Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino – Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat

Susan Jones - lenterafakta.com 2 mins read

Fenomena Super El Nino Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino - Pemerintah Malaysia sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman gelombang panas ekstrem yang

Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino – Suhu Diperkirakan Lampaui Rekor 40,1 Derajat

Malaysia Siapkan Diri Menghadapi Fenomena Super El Nino

Malaysia Bersiap Hadapi Super El Nino – Pemerintah Malaysia sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman gelombang panas ekstrem yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat. Berdasarkan prediksi Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), suhu maksimum di negara ini berpotensi mengalami lonjakan signifikan, mungkin melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada 40,1 derajat Celsius. Rekornya terbentuk pada tahun 1998 di Chuping, wilayah utara Perlis.

Pola Cuaca Global yang Menjadi Faktor Utama

Fenomena El Nino, bagian dari siklus cuaca global, diketahui memengaruhi intensitas suhu dan pola hujan di kawasan Asia Tenggara. Karakteristik utamanya meliputi melemahnya angin pasat serta kenaikan suhu permukaan lautan Pasifik. Namun, para ilmuwan dunia telah mengingatkan adanya kemungkinan munculnya El Nino kuat, atau dikenal sebagai Super El Nino, yang diperkirakan akan mencapai puncaknya antara Maret hingga Mei 2027.

Peningkatan Suhu Sejak Tahun 1980-an

Direktur Jenderal MetMalaysia, Mohd Hisham Mohd Anip, menjelaskan bahwa tren kenaikan suhu rata-rata di Malaysia sudah terlihat sejak dekade 1980-an. Ia menegaskan bahwa lonjakan suhu tertinggi biasanya terjadi bersamaan dengan kemunculan Super El Nino. “Dengan data ini, kita bisa memperkirakan adanya lonjakan besar berikutnya,” ujar Mohd Hisham dalam sesi wawancara.

Dalam konteks tersebut, MetMalaysia memproyeksikan penurunan curah hujan drastis yang diiringi oleh kenaikan suhu tinggi di seluruh wilayah negara. Wilayah yang diperkirakan paling terdampak adalah Sabah dan Sarawak, dua daerah utama produsen kelapa sawit di Borneo. Menurut Mohd Hisham, lokasi geografis Sabah yang dekat dengan Samudra Pasifik membuatnya lebih rentan terhadap efek ekstrem dari fenomena ini.

“Kenaikan suhu global terus berlangsung, dan fenomena El Nino memperkuat dampaknya,” kata Mohd Hisham.

Join the discussion