New Policy: Sopir Truk Ungkap Detik-detik Kecelakaan Maut di Indramayu yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
Peristiwa Kecelakaan Maut di Indramayu: Sopir Truk Ungkap Detail Menurut New Policy New Policy - Dalam rangka menerapkan New Policy terbaru di sektor
Peristiwa Kecelakaan Maut di Indramayu: Sopir Truk Ungkap Detail Menurut New Policy
New Policy – Dalam rangka menerapkan New Policy terbaru di sektor transportasi darat, sebuah kecelakaan maut beruntun terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (12/7/2026). Insiden tersebut mengakhiri perjalanan rombongan pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, yang sebelumnya dinyatakan aman. Dalam kecelakaan ini, tiga kendaraan terlibat, dengan total korban mencapai 18 orang, termasuk 12 yang tewas dan lima yang mengalami cedera. New Policy yang berlaku sejak beberapa bulan lalu mengharuskan pengemudi truk mengikuti protokol keselamatan tambahan, termasuk pengecekan kondisi kendaraan sebelum berangkat dan penggunaan sinyal peringatan saat manuver.
Pengungkapan Sopir Truk tentang Detik-Detik Kecelakaan
Sopir truk wing box B 9260 TEV, Deden Ibad, memberikan keterangan mengenai kecelakaan tersebut. Menurut Deden, kejadian berawal saat mobil pikap E 8559 RB melaju di Jalur Pantura dari arah Cirebon ke Jakarta. Pemilik kendaraan tersebut, yang belum diungkapkan identitasnya, berhenti mendadak untuk melakukan putar balik. “Saya tidak sempat menghindar karena truk di belakang saya tidak terlihat jelas. Kecelakaan terjadi dalam hitungan detik, dan saya langsung tahu ada yang tidak beres,” jelas Deden, sambil menunjukkan kejadian melalui rekaman CCTV yang ia sebutkan.
“Saya merasa sangat bersalah karena New Policy mengharuskan kami memastikan kondisi jalan sebelum mengubah arah. Tapi situasi itu terjadi begitu cepat, dan kejutan membuat saya tidak bisa mengambil langkah tepat,” kata Deden. “Saya juga terkejut melihat korban yang berjatuhan di jalur raya. Mereka semua sedang berangkat ke acara pernikahan, dan kecelakaan ini membuat hari mereka berubah drastis.”
Penyebab dan Faktor Kecelakaan Berdasarkan Informasi Polisi
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, memberikan penjelasan mengenai penyebab kecelakaan. “Mobil pikap E 8559 RB melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi, kemudian tiba-tiba memperlambat laju untuk bermanuver ke arah berlawanan. Truk wing box B 9260 TEV yang mengikuti di belakang tidak mampu menghindar karena kurangnya jarak reaksi,” terang Undang. New Policy terbaru mendorong pengemudi untuk menghindari manuver berisiko di jalan raya, terutama pada area dengan lalu lintas padat seperti Pantura Indramayu. Meski telah diimplementasikan, kejadian ini menggambarkan kebutuhan penerapan lebih ketat dalam pengawasan.
Dalam laporan polisi, kecelakaan berawal dari kelalaian pengemudi mobil pikap yang mengabaikan tanda-tanda peringatan jalan. “Kecelakaan ini disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk pengemudi truk yang tidak mengantisipasi manuver mendadak dan kurangnya pengawasan oleh petugas di area tersebut,” tambah Undang. New Policy juga memperketat aturan terkait penggunaan lampu hazard saat berhenti di jalur lalu lintas utama, yang dalam kasus ini ternyata tidak terpenuhi.
Proses Evakuasi dan Dukungan Masyarakat
Saat kejadian, petugas kepolisian segera datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Berdasarkan pembaruan informasi pada Senin (13/7/2026), jumlah korban meninggal mencapai 12 orang, dengan tiga di antaranya wafat di tempat kejadian dan sembilan lainnya memerlukan perawatan di rumah sakit. Korban terdiri dari pengemudi dan penumpang mobil pikap, yang berasal dari warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Ketua RT setempat, Rawid, menyatakan bahwa sebagian besar korban adalah penduduk wilayahnya.
“New Policy mengharuskan setiap rombongan mengantar pengantin memiliki pengawasan oleh pengemudi yang terlatih. Tapi di sini, kecelakaan terjadi karena kesalahan pengemudi yang mengabaikan aturan tersebut,” katanya. “Korban-korban ini sedang berangkat ke acara pesta, dan kejadian ini sangat menyedihkan. Kami berharap New Policy bisa diterapkan lebih ketat di masa depan untuk mencegah kecelakaan serupa.”
Kondisi Korban dan Dampak di Masyarakat
Setelah kecelakaan, petugas medis dan warga sekitar bekerja keras untuk menolong korban. Deden Ibad menyebutkan bahwa kejadian ini memicu reaksi emosional di tengah masyarakat, dengan banyak warga membagikan cerita melalui media sosial. “New Policy seharusnya mencegah kejadian ini, tapi saat ini kita melihat kebutuhan untuk evaluasi lebih lanjut,” ujarnya. Beberapa korban yang terluka telah dirawat di RSUD Indramayu, sementara keluarga korban menggugah kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas yang diperketat oleh New Policy.
Menurut data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, kejadian ini adalah kecelakaan maut ketiga dalam sebulan terakhir. New Policy yang berlaku mengharuskan pengemudi truk melakukan pemeriksaan rutin sebelum melintasi jalur Pantura, yang memiliki akses mudah dan potensi risiko tinggi. “New Policy ini mengambil langkah-langkah ekstra untuk meminimalkan risiko, tapi kita masih perlu mengevaluasi apakah peraturan tersebut cukup efektif di wilayah seperti ini,” tambah AKP Undang.
Langkah-Langkah Pemulihan dan Pelajaran dari Kecelakaan
Setelah kejadian, pihak berwenang mengadakan rapat evaluasi untuk meninjau kembali pelaksanaan New Policy. Kecelakaan ini menjadi bahan pembelajaran bagi pengemudi dan pengendara lainnya, agar lebih waspada
