Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Oxford Rilis Daftar 8 Kota Paling Rawan Suhu Panas Ekstrem di Dunia, Ada dari Asia Tenggara

Mary Taylor - lenterafakta.com 3 mins read

Krisis iklim global kini semakin terasa dampaknya bagi masyarakat perkotaan di seluruh penjuru dunia. Universitas Oxford baru saja merilis hasil penelitian

Oxford Rilis Daftar 8 Kota Paling Rawan Suhu Panas Ekstrem di Dunia, Ada dari Asia Tenggara

Oxford Rilis Daftar 8 Kota Panas Ekstrem Dunia

Lenterafakta.com – Krisis iklim global kini semakin terasa dampaknya bagi masyarakat perkotaan di seluruh penjuru dunia. Universitas Oxford baru saja merilis hasil penelitian komprehensif yang mengevaluasi 205 kawasan perkotaan terpadat di planet ini. Temuan ini memberikan gambaran jelas mengenai kota-kota mana yang paling rentan menghadapi gelombang panas ekstrem di masa depan. Oxford Rilis Daftar 8 Kota yang dinilai memiliki risiko tertinggi terhadap paparan suhu panas yang mengancam jiwa warganya.

Lebih dari 95 persen kota yang paling rentan terhadap gelombang panas ekstrem berlokasi di wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara, serta Afrika Sub-Sahara.

Penelitian ini menyoroti wilayah-wilayah yang penduduknya menghadapi bahaya paling besar seiring dengan terus meningkatnya suhu Bumi secara global. Kombinasi antara paparan suhu tinggi, tingkat kepadatan penduduk, serta rendahnya kapasitas adaptasi ekonomi menjadi pemicu utama tingginya risiko keselamatan warga di kawasan perkotaan tersebut. Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan menciptakan kondisi yang semakin berbahaya bagi populasi urban.

Profil Kota-Kota Paling Berisiko

Berdasarkan data yang dilansir dari News18 pada Rabu (22/7/2026), berikut adalah delapan kota besar di dunia yang dinilai paling berisiko dan terancam bahaya paparan panas ekstrem. Setiap kota memiliki karakteristik unik yang membuat mereka lebih rentan dibandingkan kota lainnya di dunia.

Al Basrah, Irak

Kota ini menghadapi paparan suhu gurun yang sangat ekstrem sepanjang tahun. Kondisi ini kian diperparah oleh defisit pasokan listrik yang parah di wilayah tersebut. Lemahnya infrastruktur pendingin serta tingginya tingkat kerentanan sosio-ekonomi membuat para penghuni kota Al Basrah sangat terpapar bahaya gelombang panas yang mengancam jiwa. Banyak warga yang tidak memiliki akses terhadap pendingin udara yang memadai.

Ahmedabad, India

Ahmedabad harus berhadapan dengan lonjakan suhu udara musim panas yang melonjak drastis yang beriringan dengan laju urbanisasi yang pesat. Faktor kepadatan penduduk yang tinggi, terbatasnya ruang terbuka hijau, serta perluasan efek pulau panas perkotaan memberikan tekanan berat pada sistem pelayanan kesehatan kota serta para pekerja luar ruangan selama masa puncak musim panas.

Bamako, Mali

Kota Bamako menderita bahaya panas yang parah yang berkombinasi dengan rendahnya kapasitas penanggulangan masyarakat setempat. Masalah kemiskinan yang meluas, keterbatasan akses terhadap pendingin udara (AC), serta minimnya sumber daya pendingin dari pemerintah daerah, semakin memperbesar risiko kesehatan bagi populasi penduduk di Bamako.

Nagpur, India

Lokasi geografis Nagpur yang berada di pedalaman memicu terjadinya panas kering musiman yang sangat intensif, di mana suhunya kerap melampaui angka 45 derajat Celsius. Skor risiko tinggi yang didapatkan Kota Nagpur sebagian besar didorong oleh kerentanan sosio-ekonomi serta kurangnya tutupan pohon pelindung di area kawasan permukiman yang padat.

Quezon City, Filipina

Menempati peringkat kelima secara global, Quezon City di Filipina berjuang melawan tingkat panas yang berbahaya yang dipadukan dengan kelembapan udara tropis yang tinggi. Keberadaan permukiman informal yang padat serta terbatasnya sumber daya finansial membatasi kemampuan masyarakat untuk mengakses alat pendingin mekanis yang membutuhkan konsumsi energi tinggi.

Baghdad, Irak

Kota Baghdad bertahan di tengah gelombang panas ekstrem musim panas yang datang bersamaan dengan kerusakan infrastruktur yang belum pulih sepenuhnya. Gangguan jaringan listrik yang sering terjadi serta terbatasnya akses menuju pusat-pusat pendingin umum yang andal secara signifikan meningkatkan risiko kematian akibat panas berlebih selama periode musim kering yang panjang.

Madurai, India

Madurai menghadapi risiko panas yang parah akibat kombinasi suhu dasar (baseline temperature) yang tinggi dengan keterbatasan sosio-ekonomi. Sebagian besar populasi warga yang bekerja di luar ruangan tanpa naungan yang memadai atau akses hidrasi yang cukup semakin memperparah kerentanan iklim secara keseluruhan di kota ini.

Faisalabad, Pakistan

Mengisi peringkat kedelapan secara global, Faisalabad menjadi contoh nyata bagaimana paparan panas tingkat sedang dapat berubah menjadi sangat berbahaya ketika berpadu dengan kerentanan yang tinggi. Kapasitas ekonomi yang rendah, rasio ketergantungan yang tinggi, serta vegetasi perkotaan yang minim sangat menghambat kemampuan kota Faisalabad dalam menghadapi peningkatan suhu udara.

Temuan dari Oxford Rilis Daftar 8 Kota ini menjadi peringatan penting bagi para pembuat kebijakan di seluruh dunia. Diperlukan langkah-langkah adaptasi yang lebih agresif untuk melindungi populasi urban yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Tanpa intervensi yang tepat, jumlah kota-kota yang terancam panas ekstrem akan terus meningkat di masa depan.

Join the discussion