Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

[POPULER TREN] Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN | Kata Pakar soal Banyak Orang Lepas Status WNI

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

POPULER TREN Alasan Nanik S Deyang menjadi sorotan publik setelah pengunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diumumkan

[POPULER TREN] Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN | Kata Pakar soal Banyak Orang Lepas Status WNI

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN: Alasan dan Pengganti

Lenterafakta.com – POPULER TREN Alasan Nanik S Deyang menjadi sorotan publik setelah pengunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan ini diumumkan pada Rabu, 22 Juli 2026, melalui pernyataan resmi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian saat ini, sebagai pengganti resmi. Pelantikan dilakukan pada hari yang sama untuk mencegah kekosongan kepemimpinan di lembaga strategis tersebut.

Alasan Kesehatan di Balik Pengunduran Diri

Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, menjelaskan bahwa pengunduran diri Nanik S Deyang berkaitan erat dengan kondisi kesehatannya. Sang pemimpin BGN berencana menjalani perawatan jantung di luar negeri. Dalam pernyataannya, Dirga menyampaikan bahwa Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan sekaligus mengundurkan diri dari jabatannya.

“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirga.

Pengunduran diri Nanik menandai bahwa ia menjadi kepala kedua BGN yang pergi dalam kurun waktu dua bulan. Sebelumnya, Dadan Hindayana juga meninggalkan jabatan tersebut akibat dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi. Jarak antara penggantian Dadan dan pengunduran diri Nanik tercatat hanya 45 hari, menunjukkan dinamika yang cukup intens di lembaga tersebut.

Perhatian Media Internasional

Keputusan Nanik S Deyang tidak hanya menjadi berita dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian media internasional. Associated Press (AP) memuat pemberitaan dengan judul “Troubled Indonesian nutrition agency loses second chief in 2 months” pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam laporannya, AP menyoroti nilai program MBG yang mencapai miliaran dolar Amerika Serikat. Selain AP, South China Morning Post (SCMP) juga membahas perkembangan terbaru terkait BGN, menunjukkan bahwa isu ini memiliki relevansi global.

Tren Melepas Status Kewarganegaraan Indonesia

Selain isu pengunduran diri Nanik, kanal Tren juga mengulas fenomena masyarakat Indonesia yang melepaskan kewarganegaraan. Data menunjukkan sekitar 8.000 orang telah memilih untuk tidak lagi menjadi warga negara Indonesia dalam lima tahun terakhir. Dulyono, Direktur Tata Negara di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum, menyebutkan beberapa alasan di balik fenomena ini.

Menurut Dulyono, alasan utama meliputi pernikahan dengan warga negara asing, kebutuhan pendidikan, serta peluang karir di luar negeri. Meskipun perpindahan kewarganegaraan merupakan hal yang wajar, kekhawatiran muncul karena yang banyak berpindah adalah mereka yang berpendidikan tinggi dan memiliki keahlian khusus. Kondisi ini dikhawatirkan memicu brain drain atau perpindahan sumber daya manusia unggul ke luar negeri.

Perubahan Biaya Layanan Kewarganegaraan

Layanan kewarganegaraan juga tengah menjadi perhatian publik. Biaya naturalisasi bagi warga negara asing yang ingin menjadi WNI akan ditingkatkan mulai 1 Agustus 2026. Sebelumnya, biaya ditetapkan sebesar Rp 50 juta, namun akan naik menjadi Rp 75 juta. Sementara itu, layanan untuk melepaskan status kewarganegaraan Indonesia dikenakan biaya Rp 5 juta.

Seorang mantan WNI yang kini tinggal di Jerman memberikan kesaksian bahwa proses menjadi warga negara Jerman jauh lebih murah dibandingkan dengan naturalisasi di Indonesia. Informasi lengkap mengenai hal ini dapat diakses melalui tautan yang tersedia, memberikan gambaran lebih jelas mengenai perbandingan biaya antar negara.

Profil Sudaryono sebagai Kepala BGN Baru

Sudaryono yang ditunjuk sebagai kepala BGN baru memiliki latar belakang sebagai mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto. Pengalaman kerjanya di bidang pertanian dan kedekatan dengan presiden menjadi pertimbangan penting dalam penunjukannya. Pelantikan Sudaryono pada hari Rabu memastikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas BGN tanpa adanya kevakuman kepemimpinan. Dengan pengalaman dan kredensial yang dimiliki, Sudaryono diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi lembaga tersebut.

Join the discussion