Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Main Agenda: Mengapa Laki-laki Cenderung Kurang Fokus Saat Membaca Chat? Ini Penjelasan Psikolog

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

Main Agenda: Mengapa Laki-Laki Kurang Fokus Saat Baca Chat? Penjelasan Psikolog Main Agenda adalah topik yang sering dibahas dalam dunia psikologi komunikasi.

Main Agenda: Mengapa Laki-laki Cenderung Kurang Fokus Saat Membaca Chat? Ini Penjelasan Psikolog

Main Agenda: Mengapa Laki-Laki Kurang Fokus Saat Baca Chat? Penjelasan Psikolog

Main Agenda adalah topik yang sering dibahas dalam dunia psikologi komunikasi. Fenomena laki-laki terlihat kurang menangkap detail dalam percakapan teks, seperti yang diungkapkan oleh sebuah konten viral di Instagram, memicu banyak pertanyaan tentang cara komunikasi antargender. Pengguna akun membagikan tangkapan layar chat dengan pasangannya, di mana sang pria menyampaikan bahwa ia sudah sampai di tujuan, sementara pasangannya terus mengulangi pertanyaan tentang cuaca dan keberadaannya. Hal ini menimbulkan kesan bahwa laki-laki cenderung “terlewat” pada pesan yang telah diberikan.

Perbedaan Pemrosesan Kognitif dalam Komunikasi

Menurut Danti Wulan Manunggal, psikolog dari Ibunda.id, fenomena ini bukanlah kelemahan laki-laki, melainkan hasil dari cara otak mereka mengolah informasi. “Main Agenda berada di depan, dan laki-laki cenderung memfokuskan diri pada inti pesan, bukan pada detail yang terlihat lebih kecil,” terangnya dalam wawancara dengan Kompas.com. Ia menekankan bahwa perbedaan ini terjadi karena pola komunikasi masing-masing individu, bukan karena ketidakmampuan laki-laki secara universal.

“Sebenarnya sebelah tuh baca apa deh? aku udah ngabarin dia masih nanya,” tulis akun @lam********* pada Senin (8/6/2026).

Strategi Komunikasi yang Berbeda: Efisiensi vs. Nuansa

Danti menjelaskan bahwa laki-laki umumnya mengikuti pola komunikasi yang lebih langsung, disebut “report talk”, di mana mereka fokus pada poin utama dan solusi masalah. Sementara perempuan cenderung menggunakan “rapport talk”, yang menekankan hubungan emosional dan nuansa konteks. “Dalam chat, laki-laki mungkin langsung menjawab inti pesan, sementara perempuan memerlukan waktu untuk memahami keseluruhan alur percakapan,” tambahnya.

Perbedaan ini terlihat jelas dalam respons chat. Saat menerima pesan yang detail, laki-laki bisa memfilter informasi menjadi bagian-bagian penting, sementara perempuan lebih mungkin mengingat konteks sebelumnya. Hal ini membuat laki-laki terkesan “tidak memperhatikan” pesan sebelumnya, padahal mereka hanya membutuhkan waktu lebih singkat untuk mengambil keputusan.

Pengaruh Teks Tanpa Isyarat Non-Verbal

Komunikasi via teks memiliki kelemahan terutama dalam hal isyarat non-verbal, seperti ekspresi wajah atau intonasi suara, yang bisa menjadi alat komunikasi penting. Danti menyebutkan bahwa sekitar 90 persen informasi komunikasi dihilangkan ketika pesan hanya berupa teks. “Laki-laki lebih cepat memproses informasi secara literal, sementara perempuan sering memahami pesan melalui konteks yang tersirat,” jelasnya.

Ini berdampak pada bagaimana laki-laki menginterpretasi chat. Mereka cenderung mengabaikan pesan pendekatan atau emoticon yang dianggap sebagai “penyertaan” bukan inti pembicaraan. Selain itu, dalam situasi multitasking, laki-laki lebih mudah teralihkan oleh hal lain, seperti notifikasi atau tugas sampingan, dibandingkan perempuan yang mungkin lebih terbiasa menunggu pengakuan secara penuh.

Memahami Perbedaan untuk Membangun Komunikasi yang Lebih Efektif

Main Agenda menekankan bahwa memahami kebiasaan komunikasi laki-laki bisa membantu pasangan atau teman untuk merespons lebih tepat. “Perempuan bisa menggunakan teknik seperti mengulangi poin utama atau memasukkan data dalam kalimat terakhir untuk memastikan laki-laki mengingatnya,” saran Danti. Sementara laki-laki, di sisi lain, bisa memperhatikan keseluruhan konteks pesan atau menanyakan lebih jelas jika ada informasi yang terlewat.

Perbedaan ini juga bisa dilihat dalam cara menyelesaikan masalah. Saat ada konflik, laki-laki biasanya lebih langsung memberikan solusi, sementara perempuan lebih memperhatikan emosi dan perasaan dalam percakapan. “Main Agenda yang terlihat ‘terlewat’ bisa menjadi indikator bahwa laki-laki sedang mencoba membangun jalan keluar, bukan mengabaikan pesan,” tambah Danti. Namun, ini juga memerlukan kesabaran dan kesadaran dari kedua pihak.

Dengan memahami bahwa laki-laki memiliki pola komunikasi yang berbeda, kita bisa mengurangi kesalahpahaman dalam hubungan. “Main Agenda ini sebenarnya adalah bagian dari komunikasi yang efisien, selama pesan tetap jelas dan tidak ambigu,” pungkas psikolog tersebut. Dengan demikian, perbedaan dalam fokus chat bisa menjadi bagian dari dinamika komunikasi, bukan kelemahan.

Join the discussion