Tren

Pesawat Jatuh di Kawasan Militer Alaska, 8 Orang Tewas, In Penyebabnya

Lenterafakta.com – Delapan orang tewas setelah sebuah pesawat Cessna jatuh di kawasan militer terpencil di Alaska bagian barat, Amerika Serikat, Kamis (20/8/2026). Pesawat tersebut dilaporkan kehilangan kontak ketika melakukan pendekatan kedua menuju landasan pacu di tengah kondisi kabut tebal. Kepala wilayah Alaska untuk Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat atau National Transportation Safety Board (NTSB), Clint Johnson, mengatakan kedua pilot tidak dapat melihat landasan pacu yang permukaannya berupa kerikil.

Pesawat akhirnya diterbangkan dengan mengandalkan instrumen sebelum jatuh sekitar sepertiga mil atau 0,5 kilometer dari landasan. Menurut Johnson, pilot sebelumnya telah membatalkan percobaan pendaratan pertama karena jarak pandang yang buruk, sebagaimana diwajibkan dalam aturan penerbangan. Kecelakaan terjadi saat pesawat mencoba melakukan pendekatan untuk kedua kalinya.

Pesawat bermesin ganda Cessna 441 atau Cessna Conquest itu membawa delapan orang, terdiri dari dua pilot, dua pegawai U.S. Army Corps of Engineers, serta empat kontraktor. Dua kontraktor di antaranya bekerja untuk Calista Brice, kelompok perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, teknik, dan logistik di wilayah terpencil Alaska.

Pesawat dioperasikan oleh perusahaan penerbangan charter Security Aviation yang berbasis di Anchorage. Tim pencari kemudian menemukan puing-puing pesawat jatuh dalam kondisi hancur setelah pesawat kehilangan kontak. NTSB mengirim tim penyelidik menuju lokasi pada Jumat (21/8/2026) untuk mencari penyebab kecelakaan pesawat.

Pesawat saat itu menuju fasilitas Radar Jarak Jauh Cape Newenham, sekitar 725 kilometer di sebelah barat Anchorage. U.S. Army Corps of Engineers menyebut dua pegawainya yang menjadi korban merupakan bagian dari tim pelaksana proyek yang hendak mendukung kegiatan Angkatan Udara AS di lokasi tersebut.

Cuaca di kawasan Cape Newenham dilaporkan berubah dengan cepat menjelang kecelakaan. Ahli meteorologi National Weather Service, Carrie Haisley, mengatakan sistem pengamatan otomatis sempat mencatat awan rendah, kabut, dan jarak pandang sekitar 16 kilometer beberapa menit sebelum kecelakaan. Namun, sekitar 15 menit kemudian, jarak pandang turun drastis menjadi kurang dari 0,40 kilometer.

Mantan pejabat Federal Aviation Administration (FAA), Mike O'Donnell, menilai berdasarkan informasi awal tersebut, kondisi cuaca kemungkinan sudah cukup buruk sehingga penerbangan seharusnya dialihkan ke lokasi lain. Landasan di Cape Newenham juga memiliki karakteristik menantang karena dikelilingi medan pegunungan pada tiga sisinya. FAA merekomendasikan penggunaan GPS dan instrumen penerbangan lainnya ketika melakukan pendaratan di kawasan itu.

Fasilitas Cape Newenham dibangun pada 1950-an sebagai bagian dari jaringan peringatan dini terhadap kemungkinan serangan Uni Soviet. Saat ini, fasilitas tersebut menjadi bagian dari jaringan radar yang memantau wilayah udara Alaska serta kawasan yang mengarah ke Rusia, Korea Utara, dan China. "Ini adalah kehilangan yang sangat berat bagi keluarga besar militer kami dan masyarakat yang kami layani," kata Letnan Jenderal Angkatan Udara AS Robert Davis.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Frequently Asked Questions

What is Pesawat Jatuh di Kawasan Militer Alaska 8?

Pesawat Jatuh di Kawasan Militer Alaska 8 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pesawat Jatuh di Kawasan Militer Alaska 8 matter?

Pesawat Jatuh di Kawasan Militer Alaska 8 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *