Rekam Jejak Nanik S Deyang Saat Jadi Kepala BGN, Evaluasi 28.000 Dapur dan Temukan 414 SPPG Bermasalah
Rekam Jejak Nanik S Deyang mencatatkan momen penting dalam sejarah kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Mantan kepala BGN ini secara resmi mengundurkan
Rekam Jejak Nanik S Deyang: Evaluasi 28.000 Dapur dan 414 SPPG Bermasalah
Lenterafakta.com – Rekam Jejak Nanik S Deyang mencatatkan momen penting dalam sejarah kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Mantan kepala BGN ini secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Keberangkatan dijadwalkan pada Rabu, 22 Juli 2026, setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam unggahan media sosial yang dikutip dari Antara, Nanik menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. “Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” jelas Nanik S Deyang dalam pernyataannya.
Transformasi Sistem Gizi Nasional
Meskipun masa kepemimpinannya di BGN hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan, Nanik telah melakukan sejumlah langkah strategis yang signifikan. Ia mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Selain itu, ekspansi dapur di wilayah yang sudah jenuh juga dihentikan untuk efisiensi anggaran.
Salah satu pencapaian penting Nanik adalah menemukan 414 SPPG bermasalah, yang menyebabkan ratusan miliar rupiah kembali masuk ke kas negara. Ia juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan program MBG kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat sistem.
Peran Baru dan Kontribusi Berkelanjutan
Nanik mengemukakan kemungkinan pembentukan dewan pengawas BGN oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana dirinya akan menjabat sebagai ketuanya. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengonfirmasi kabar tersebut. “Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tutur Dirgayuza.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan pengalaman yang telah diraih, Nanik berharap dapat memberikan kontribusi lebih besar melalui peran barunya dalam pengawasan sistem gizi nasional.
Latar Belakang Profesional dan Kedekatan dengan Presiden
Nanik S Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Dunia jurnalisme menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kariernya. Ia pernah bekerja sebagai jurnalis di Tabloid Bangkit dan memimpin media di Kelompok Media Peluang. Kedekatan Nanik dengan Presiden Prabowo Subianto telah terjalin sejak lama, terutama selama Pilpres 2019 ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Koalisi Indonesia Adil Makmur.
Hubungan ini terus berlanjut hingga Nanik dilantik sebagai Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan periode 2024-2029 oleh Prabowo. Nanik kemudian diberhentikan dari jabatan tersebut setelah dilantik menjadi Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Komisaris PT Pertamina sejak Juni 2025, berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025 / Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Juni 2025.
Nanik juga menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah yayasan sosial yang didirikan pada 24 Agustus 2024 oleh Teguh Arief Indratmoko atas penugasan Presiden Prabowo. Dengan visi membangun Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045, GSN terus berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam sebuah unggahan media sosial.
