Tren

Mengenal Hind Rajab, Bocah 5 Tahun yang Kasus Penembakannya Baru Diakui Israel Setelah 2 Tahun

Lenterafakta.com – Militer Israel akhirnya mengakui pihaknya telah menembak Hind Rajab, bocah Palestina berusia 5 tahun yang tewas di Jalur Gaza. Butuh dua tahun lamanya bagi pihak Israel untuk benar-benar mengakui perbuatannya, yang diumumkan pada Rabu (18/8/2026). Ini menjadi kasus penyelidikan kriminal pertama mereka terhadap perilaku pasukannya dalam perang Gaza.

Hind Rajab, anak berusia 5 tahun ini, ditemukan di dalam mobil yang dipenuhi bekas tembakan di area Kota Gaza, beberapa hari setelah komunikasi terakhirnya ke Bulan Sabit Merah Palestina pada 29 Januari 2024. Kisah Hind Rajab terkenang di ingatan banyak masyarakat karena terekam jelas bagaimana ia menghubungi petugas untuk diselamatkan hingga ditemukan telah tewas tertembak. Panggilan telepon terakhir bocah Palestina itu digambarkan penuh keputusasaan dan berlangsung selama berjam-jam.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berulang kali membantah bahwa pasukannya berada di area dekat lokasi kejadian. Namun kini, mereka justru telah mengakui bahwa peristiwa ini dilakukan oleh tentaranya. “Setelah meninjau temuan dan adanya dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina, telah diputuskan untuk memulai penyelidikan kriminal atas insiden tersebut oleh divisi investigasi kriminal polisi militer,” kata militer Israel, dilansir dari The Guardian, Kamis (19/8/2026).

Hind Rajab hanyalah seorang anak kecil yang berusaha pergi dari Gaza bersama keluarganya. Pada 29 Januari 2024, ia menyelamatkan diri bersama keluarganya menaiki mobil dengan tujuan keluar terlebih dahulu dari Kota Gaza. Di dalam mobil terdapat paman Hind Rajab, yaitu Bashar, bibinya, dan empat sepupunya.

Saat melintas di wilayah Tel al-Hawa, mobil mereka berhadapan dengan tank militer Israel. Tembakan dilepaskan ke arah mobil, menewaskan sebagian besar anggota keluarga seketika. Layan Hamadeh, sepupu Hind Rajab, mendapati dirinya dan adiknya masih hidup.

Layan menghubungi operator PRCS meminta bantuan. Dalam rekaman panggilan yang dirilis ke media, terdengar suara tembakan gencar dan jeritan Layan sebelum ia tewas. Hind menjadi satu-satunya penyintas yang tersisa di dalam mobil yang dikelilingi jenazah keluarganya.

Ia bertahan melakukan panggilan telepon dengan operator PRCS (Bulan Sabit Merah Palestina) selama lebih dari 3 jam, memohon untuk diselamatkan. Operator Rana Faqih, yang terhubung dengan Hind Rajab, menceritakan percakapan mereka di telepon. "Tank itu ada di sebelahku.

Tank itu bergerak," ucap Hind Rajab, dilansir dari BBC pada (5/2/2024). Rana berusaha menjaga suaranya tetap tenang. "Apakah jaraknya sangat dekat?" tanya Rana.

"Sangat, sangat. Maukah Kau datang menjemputku? Aku sangat takut," kata Hind melalui cerita Rana.

Tidak ada yang bisa dilakukan Rana selain melanjutkan percakapan. Rana meminta Hind bersembunyi di bawah kursi sambil berusaha menolongnya. Hari sudah gelap ketika kru ambulans, Yusuf al-Zeino dan Ahmed al-Madhoun, tiba di sana.

Mereka melaporkan kondisi di lokasi kejadian, yaitu terdapat banyak mobil terbakar dan situasi tidak terkendali. Mereka memberi tahu operator bahwa mereka mendekati lokasi dan akan diperiksa oleh pasukan Israel untuk memastikan tidak ada yang memasuki area tersebut. Itulah komunikasi terakhir yang didengar Rana dari rekan-rekannya.

Sambungan ke kedua paramedis dan ke gadis kecil berusia lima tahun yang coba mereka selamatkan terputus untuk selamanya. Jenazah para korban baru ditemukan 12 hari kemudian ketika pasukan Israel mundur. Wissam, ibu Hind, masih ingat bagaimana putrinya terjebak dalam situasi perang.

Ia meminta Hind ikut naik mobil pamannya daripada berjalan kaki karena cuaca mulai hujan dan terasa dingin. Wissam memilih berjalan kaki dengan anak sulungnya. Tak ada firasat apa pun yang muncul saat itu.

Begitu mobil itu pergi, mereka mendengar suara tembakan keras dari arah yang sama. Bulan Sabit Merah lalu menghubungi Wissam dan menyambungkan saluran teleponnya ke panggilan tersebut. "Dia memohon agar saya tidak menutup telepon.

Saya bertanya di mana dia terluka, lalu saya mengalihkan perhatiannya dengan membaca Al-Qur'an bersamanya, dan kami berdoa bersama. Dia mengulangi setiap kata yang saya ucapkan," kata Wissam. Seminggu setelah hilangnya sang putri, Wissam duduk dan menunggu di rumah sakit hari demi hari, mengisi kekosongan itu dengan harapan teguh bahwa Hind akan dibawa kembali dalam keadaan hidup.

"Aku sudah membawakan barang-barangnya dan aku menunggunya di sini. Aku menunggu putriku setiap saat, setiap detik. Aku memohon dari hati seorang ibu yang hancur agar jangan melupakan kisah ini," katanya.

Setiap kali mendengar suara ambulans, Wissam berkata bahwa itu bisa jadi anaknya. "Setiap suara, setiap tembakan, setiap rudal yang jatuh, setiap bom—aku bertanya-tanya apakah itu menuju ke putriku, apakah dia terkena," katanya. Pembunuhan Hind dan keluarganya adalah salah satu insiden paling menonjol dari serangkaian peristiwa yang melibatkan korban sipil selama bulan-bulan pertama konflik Gaza yang memicu kemarahan internasional.

Investigasi oleh pihak forensik kemudian menemukan bahwa total 335 peluru ditembakkan ke mobil tersebut. Termasuk menemukan bahwa tank milik IDF ditempatkan hanya berjarak 13 hingga 23 meter dari mobil keluarga Hind. Hanya dalam 6 detik, 64 tembakan dilepaskan ke sepupu Hind, Layan.

Hingga kini, sosok Hind Rajab menjadi simbol bagi masyarakat di Palestina dan memicu didirikannya Yayasan Hind Rajab (Hind Rajab Foundation). Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi.

Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Frequently Asked Questions

What is Mengenal Hind Rajab Bocah 5 Tahun?

Mengenal Hind Rajab Bocah 5 Tahun is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengenal Hind Rajab Bocah 5 Tahun matter?

Mengenal Hind Rajab Bocah 5 Tahun matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *