Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Profil Febri Diansyah: Mantan Jubir KPK Lulusan UGM yang Kini Jadi Pengacara Eks Jampidsus

Michael Miller - lenterafakta.com 3 mins read

Siapa sebenarnya Febri Diansyah? Profil Febri Diansyah menarik perhatian publik setelah ia resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Mantan Jaksa Agung

Profil Febri Diansyah: Mantan Jubir KPK Lulusan UGM yang Kini Jadi Pengacara Eks Jampidsus

Profil Febri Diansyah: Mantan Jubir KPK Kini Jadi Pengacara

Lenterafakta.com – Siapa sebenarnya Febri Diansyah? Profil Febri Diansyah menarik perhatian publik setelah ia resmi menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah. Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus ini ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat malam, 24 Juli 2026. Kejatuhan Febrie terjadi dalam kasus dugaan korupsi serta Tindak Pidana Pencucian Uang yang sedang diselidiki Kejaksaan Agung.

Kasus terbaru ini menambah deretan perkara besar yang ditangani Febri sejak ia beralih profesi menjadi advokat pada tahun 2020. Ia hadir mendampingi Febrie selama pemeriksaan perdana di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Proses hukum tersebut berjalan selama kurang lebih sepuluh jam. Penunjukan Febri sebagai pengacara dilakukan sehari sebelum pemeriksaan dimulai, tepatnya pada Kamis, 23 Juli 2026, saat ia menerima surat kuasa.

Saya baru jadi pengacara Febrie Adriansyah. Ini proses pemeriksaan pertama yang saya dampingi, ujar Febri dalam keterangan yang dikutip Antara pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Keputusan Febri mengambil kasus ini datang setelah Hotman Paris Hutapea mengundurkan diri dari posisi kuasa hukum Febrie karena alasan kesehatan. Sebelumnya, Febri memang sudah dikenal luas sebagai sosok yang identik dengan KPK. Pria yang lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 8 Februari 1983 ini memulai kariernya di Indonesia Corruption Watch (ICW). Lembaga tersebut dikenal konsisten memberantas korupsi di tanah air.

Keterlibatan Febri di ICW berlangsung selama sembilan tahun. Ia mulai dikenal publik secara luas pada tahun 2011 ketika vokal mengawal kasus korupsi yang melibatkan Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat. Pengalaman panjang di ICW kemudian membawanya bergabung dengan KPK. Di sana, ia menempati posisi pegawai fungsional di Direktorat Gratifikasi.

Karier di KPK dan Transisi ke Advokat

Pada tahun 2016, Febri dipercaya menjadi Juru Bicara KPK. Selama masa jabatannya, ia rutin menyampaikan perkembangan penyidikan berbagai kasus korupsi besar. Beberapa perkara yang ia sampaikan antara lain korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto, proyek P3SON Hambalang, serta OTT hakim Mahkamah Konstitusi. Ia juga kerap menginformasikan OTT pejabat daerah kepada publik.

Momen yang sempat menggemparkan terjadi saat KPK berhasil menangkap gelombang kasus korupsi massal di DPRD Malang. Saat itu, sebanyak 40 anggota dewan beserta wali kota ditangkap. Namun, Febri akhirnya memutuskan untuk meninggalkan KPK pada September 2020. Keputusannya menyusul polemik revisi Undang-Undang KPK yang terjadi pada tahun 2019.

Setelah keluar dari KPK, Febri mendirikan kantor hukum Visi Law Office. Ia berkolaborasi dengan mantan aktivis ICW, Donal Fariz, serta Rasamala Aritonang, mantan Kepala Bagian Perancangan Peraturan dan Produk Hukum Biro Hukum KPK. Meskipun sempat menyatakan tidak ingin menangani kasus korupsi, kiprahnya sebagai advokat justru banyak menyentuh perkara kontroversial.

Perkara pertama yang menarik perhatian adalah pembelaan terhadap istri mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo. Istri Ferdy Sambo terseret dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Nofriansyah Yosua Hutabarat. Perkara kedua adalah pendampingan terhadap Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2023. Febri beralasan menerima kuasa tersebut untuk meluruskan dugaan kaitan politik jelang Pemilu 2024. Namun, pada November 2023, ia mundur setelah dicegah bepergian ke luar negeri oleh penyidik.

Perkara ketiga yang mencuat adalah keterlibatan Febri dalam tim kuasa hukum Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto. Kasus ini berkaitan dengan dugaan suap penggantian antarwaktu (PAW) di DPR RI. Kini, sosok mantan Jampidsus menjadi klien keempat Febri yang kontroversial.

Pendidikan dan Latar Belakang Akademis

Di sisi pendidikan, Febri merupakan alumni SMAN 4 Padang. Menariknya, ia memilih konsentrasi IPA meskipun akhirnya lebih tertarik pada bidang hukum. Sebelum kuliah di jurusan hukum, ia melanjutkan pendidikan di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas pada tahun 2000. Pada tahun 2002, Febri mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

Febri dinyatakan lulus sebagai sarjana hukum UGM pada tahun 2007. Setelah lulus, ia memilih bergabung bersama ICW sebagai peneliti hukum dan merantau ke Jakarta. Ia juga diketahui telah menyelesaikan Program Studi Magister Ilmu Hukum di UGM pada Juli 2025 lalu. Profil Febri Diansyah menunjukkan perjalanan panjang dari aktivis hingga menjadi pengacara terkemuka di Indonesia.

Join the discussion