Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Meeting Results: Prajogo Pangestu Incar Raksasa Geotermal Filipina, Ajukan Tawaran Rp 90 Triliun

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran Rp90 Triliun untuk Akuisisi EDC Filipina dalam Meeting Results Meeting Results - Dalam Meeting Results terbaru, Barito

Meeting Results: Prajogo Pangestu Incar Raksasa Geotermal Filipina, Ajukan Tawaran Rp 90 Triliun

Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran Rp90 Triliun untuk Akuisisi EDC Filipina dalam Meeting Results

Meeting Results – Dalam Meeting Results terbaru, Barito Renewables Energy, perusahaan energi terbarukan yang dipimpin oleh miliarder Indonesia Prajogo Pangestu, mengumumkan penawaran akuisisi terhadap Energy Development Corp. (EDC), perusahaan geotermal terbesar di Filipina. Penawaran ini bernilai 5 miliar dolar AS, setara Rp 90 triliun berdasarkan kurs Rp 18.000 per dolar AS, dan merupakan langkah strategis dalam perluasan bisnis di bidang energi terbarukan.

Pernyataan mengenai tawaran ini dilakukan oleh First Gen Corp., pemegang saham utama EDC, yang menyebutkan bahwa penawaran masih bersifat indikatif dan tidak meminta persetujuan (unsolicited). Proses akuisisi juga bergantung pada evaluasi mendalam (due diligence) dan persetujuan yang diperlukan. “Hingga saat ini, belum ada diskusi antara kedua belah pihak, serta perjanjian belum ditandatangani,” kata First Gen, menurut laporan Forbes pada Rabu (15/7/2026).

EDC: Kekuatan Geotermal Filipina

EDC adalah salah satu pelaku utama dalam industri geotermal Filipina, yang sebelumnya dikuasai pemerintah hingga tahun 2007. Saat ini, perusahaan ini dikendalikan oleh keluarga miliarder Filipina Federico Lopez dan memiliki portofolio 16 pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas terpasang total 1.302,78 megawatt (MW). Selain itu, EDC juga mengelola proyek energi terbarukan lain, seperti tenaga air, surya, dan angin, dengan total kapasitas hampir 300 MW.

“Pembicaraan mengenai tawaran akuisisi masih dalam tahap awal, dan tidak ada perjanjian yang secara resmi ditandatangani hingga saat ini,” tambah First Gen dalam laporan terbaru.

Penawaran ini menunjukkan minat Prajogo Pangestu untuk memperkuat dominasi di sektor energi terbarukan, terutama melalui pengambilalihan aset geotermal yang berpotensi besar di pasar internasional.

Ekspansi Bisnis Prajogo Pangestu

Prajogo Pangestu terus memperluas pengaruhnya di industri energi sejak 2023, dengan menempatkan Barito Renewables Energy dan Petrindo Jaya Kreasi di pasar modal. Barito Renewables sendiri adalah induk Star Energy Geothermal Group, yang menjadi produsen panas bumi terbesar di Indonesia dengan tiga proyek pembangkit listrik di Jawa Barat, kapasitas total 886 MW.

Kemudian, pada 2024, ia bekerja sama dengan ACEN, perusahaan energi yang dimiliki oleh Jaime Augusto Zobel de Ayala, untuk mengembangkan proyek angin di Indonesia. Ekspansi tidak berhenti di sana, karena pada April 2025, perusahaan patungan Chandra Asri Pacific dan Glencore menyelesaikan akuisisi aset kilang minyak serta petrokimia Shell di Singapura. Lima bulan setelahnya, Chandra Asri kembali memperluas bisnisnya dengan mengakuisisi jaringan SPBU Esso di Singapura.

Meeting Results ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Prajogo Pangestu untuk menggabungkan sumber daya energi terbarukan di berbagai wilayah. Dengan memperoleh EDC, ia bisa memperkuat keberadaannya di Asia Tenggara dan meningkatkan kapasitas produksi listrik dari sumber geotermal yang tidak tergantung pada bahan bakar fosil.

Dalam data terbaru Forbes, kekayaan bersih Prajogo Pangestu mencapai sekitar 15,4 miliar dolar AS, atau setara Rp 277,2 triliun. Ia membangun kerajaan bisnisnya melalui Barito Pacific, yang menjadi grup besar di bidang energi dan petrokimia. Keluarga Lopez, yang mengelola EDC, juga dikenal sebagai pengusaha besar di Filipina yang aktif di bidang properti dan media.

Market reaction terhadap tawaran ini cukup signifikan, karena saham First Gen Corp. ditutup melonjak 18,4 persen di Bursa Manila, meski sempat mencapai kenaikan hingga 33,3 persen di sesi perdagangan sebelumnya. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, akuisisi EDC akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan bisnis Prajogo Pangestu, khususnya dalam Meeting Results yang mengarah pada rencana ekspansi global di sektor energi.

Join the discussion