Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

New Policy: Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026, Jakarta Posisi Berapa?

Robert Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

New Policy: 10 Kota Terbaik untuk Tinggal di Dunia 2026, Jakarta di Peringkat 132 New Policy - Baru saja dirilis, laporan terbaru Global Liveability Index

New Policy: Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia 2026, Jakarta Posisi Berapa?

New Policy: 10 Kota Terbaik untuk Tinggal di Dunia 2026, Jakarta di Peringkat 132

New Policy – Baru saja dirilis, laporan terbaru Global Liveability Index 2026 oleh Economist Intelligence Unit (EIU) memberikan wawasan tentang daftar kota paling layak huni di seluruh dunia. Sebagai bagian dari New Policy, indeks ini mengukur kualitas hidup berdasarkan 173 kota, dengan fokus pada aspek seperti stabilitas politik, layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lingkungan hidup. EIU, lembaga yang telah berpengalaman selama 80 tahun dalam analisis kebijakan global, menggunakan data dari 400 analis untuk mengevaluasi dinamika pasar dan menghasilkan penilaian yang akurat. Laporan ini memberikan pemandangan menarik tentang bagaimana kota-kota besar di Eropa dan Australia masih menguasai peringkat teratas, sementara Jakarta menempati posisi 132.

Kota-Kota dengan Kualitas Hidup Terbaik

Kopenhagen, ibukota Denmark, terus mempertahankan peringkat pertama di Global Liveability Index 2026. Kota ini menjadi contoh utama kota yang menggabungkan keamanan, lingkungan yang hijau, dan aksesibilitas transportasi yang efisien. Penduduk menyebutkan bahwa kualitas hidup di sini terasa dalam kebiasaan sehari-hari, seperti bersepeda ke tempat kerja atau berenang di pelabuhan yang bersih. Selain itu, EIU menilai kota ini sebagai salah satu yang paling layak huni karena konsistensinya dalam semua aspek penilaian.

Wina, ibukota Austria, mengisi posisi kedua dengan nilai sempurna pada layanan kesehatan dan pendidikan. Kota ini juga menawarkan suasana santai yang unik, berkat taman dan ruang publik yang luas, serta sistem transportasi umum yang andal. Menurut warga setempat, kota ini bisa menjadi tempat tinggal yang ideal karena kehidupan yang tenang dan keberagaman budaya yang menginspirasi. New Policy dalam laporan ini menekankan bahwa kota-kota dengan skor tinggi perlu memiliki keseimbangan antara infrastruktur dan lingkungan sosial.

Melbourne, Australia, berada di peringkat ketiga dengan skor budaya dan lingkungan mencapai 96. Kota ini dikenal sebagai tempat yang menawarkan kehidupan dinamis, mulai dari distrik seni yang kreatif hingga kawasan pantai yang menenangkan. Warga menyebutkan bahwa keberagaman komunitas di Melbourne memperkaya pengalaman hidup sehari-hari, sementara ketersediaan fasilitas pendidikan dan keamanan lingkungan juga menjadi faktor utama. New Policy dalam laporan ini menggarisbawahi pentingnya kota yang mampu menjaga kualitas hidup di tengah perkembangan ekonomi.

Sydney, Australia, menduduki peringkat keempat dengan skor keseluruhan 97. Kota ini menawarkan akses mudah ke alam, mulai dari pantai hingga gunung, serta kehidupan yang penuh variasi. Penduduk menyatakan bahwa keberagaman budaya dan komunitas multietnis membuat kota ini menjadi tempat yang menarik untuk tinggal. New Policy dalam analisis ini juga menyoroti peran kota dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menyediakan layanan publik yang berkualitas, yang menjadi diferensiasi utama antara kota-kota besar.

Peringkat Jakarta dan Faktor Penilaian

Jakarta, sebagai satu-satunya kota Indonesia yang masuk dalam penilaian Global Liveability Index 2026, berada di peringkat 132 dari 173 kota. Skor 62,9 menunjukkan bahwa kota ini masih memiliki keunggulan dalam infrastruktur dan akses ke layanan publik. Namun, New Policy dalam laporan ini menyoroti bahwa Jakarta perlu meningkatkan aspek seperti keamanan, kualitas udara, dan distribusi pendidikan untuk mendekati standar kota-kota dengan peringkat lebih tinggi. EIU menegaskan bahwa kota-kota pemenang harus menunjukkan konsistensi dalam semua indikator, bukan hanya unggul pada satu aspek tertentu.

Menurut penjelasan EIU, kriteria penilaian mencakup 10 aspek utama, termasuk stabilitas politik, layanan kesehatan, pendidikan, ketersediaan infrastruktur, dan lingkungan yang aman. Faktor-faktor ini tidak hanya memengaruhi kenyamanan tinggal, tetapi juga menunjukkan kemampuan kota dalam menghadapi tantangan global. New Policy di sini mencerminkan bahwa kota-kota yang mendapat peringkat tinggi memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup. Dengan mengikuti penilaian ini, Jakarta bisa memperbaiki kebijaknya untuk meningkatkan daya tarik sebagai tempat tinggal.

Join the discussion