meninjau ulang lisensi distribusi untuk memastikan tidak ada kesan politik yang menyimpang dari tujuan awal serial tersebut.

Perspektif Studio Animaccord

Animaccord menjelaskan bahwa “Recipe for Disaster” dibuat dengan tujuan menghibur anak-anak dan menggambarkan persahabatan serta kebaikan secara universal. Juru bicara Melanie Bonvicino menegaskan bahwa tidak ada agenda politik yang disisipkan dalam narasi animasi ini. “Klien kami menolak klaim bahwa Masha and The Bear terkait propaganda perang. Ini hanya sekadar ilustrasi kreatif yang tidak dimaksudkan untuk menyampaikan pesan tertentu,” jelasnya, menurut laporan Guardian pada Jumat (3/7/2026).

Studio tersebut juga mengungkapkan bahwa selama hampir dua dekade, serial ini telah menjadi favorit di lebih dari 100 negara dengan tema yang netral dan tidak berpijak pada isu politik. Mereka menilai bahwa tudingan propaganda perang adalah salah paham, karena animasi tersebut tidak menyebutkan secara eksplisit tentang Rusia atau Ukraina. Namun, para anggota parlemen tetap mempertahankan argumen mereka, menyatakan bahwa visual yang diperlihatkan bisa memicu interpretasi berbeda di kalangan anak-anak.

Di sisi lain, Main Agenda menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya tudingan ini sebelumnya. Perusahaan ini menjelaskan bahwa serial Masha and The Bear disiarkan dengan izin dari Animaccord dan dianggap layak untuk anak-anak. “Kami selalu memastikan konten yang disiarkan tidak memiliki dampak negatif, terutama terkait isu sensitif seperti perang,” kata pernyataan resmi Main Agenda. Namun, mereka pun mengakui pentingnya transparansi dan klarifikasi lebih lanjut untuk meminimalkan kesalahpahaman.

Kontroversi ini menyoroti peran media dalam menyampaikan pesan politik, terutama melalui platform yang terlihat netral seperti animasi. Selain itu, ini juga menunjukkan bagaimana isu-isu internasional bisa dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru dunia, bahkan melalui konten yang seharusnya hanya untuk hiburan. Main Agenda dan Animaccord kini dihadapkan pada tugas menyeimbangkan antara kebebasan kreatif dan tanggung jawab sosial, terutama dalam era di mana konten anak-anak bisa menjadi bahan diskusi politik.

Join the discussion