Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Nirmal Purja Tewas di Broad Peak, Pendaki Pemecah Rekor 14 Puncak Dunia

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Kabar duka menyelimuti dunia pendakian gunung setelah Nirmal Purja Tewas di Broad Peak. Tragedi ini terjadi di pegunungan Karakoram, Pakistan, pada Kamis, 30

Nirmal Purja Tewas di Broad Peak, Pendaki Pemecah Rekor 14 Puncak Dunia

Nirmal Purja Tewas di Broad Peak: Pendaki Pemecah Rekor 14 Puncak Dunia Berpulang

Lenterafakta.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian gunung setelah Nirmal Purja Tewas di Broad Peak. Tragedi ini terjadi di pegunungan Karakoram, Pakistan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Pendaki berpaspor ganda Inggris-Nepal berusia 43 tahun ini menjadi salah satu dari sepuluh korban jiwa akibat longsoran salju yang melanda area pendakian. Peristiwa memilukan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan pendaki, serta para penggemar olahraga ekstrem di seluruh dunia.

Elite Expeditions, perusahaan ekspedisi yang didirikan oleh Purja, resmi mengonfirmasi kepergian sang pendaki legendaris. Dalam pengumuman yang disampaikan, perusahaan menyatakan bahwa kematian Purja disambut dengan rasa sedih yang luar biasa. Kabar duka ini juga dikonfirmasi langsung oleh Kamal, kakak Nirmal, melalui sebuah pernyataan yang penuh kenangan dan rasa bangga terhadap pencapaian sang adik.

“Kami akan merindukanmu setiap hari,” tulis Kamal dalam unggahannya yang menyentuh hati.

Sebelumnya, otoritas Pakistan telah mengumumkan penemuan jenazah tiga anggota ekspedisi lainnya. Ketiga almarhum tersebut adalah Mallory Geis dari Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy asal Oman, serta Pur Bahadur Gurung dari Nepal. Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, juga turut mengonfirmasi bahwa Purja bersama sembilan pendaki lainnya telah meninggal dunia dalam tragedi yang mengejutkan tersebut.

“Kematian tragis enam pendaki Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram Pakistan, telah mengejutkan kami,” ujar Shah seperti dikutip BBC pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Shah menambahkan bahwa keberanian serta kontribusi para pendaki tersebut akan selalu dikenang sepanjang masa. Ia menegaskan bahwa sejarah dedikasi dan semangat mereka akan terus menginspirasi generasi mendatang. Kamal, sang kakak, menyampaikan bahwa keluarga merasa kehilangan besar namun juga bangga terhadap pencapaian Nirmal sepanjang hidupnya yang penuh prestasi.

“Dengan hati yang sangat berat saya menyampaikan kabar menyedihkan bahwa adik laki-laki saya tercinta, Nirmal ‘Nimsdai’ Purja, dan para pendaki lainnya telah tiada. Meskipun hati kami hancur, kami sangat bangga padamu. Warisanmu akan hidup selamanya,” lanjut Kamal.

Jejak Prestasi yang Menginspirasi Generasi

Nirmal Purja dikenal luas dunia setelah menyelesaikan pendakian 14 gunung tertinggi di bumi dengan ketinggian di atas 8.000 meter. Pencapaian luar biasa ini ia raih dalam tempo 189 hari pada tahun 2019, memecahkan rekor sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih dari tujuh tahun. Perjalanan epik Purja kemudian diabadikan dalam film dokumenter Netflix bertajuk 14 Peaks: Nothing Is Impossible yang tayang pada 2021 dan ditonton jutaan penonton di seluruh dunia.

Saat itu, Purja berbagi perasaannya tentang perjalanan tersebut. Ia menyebut enam bulan penuh tantangan itu melelahkan namun juga rendah hati. Purja berharap dapat membuktikan bahwa segalanya mungkin dicapai dengan tekad kuat, kepercayaan diri, dan sikap positif yang tidak pernah goyah. Semangat inilah yang kemudian menjadi ciri khas pendakian-pendakiannya.

Sebelum terjun menjadi pendaki profesional, Purja mengabdi di militer Inggris selama 16 tahun. Sepuluh tahun di antaranya dihabiskan bersama pasukan khusus yang terkenal dengan keberaniannya. Pengakuan atas jasanya datang dari Ratu Elizabeth II yang menganugerahkan Member of the Order of the British Empire (MBE) pada 2018. Purja juga pernah mengklaim dirinya sebagai prajurit Gurkha pertama yang berhasil mendaki Gunung Everest semasa aktif di militer Inggris.

Perjalanan Tak Terduga Menuju Broad Peak

Dalam unggahan terakhirnya di platform X, Purja mengungkapkan bahwa pendakian ke Broad Peak bukanlah bagian dari rencana awal. Ia semula hanya berniat mendaki Gasherbrum II atau G2. Namun, melihat kesempatan yang ada, Purja memutuskan untuk menaklukkan Broad Peak demi mendekatkan diri pada target besarnya. Keputusan ini menunjukkan sifatnya yang selalu terbuka terhadap peluang baru.

Target besar Purja adalah mendaki seluruh 14 puncak di atas 8.000 meter sebanyak dua kali tanpa menggunakan oksigen tambahan. Ia menulis bahwa pendakian ini tidak direncanakan sebelumnya. Purja hanya memohon perjalanan yang aman menuju puncak dan kembali ke dasar. Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah meremehkan gunung manapun, termasuk Broad Peak yang akan menjadi saksi terakhir perjuangannya.

Broad Peak memiliki ketinggian 8.047 meter dan menempati posisi sebagai puncak tertinggi ke-12 di dunia. Gunung ini dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling menantang di planet ini. Ekspedisi Austria menjadi yang pertama berhasil mencapai puncaknya pada tahun 1957. Sejak saat itu, puluhan pendaki telah dilaporkan kehilangan nyawa dalam upaya mencapai puncak yang megah ini. Kehilangan Nirmal Purja di Broad Peak menjadi tragedi baru dalam sejarah pendakian gunung tertinggi dunia.

Join the discussion