Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Pakar UGM Ungkap Ada Permen Karet Khusus untuk Berhenti Merokok

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Ketergantungan terhadap rokok terutama disebabkan oleh kandungan nikotin yang terkandung di dalamnya. Ketika seseorang menghisap rokok, nikotin segera masuk

Pakar UGM Ungkap Ada Permen Karet Khusus untuk Berhenti Merokok

Terapi Nikotin Melalui Permen Karet: Solusi Berhenti Merokok

Lenterafakta.com – Ketergantungan terhadap rokok terutama disebabkan oleh kandungan nikotin yang terkandung di dalamnya. Ketika seseorang menghisap rokok, nikotin segera masuk ke dalam otak dan memicu pelepasan dopamin yang memberikan perasaan nyaman. Namun, saat proses berhenti merokok dimulai, kadar nikotin dalam tubuh menurun drastis. Penurunan ini menimbulkan berbagai gejala putus nikotin yang cukup mengganggu, mulai dari keinginan kuat untuk merokok kembali, gelisah, hingga gangguan tidur dan mudah marah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, terdapat solusi yang dikembangkan melalui Nicotine Replacement Therapy atau NRT. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Zullies Ikawati, menjelaskan bahwa salah satu bentuk terapi ini adalah permen karet khusus yang dikenal dengan nama Nicorette. Terapi ini telah digunakan secara luas di berbagai negara sebagai alternatif membantu perokok berhenti secara bertahap.

“Salah satu bentuk sediaannya memang berupa permen karet atau nicotine gum,” ujarnya kepada Kompas.com pada Sabtu (25/7/2026).

Mekanisme Kerja Permen Karet Nikotin

Permen karet ini tidak dikunyah seperti permen biasa. Terdapat teknik khusus yang disebut chew and park method. Pertama, permen dikunyah perlahan hingga muncul sensasi kesemutan atau rasa agak pedas. Kemudian, permen tersebut diparkir di antara pipi dan gusi selama beberapa menit. Proses ini memungkinkan nikotin diserap melalui mukosa mulut. Setelah sensasi berkurang, permen dikunyah kembali dan diparkir lagi.

Mekanisme ini berbeda dengan rokok konvensional. Nicorette memberikan nikotin dalam dosis yang lebih kecil namun diserap lebih lambat. Bahan aktif utamanya adalah nikotin yang umumnya berbentuk nicotine resin complex pada sediaan permen karet. Cara penyerapan ini membantu menjaga kadar nikotin dalam darah tetap stabil tanpa lonjakan tajam seperti saat merokok.

“Kandungan nikotinnya bervariasi, umumnya tersedia dalam dosis 2 miligram dan 4 miligram,” jelas Zullies.

Manfaat dan Cara Penggunaan

Komposisi permen karet ini dapat berbeda-beda tergantung jenis dan produsennya. Selain nikotin sebagai bahan aktif, terdapat bahan tambahan seperti mint untuk pemberi rasa, pemanis, serta bahan penstabil. Kombinasi ini membantu mengurangi gejala putus nikotin tanpa paparan ribuan zat beracun yang dihasilkan dari pembakaran tembakau. Perokok yang menggunakan terapi ini melaporkan penurunan signifikan dalam keinginan untuk merokok.

Dengan berkurangnya keinginan kuat untuk merokok, seseorang menjadi lebih mudah mengurangi jumlah rokok secara bertahap hingga akhirnya berhenti sepenuhnya. Zullies menekankan bahwa tujuan terapi ini bukan mempertahankan kecanduan, melainkan membantu proses penghentian merokok secara lebih terkontrol dan nyaman. Banyak perokok yang berhasil berhenti total setelah menggunakan terapi ini selama beberapa bulan.

Permen nikotin ini umumnya dapat diperoleh di apotek tanpa memerlukan resep dokter. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap mendapatkan edukasi dari apoteker atau tenaga kesehatan. Hal ini penting karena dosis yang tepat harus dipilih berdasarkan tingkat ketergantungan seseorang terhadap rokok. Perokok berat biasanya memerlukan dosis yang lebih tinggi dibandingkan perokok ringan.

“Selain itu, penggunaan yang benar akan meningkatkan keberhasilan berhenti merokok dan mengurangi efek samping,” kata Zullies.

Penggunaan pada Kelompok Khusus dan Efek Samping

Beberapa kelompok tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan NRT. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, remaja, serta pasien dengan penyakit jantung tertentu. Menurut Zullies, NRT secara umum dianggap relatif aman dan telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai terapi berhenti merokok. Keamanan penggunaan telah dibuktikan melalui berbagai penelitian klinis.

Meskipun demikian, tetap ada efek samping ringan yang mungkin muncul saat mengonsumsi permen karet NRT. Beberapa keluhan yang dapat terjadi antara lain iritasi mulut atau tenggorokan, rasa pedas atau kesemutan di mulut, mual, cegukan, nyeri rahang bila permen dikunyah terlalu cepat, sakit kepala, dan pusing ringan. Efek samping ini biasanya bersifat sementara dan akan berkurang seiring waktu.

Zullies juga mengingatkan bahwa apabila permen dikunyah seperti permen biasa, nikotin akan lebih banyak tertelan. Hal ini dapat meningkatkan keluhan mual atau gangguan lambung. Selain itu, ada beberapa gejala yang mungkin menjadi gejala putus nikotin namun sering dikira sebagai efek obat. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini sangat penting bagi pengguna.

“Sebagian keluhan seperti mudah marah, sulit tidur, atau sulit berkonsentrasi juga dapat berasal dari gejala putus nikotin, bukan semata-mata akibat obat,” tutur Zullies.

Join the discussion